Tuesday, 31 Mar 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Ditantang Ciduk Tersangka Baru Suap PAW Dewan PDIP, Bagaimana Respon KPK?

Sabtu, 11 Januari 2020 - 14:53:54 WIB - 528
Ditantang Ciduk Tersangka Baru Suap PAW Dewan PDIP, Bagaimana Respon KPK?
Komisioner KPU wahyu setiawan ditangkap KPK (Foto: Suara.com)


NASIONAL - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dari PDIP Dapil Sumsel I yang ditinggalkan almarhum Nazaruddin Kiemas.

Padahal, kasus yang menjerat Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan ini bisa dibilang terkait langsung dengan elite partai moncong putih.

Hal itu bisa dibuktikan dengan sejumlah data yang dimiliki KPU, tentang surat permohonan PDIP atas hasil gugatan MA terkait penetapan PAW Nazaruddin diberikan kepada Harin Masuki.

Ketua Umum KPU Arief Budiman dalam jumpa pers pada Jumat kemarin mengatakan, PDIP mengirim tiga kali surat ke KPU yang semuanya ditandatangani Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Atas fakta itu, pakar hukum pidana dari Universitas Tarumanegara Herry Firmasyah melihat, adanya kemungkinan pihak-pihak lain yang belum bisa diciduk oleh KPK.

"Korupsi tidak hanya melibatkan satu orang saja, jejaring ini harus dibongkar," kata Herry dalam diskusi publik Populi dengan tajuk Bukan Penangkapan Antar Waktu, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1) dikutip dari laman rmol.id.

Disamping itu, pada jumpa pers gelar perkara suap Wahyu Setiawan, Kamis lalu (9/1), Komisioner KPK Lili Pinrauli Siregar mengatakan belum bisa menyebutkan secara jelas pihak yang menyediakan uang sebesar Rp. 400 juta untuk Wahyu yang diserahkan di awal.

Jika mengacu kepada pemberitaan sebelumnya, nama Hasto Kristiyanto disebut-sebut sebagai pihak yang menyediakan uang tersebut. Sebab, pada saat OTT KPK, Rabu lalu (8/1), Hasto diisukan kabur ke PTIK, meskipun belakangan dirinya membantah.

ebih lanjut, Herry berharap KPK dapat menuntaskan kasus korupsi didomain politik ini. Namun, dia enggan memastikan dan menyimpulkan ujung dari penuntasan kasus korupsi ini.

"Masalahnya berani atau tidak. Itu yang ditunggu publik. Jadi bukan bicara mampu enggak? Tapi mau enggak?" ucap Herry. (rmol)

Editor/Sumber: Romeo/rmol.id
Tag: hukum,indonesia,kriminal,metro,nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Begini Respon MUI Setelah Eks Panglima TNI Gatot Serukan Salat Jemaah di Tengah Corona

Begini Respon MUI Setelah Eks Panglima TNI Gatot Serukan Salat Jemaah di Tengah Corona

NASIONAL - Eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menggaungkan gerakan makmurkan masjid dan salat berjemaah...

Siap-siap, Pemerintah Akan Buat Dasar Hukum Mudik Lebaran di Tengah Corona

Siap-siap, Pemerintah Akan Buat Dasar Hukum Mudik Lebaran di Tengah Corona

NASIONAL - Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman mengatakan pemerintah saat ini tengah menyiapkan Peraturan Presiden...

Padang Tetapkan KLB Corona, Ini Kata Wali Kota Mahyeldi

Padang Tetapkan KLB Corona, Ini Kata Wali Kota Mahyeldi

PADANG -- Pemerintah Kota Padang telah resmi menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) virus corona. Penetapan KLB...

UPDATE: Kasus Positif Corona di Sumbar Jadi 5 Orang

UPDATE: Kasus Positif Corona di Sumbar Jadi 5 Orang

PADANG -- Kasus positif virus Corona (COVID-19) di Sumatera Barat (Sumbar) meningkat drastis per hari ini. Peningkatan...

Arab Saudi Minta Indonesia Jemput Jemaah Umroh Overstay, Bagaimana dengan Habib Rizieq?

Arab Saudi Minta Indonesia Jemput Jemaah Umroh Overstay, Bagaimana dengan Habib Rizieq?

NASIONAL - Kerajaan Arab Saudi mengampuni jemaah umroh asal Indonesia yang overstay. Saudi juga meminta Pemerintah RI...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu