Friday, 05 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Kriminal

Diburu KPK, Caleg PDIP Harun Masiku Diduga Berada di Luar Negeri

Senin, 13 Januari 2020 - 14:46:32 WIB - 553
Diburu KPK, Caleg PDIP Harun Masiku Diduga Berada di Luar Negeri
Ketua KPU Arief Budiman (paling kiri) bersama Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam konferensi pers di Gedung KPK (Foto: Kompas.com)


KRIMINAL - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengungkapkan, belum dilakukannya pencekalan terhadap caleg PDIP Harun Masiku karena yang bersangkutan sudah berada di luar negeri.

"Berdasarkan informasi dari Ditjen Imigrasi, Harun sudah berada di luar negeri sebelum KPK melakukan (operasi) tangkap tangan," kata Ghufron, Senin (13/1).

Siang ini, lanjut Ghufron, lembaga antirasuah akan berkoordinasi dengan Menkumham terkait hal ini. KPK juga terus mengimbau agar Harun segera menyerahkan diri. "Kami imbau yang bersangkutan segera menghadap ke KPK. Kalaupun tidak, nanti kami akan tetap cari dan kami masukkan dalam DPO," kata Ghufron menegaskan.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Ahmad Nursaleh membenarkan sampai saat ini belum ada permohonan pencekalan untuk Harun Masiku. "Belum ada," kata Ahmad.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan sebagai tersangka penerimaan suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024. KPK juga turut menetapkan mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, caleg DPR dari PDIP, Harun Masiku, serta seorang swasta bernama Saeful.

KPK menduga Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina diduga menerima suap dari Harun dan Saeful. Suap dengan total sebesar Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu. Penetapan tersangka ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif delapan orang yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1) kemarin. (rep)

Editor/Sumber: Romeo/Republika.co.id
Tag: hukum,indonesia,kriminal,metro,nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Gawat! Kerusuhan di AS Menggila, Jenderal Perang Terganas Ini Mendadak Muncul di Gedung Putih

Gawat! Kerusuhan di AS Menggila, Jenderal Perang Terganas Ini Mendadak Muncul di Gedung Putih

INTERNASIONAL - Sosok paling berpengaruh di militer Amerika dan terkenal paling ganas di dunia mendadak muncul di...

Di Tengah Tensi Dunia, Israel Tiba-tiba Luncurkan Rudal Balistik Canggih Baru Berakurasi Tinggi

Di Tengah Tensi Dunia, Israel Tiba-tiba Luncurkan Rudal Balistik Canggih Baru Berakurasi Tinggi

INTERNASIONAL - Di tengah memanasnya tensi dunia yang melibatkan negara-negara besar seperti Amerika, China dan Rusia....

Tidak Mau Kalah Dari Kemendagri, Pemko Solok Ikut Lombakan New Normal

Tidak Mau Kalah Dari Kemendagri, Pemko Solok Ikut Lombakan New Normal

KOTA SOLOK -- Tidak mau kalah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dalam menggalakan program new normal,...

Kabar Gembira, Sebanyak 765 KK Desa Tuapejat Akan Menerima BLT Dari Kemensos dan Provinsi

Kabar Gembira, Sebanyak 765 KK Desa Tuapejat Akan Menerima BLT Dari Kemensos dan Provinsi

MENTAWAI -- Sebanyak 765 Kepala keluarga (KK) di Desa Tuapeijat Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai...

Jubir Pemprov Koreksi Jumlah Pasien di Sumbar, Positif Corona Menjadi 583 Orang, 5 Sembuh

Jubir Pemprov Koreksi Jumlah Pasien di Sumbar, Positif Corona Menjadi 583 Orang, 5 Sembuh

PADANG -- Juru Bicara (Jubir) Pemprov Sumbar untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19) Jasman Rizal mengoreksi jumlah...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu