Friday, 10 Jul 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Begini Respon Wapres Soal Mega Skandal Jiwasraya

Rabu, 15 Januari 2020 - 15:07:14 WIB - 475
Begini Respon Wapres Soal Mega Skandal Jiwasraya
Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Dok. Istimewa)


NASIONAL - Wakil Presiden KH Maruf Amin meminta Kejaksaan Agung mengusut tuntas tersangka yang menyebabkan PT Asuransi Jiwasraya mengalami masalah gagal bayar. Hal itu disampaikan Maruf setelah Kejaksaan Agung menetapkan dan menahan lima tersangka dalam kasus tersebut.

Lima tersangka diketahui tiga dari mantan petinggi Jiwasraya, yakni mantan direktur utama Hendrisman Rahim, mantan kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, mantan direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, dan dua pihak swasta yakni Komisaris PT Hanson Tradisional Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

"Prinsipnya pemerintah mendorong Kejaksaan Agung memproses ini secara tuntas. Nanti akan ditentukan siapa yang bersalah di sini, termasuk keputusannya nanti dana-dana nasabah seperti apa, bagaimana penyelesaiannya. Kita ikuti saja," ujar Maruf, Rabu (15/1) dikutip dari laman Republika.

Menurut Maruf, penuntasan kasus tersebut akan membuka secara terang nasib nasabah Jiwasraya yang dirugikan karena ulah para tersangka. Karena itu, ia meyakini Kejakgung akan memproses tuntas dan transparan kasus tersebut.

"Nanti Kejaksaan Agung akan menentukan siapa yang bersalah di sini. Kemudian keputusannya nanti dana-dana nasabah seperti apa, bagaimana penyelesaiannya. Kita ikuti saja yang menjadi pembahasan atau proses di kejaksaan agung," ujar Maruf.

Untuk itu juga, ia meminta semua pihak menghormati jalannya proses hukum di Kejagung. Maruf juga belum dapat memastikan langkah lanjutan untuk menangani persoalan tunggakan nasabah Jiwasraya, termasuk kemungkinan menggunakan APBN.

"Saya kira nanti ada mekanisme yang nanti akan ditetapkan. Kan masih dalam pengkajian, seperti apa, berapa besarnya, berapa jumlah nasabah. Nanti ada cara-caranya. Ini kan masalah yang tentu tidak sederhana memutuskannya," ujar Maruf. (rep)

Editor/Sumber: Romeo/Republika.co.id
Tag: hukum,indonesia,kriminal,metro,nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Syaiful Rustam: Covid-19 Bukan Aib Jangan Takut Swab Test

Syaiful Rustam: Covid-19 Bukan Aib Jangan Takut Swab Test

KOTA SOLOK - Sekretaris Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Solok Syaiful Rustam, Kamis (9/7) mengingatkan wabah...

Masih Banyak yang Belum Pakai, Polisi Bagikan Masker untuk Warga Kota Padang Panjang

Masih Banyak yang Belum Pakai, Polisi Bagikan Masker untuk Warga Kota Padang Panjang

PADANG PANJANG -- Masih adanya pengguna jalan dan warga yang keluar tanpa mengenakan masker membuat polisi di Kota...

Sebanyak 18 Milyar dari Kemen PUPR Untuk Kabupaten Solok

Sebanyak 18 Milyar dari Kemen PUPR Untuk Kabupaten Solok

KABUPATEN SOLOK -- Pemerintah Daerah Kabupaten Solok mendapatkan dana hibah sebanyak Rp18 M dari Kementerian Pekerjaan...

Hingga Hari Ini Kasus COVID-19 Indonesia Masih Tertinggi di ASEAN dan Posisi 29 di Dunia

Hingga Hari Ini Kasus COVID-19 Indonesia Masih Tertinggi di ASEAN dan Posisi 29 di Dunia

NASIONAL - Hingga hari ini, Kamis (2/7/2020) kasus konfirmasi positif COVID-19 secara global tercatat ada sebanyak...

Lakukan Pengabdian, Mahasiswa Kukerta UNRI Jadi Relawan Covid-19 di BPBD Padang Panjang

Lakukan Pengabdian, Mahasiswa Kukerta UNRI Jadi Relawan Covid-19 di BPBD Padang Panjang

PADANG PANJANG - Mahasiswa Universitas Riau telah melakukan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) dengan menjadi Relawan Wabah...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu