Tuesday, 13 Nov 2018
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Membumikan DragonBoat di Ranah Minang

Sabtu, 14 Juli 2012 - 13:59:20 WIB - 1520
Membumikan DragonBoat di Ranah Minang


Oleh Nur Rahmat -- Kolaborasi kultural yang terkena sentuhan dari teknologi dan perkembangan zaman, ini biasa disebut sebagai transformasi. Masyarakat ataupun obyek yang terkena sentuhan teknologi secara otomatis akan berdaptasi dengan transformasi tersebut.

Secara hakekat manusia memandang sungai maupun laut sebagai sebuah harta karun melimpah dari tuhan seperti biota laut, ikan dan lain sebagainya. Kendati bahaya menghadang di laut, namun karna semangat bertahan hidup masyarakat akan mengarungi samudra yang luas dengan perahu ataupun kapal sebagai sarana transportasi, biasanya jika di suatu daerah tidak mempunyai sumber daya lagi.

Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan pemikiran serta pengaruh cultural masyarakat Masyarakat mulai memikirkan hiburan dari kebiasaan hidup mereka sehari-hari. Maka dibuatkan sebuah perlombaan untuk menjalin keakraban dan merajut tali silaturahim , salahsatunya event DragonBoat. Masyarakat minang lebih mengenalnya dengan selaju sampan, perlombaan selaju sampan dikenal dengan dayung Palingam, sejak era tahun 80’an event tradional ini sangat popular di Sungai Batang Arau, biasanya digelar serentak dengan perayaan HUT RI, tanggal 17Agustus.

Tujuan dari event selaju sampan ini sebagai sarana hiburan dan menjalin kekraban, event ini digelar secara sederhana dengan donasi baik hadiah maupun piala berasal dari masyarakat sekitar. Seiring perkembangan zaman masuk tahun 2000-an event ini kian meredup karna donasi yang kurang dan kurangnya antusime masyarakat menggelar event,. Hal ini lebih dipengaruhi krisis moneter yang melanda Indonesia tahun 1998, harga-harga naik, yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi. Dampak resesi ekonomi ini juga membuat olahraga tradisional ini meredup ditelan zaman. Di samping itu juga dipengaruhi kurangnya regenerasi yang menyebabkan olahraga tradisonal selaju sampan tidak lagi diminati oleh generasi muda.

Ketika penulis mewancarai 100 koresponden di Padang lebih dari 70% tidak mengetahui selaju sampan, 20% menyatakan tahu dan 10% menyatakan tidak mengenal selaju sampan. Hal ini perlu menjadi PR kita semua agar kaum muda bisa melestrikan budaya minangkabau baik olahraga, kesenian maupun tari-tarian.

Setelah meredupnya event selaju sampan kemudian munculah gagasan olahaga dayung yang bernama DragonBoat di bawah oleh seorang marinir yang bernama Fauzi Bahar yang sekarang menjabat sebagai Walikota Padang. Event ini menjadi agenda rutin tahunan Pemko Padang selama 10 tahun, alasannya DragonBoat bisa dimasukan sebagai kelander rutin dan ikon pariwisata Kota Padang yang meningkatkan destinasi wisata di Kota Padang.

DragonBoat adalah perahu Sebuah perahu bertenaga manusia perahu tradisional terbuat dari kayu jati. DragonBoat juga, salah satu dari keluarga Perahu Tradisional terpanjang mendayung ditemukan di seluruh Asia, Afrika dan Kepulauan Pasifik. Dragonboat merupakan dasar dari olahraga tim mendayung perahu naga berlomba sebuah Watersport amatir yang berakar dalam ritual rakyat kuno desa bersaing diselenggarakan selama 2000 tahun terakhir di seluruh Cina selatan. Sementara 'kompetisi' telah terjadi setiap tahun selama lebih dari 20 abad sebagai bagian dari upacara keagamaan dan adat istiadat rakyat.

Lomba perahu naga telah muncul di zaman modern sebagai olahraga internasional, dimulai di Hong Kong pada 1976. Namun sejarah perahu naga dalam persaingan mencapai sejauh era yang sama dengan permainan asli dari Olympia di Yunani kuno. Kedua perahu naga balap dan Olimpiade kuno termasuk aspek perayaan keagamaan dan perayaan komunitas bersama.

Untuk acara kompetisi, perahu naga umumnya dicurangi dengan hiasan kepala naga Cina dan ekor. Di lain waktu seperti pelatihan regalia dekoratif biasanya dihapus, meskipun drum sering tetap di atas kapal untuk praktek dengan drumer.

Lomba perahu naga secara tradisional diadakan sebagai bagian dari Festival tahunan atau Duanwu Duen ketaatan Id di Cina. Pengamat abad ke-19 Eropa dari ritual balap, tidak memahami pentingnya Duanwu, disebut tontonan sebagai "festival perahu naga". Ini adalah istilah yang telah menjadi dikenal di Barat. (Diterjemahkan dalam bahasa Cina sebagai dragonboat Longzhou, sedangkan diterjemahkan duanwu dalam bahasa Inggris sebagai meridian mengacu pada titik balik matahari musim panas.

Dragonboat diselenggarakan di Duanwu, diamati dan dirayakan di Asia Tenggara dengan populasi besar etnis China tinggal di sana misalnya Singapura, Indonesia, Malaysia, Kepulauan Riau dan Cina. Tanggal itu disebut sebagai "kelima ganda" sejak Duanwu diperhitungkan sebagai hari kelima dari bulan lunar kelima, yang sering jatuh pada bulan kalender Gregorian Juni, tetapi juga, jarang, pada bulan Mei atau Juli. Hal ini karena Duanwu diperhitungkan setiap tahun sesuai dengan sistem kalender tradisional China, yang merupakan kombinasi siklus matahari dan bulan, tidak seperti tata surya berbasis kalender Gregorian. Paskah Kristen adalah contoh lain dari lunar berbasis kalender dan perhitungan tanggal.

Pada bulan Desember 2007, pemerintah pusat dari Republik Rakyat Cina menambahkan Duanwu, bersama dengan Qingming dan Mid-Autumn Festival dengan jadwal hari libur nasional diamati di Republik Rakyat Cina, seperti pentingnya dragonboating di Cina hari ini. DragonBoat bertujuan sebagai ajang silurahim antar Negara, daerah dan antar kota Kolaborasi rasa kegontongroyongan yang dikemas dalam bingkai kebudayan Cina keseluruhannya merupahakan semangat lahirnya DragonBoat.

Terakhir penulis para generasi muda agar membumikan DragonBoat menajdi milik orang Minangkabau dengan lebih banyak menampilkan budaya Minangkabau dan berusaha mempertahankan event ini sebagai ajang mempererat tali silaturahim dan sarana promosi Kota Padang kepada dunia International.

(Penulis adalah wartawan MinangkabauNews yang juga penggemar olahraga DragonBoat)

Polling Capres cawapres 2019-2024
Editor/Sumber:
Tag: sport

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Miris, Diamankan Saat Mengemis, Tiga Bocah di Padang ini Mengaku Disuruh Bapak Kandung

Miris, Diamankan Saat Mengemis, Tiga Bocah di Padang ini Mengaku Disuruh Bapak Kandung

PADANG - Masa kanak-kanak adalah masa untuk bermain dan belajar. Justru seorang bapak kandung di Padang, Sumatera Barat...

 Miliki Sejarah Perjuangan, Wawako Erwin Yunaz Tabur Bunga di Jembatan Ratapan Ibu

Miliki Sejarah Perjuangan, Wawako Erwin Yunaz Tabur Bunga di Jembatan Ratapan Ibu

PAYAKUMBUH - Peringatan Hari Pahlawan 10 November di Kota Payakumbuh berlangsung dengan khidmat. Kenang jasa...

Guardiola Sindir Chelsea dan Liverpool Setelah ManCity Kembali ke Puncak Klasemen

Guardiola Sindir Chelsea dan Liverpool Setelah ManCity Kembali ke Puncak Klasemen

BOLA - Kemenangan besar atas Southampton membawa Manchester City kembali ke puncak klasemen sementara Premier League...

Luapan Sungai Batang Arau, Sejumlah Daerah di Padang Selatan Dilanda Banjir

Luapan Sungai Batang Arau, Sejumlah Daerah di Padang Selatan Dilanda Banjir

PADANG -- Akibat curah hujan tinggi, Banjir setinggi 80 cm melanda Seberang Palinggam dan Pasar Gadang, Jundul,...

Tim ACT Sumbar Turun Bantu Dua Daerah Terdampak Banjir Padang dan Pessel

Tim ACT Sumbar Turun Bantu Dua Daerah Terdampak Banjir Padang dan Pessel

PADANG -- Banjir bandang merendam Kabupaten Pesisir Selatan pada Kamis (1/11/2018) dan Kota Padang pada Jumat (2/11),...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media