Wednesday, 15 Jul 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Ibu-anak Tersangka Bisnis Prostitusi Berkedok Kos-kosan di Padang Terancam 10 Tahun Penjara

Rabu, 15 Januari 2020 - 14:57:00 WIB - 871
Ibu-anak Tersangka Bisnis Prostitusi Berkedok Kos-kosan di Padang Terancam 10 Tahun Penjara
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


PADANG - Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan ibu dan anak pelaku bisnis prostitusi yang baru saja diamankan Polda Sumbar beberapa hari lalu kini terancam hukuman penjara di atas 10 tahun. Kedua tersangka yakni H (54) dan D (30) akan dikenakan Undang Undang Perlindungan Anak dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"Ancamannya di atas 10 tahun," kata Stefanus, Rabu (15/1).

Polda Sumbar melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) mengungkap praktik prostitusi pekan lalu tepatnya pada Jumat (10/1). Praktik prostitusi itu berkedok rumah kos-kosan dan warung makan di Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangan, Kota Padang.

Tersangka adalah sepasang ibu dan anak. Ibu bernisial H berperan sebagai pengendali operasi dan D sebagai muncikari. Kabarnya, pelanggan yang merupakan laki-laki hidung belang dikenakan tarif Rp 300 ribu untuk ditemani oleh perempuan yang disimpan H dan D di kos-kosan miliknya.

Stefanus menjelaskan pengungkapan kasus bisnis prostitusi ini dilakukan kepolisian setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. Saat melakukan penggerebekan, polisi mengamankan dua tersangka dan tiga orang perempuan yang diperdagangkan.

Tiga orang perempuan tersebut dianggap sebagai korban perdagangan orang. Satu perempuan masih di bawah umur. Tiga orang korban tersebut kini dibawa ke panti sosial di Solok untuk diberikan pembinaan.

"Tiga adalah korban dan dua orang adalah pelakunya yaitu seorang ibu dan anak. Untuk korban kita bawa ke panti sosial di Solok. Di sana akan dilakukan pembinaan," ucap Kombes Stefanus. (rep)

Editor/Sumber: Romeo/Republika.co.id
Tag: hukum,metro,padang,pos-polisi,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Situs PPDB Sumbar Diretas, Kata-kata Caruik Pungkang Sempat Muncul

Situs PPDB Sumbar Diretas, Kata-kata Caruik Pungkang Sempat Muncul

PADANG -- Situs Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sumbar (ppdbsumbar.id) diretas (hack). Di situs itu sempat...

Inovasi Budidaya Bawang Merah di Masa Pandemi, Wawako Asrul Puji Gapoktan Koto Katiak

Inovasi Budidaya Bawang Merah di Masa Pandemi, Wawako Asrul Puji Gapoktan Koto Katiak

PADANG PANJANG -- Wakil Walikota Padang Panjang, Drs. Asrul didampingi Ketua DPRD, Mardiansyah, dan Kepala Dinas Pangan...

Mentawai Memiliki Budaya Kesenian Bernilai, Ibrani Sababalat: Harus Dihargai dan Dihormati

Mentawai Memiliki Budaya Kesenian Bernilai, Ibrani Sababalat: Harus Dihargai dan Dihormati

MENTAWAI - Ibrani Sababalat SH, salah satu Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai dari Fraksi PDIP, mengajak...

Tersangka Kasus Mafia Tanah 674 Ha Lehar Meninggal Dunia, Ini Kata Pakar Hukum Pidana

Tersangka Kasus Mafia Tanah 674 Ha Lehar Meninggal Dunia, Ini Kata Pakar Hukum Pidana

PADANG -- Terkait kasus mafia Tanah Lehar, Pakar Hukum Pidana Universitas Ekasakti, Sahnan Sahuri Siregar mengatakan...

Kasus Pencabulan Meningkat, Anggota DPRD Mentawai Jimer Munthe Angkat Bicara

Kasus Pencabulan Meningkat, Anggota DPRD Mentawai Jimer Munthe Angkat Bicara

MENTAWAI - Maraknya kasus pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Kepulauan Mentawai baru baru ini, membuat anggota...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu