Thursday, 09 Apr 2020
Minangkabaunews
headline
Pemko Pariaman home berita Pariaman

Angka Perceraian Selama 2019 di Pariaman Meningkat, Perkara Bisa Diajukan Lewat Aplikasi

Jumat, 10 Januari 2020 - 16:58:42 WIB - 664
Angka Perceraian Selama 2019 di Pariaman Meningkat, Perkara Bisa Diajukan Lewat Aplikasi
Ketua Pengadilan Agama (PA) Kota Pariaman, Lelita Dewi.


PARIAMAN - Angka percerain di Pengadilan Agama Pariaman di tahun 2019 meningkat akan tetapi sisa perkaranya lebih sedkit.

Berdasarkan data dan hasil wawancara dengan Ketua PA (Pengadilan Agama) Pariaman Lelita Dewi diperoleh informasi bahwa di tahun 2018 ada sebanyak 1.129 perkara yang masuk sementara yang diputus 1.047 dan sisa 82 perkara.

Dari seluruh perkara yang masuk, terbanyak dari Cerai 840 perkara dari Talak 220, Cerai Gugat 620, diputus 765, dengan sisa perkara 75 dan isbat nikah 265.

Sedangkan di 2019 jumlah perkara yang masuk seluruhnya sebanyak 1.170 diputus 1.146 dan sisa 24 perkara.

Terbanyak dari cerai 939 perkara dan Talak 225, cerai gugat 714, diputus 920 dan sisa perkara 19 dan isbat nikah 203.

Lelita mengatakan, di 2019 pengajuan perceraian ke PA lebih banyak dilakukan oleh kaum perempuan dibandingkan pada tahun 2018, sedangkan perkara perceraian lebih banyak diputus tahun 2019 daripada tahun 2018.

"Artinya pihak perempuan lebih bayak melakukan akses ke pengadilan agama yang berkaitan dengan haknya seperti hak asuh, waris, harta yang dapat menjamin masa depannya setelah percerain," ungkapnya.

Kemudian lanjutnya, berkaitan dengan layanan oleh PA, pada 2019 telah diluncurkan layanan e-court sebagaimana Per-MA No.3/2019.

"e-court adalah pengajuan perkara secara elektronik. Artinya pencari keadilan tidak harus datang kepengadilan, cukup mendaftar melalui aplikasi elektornik yang ada di Android," ujarnya.

Jadi lanjutnya, aplikasi e-court memberikan kemudahan kepada masyarakat baik mendaftar perkara, membayar panjar dan pemanggilan serta bersidang dengan program elitigation.

"Selain itu manfaat yang lain seperti, pembayarannya lebih rendah dibanding dengan pendaftaran secara biasa, contoh Perkara PA P: Utk perkara contensius hematnya Rp 150.000 sd 200.000 kemudian Perkara PA P: Utk perkara voluntair itu hanya membayar Rp 91.000 rupiah," tutupnya. (war)

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: daerah,metro,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Siap-siap, Pendaftaran Kartu Prakerja Dibuka 11 April, Begini Caranya

Siap-siap, Pendaftaran Kartu Prakerja Dibuka 11 April, Begini Caranya

NASIONAL - Program Kartu Prakerja, akan diluncurkan pada Sabtu, 11 April 2020 melalui situs prakerja.go.id. Tanggal...

Resmi, Ahmad Riza Patria Terpilih Jadi Wagub DKI Dampingi Anies

Resmi, Ahmad Riza Patria Terpilih Jadi Wagub DKI Dampingi Anies

NASIONAL - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi DKI Jakarta menggelar sidang paripurna pemilihan Wakil Gubernur DKI...

Ini Data Terkini Covid-19 Kota Solok

Ini Data Terkini Covid-19 Kota Solok

KOTA SOLOK -- Berdasarkan update data Dinas Kesehatan Kota Solok, terkait covid-19 pertanggal 31 Maret 2020, terdapat...

Ikhtiar Melawan Corona, Anggota DPRD Sawahlunto Lakukan Disinfeksi ke Pemukiman Penduduk

Ikhtiar Melawan Corona, Anggota DPRD Sawahlunto Lakukan Disinfeksi ke Pemukiman Penduduk

SAWAHLUNTO - Anggota DPRD Kota Sawahlunto, Rio Mardanil, melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah penduduk...

Tanpa Hasil Lab dan Indikasi berbeda, Kadiskes Solsel Dianggap Keluarga Pasien Berbohong

Tanpa Hasil Lab dan Indikasi berbeda, Kadiskes Solsel Dianggap Keluarga Pasien Berbohong

SOLOK SELATAN - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal di Muaralabuh kabupaten Solok Selatan senja kemarin, Rabu...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu