Saturday, 04 Apr 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Politisi PDIP: Tolok Pemulangan WNI Eks ISIS, Status Kewarganegaraan Mereka Sudah Gugur

Sabtu, 08 Februari 2020 - 19:22:34 WIB - 398
Politisi PDIP: Tolok Pemulangan WNI Eks ISIS, Status Kewarganegaraan Mereka Sudah Gugur
Politisi PDIP Effendi Simbolon (Foto: DOk. Istimewa)


NASIONAL - Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP Effendi Simbolon menolak pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah bergabung pada ISIS. Menurut dia, status kewarganegaraan mereka itu sebetulnya sudah gugur bila mengacu pada pasal 23 Undang-undang 12/2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

"Kami terus terang menolak dengan tegas untuk rencana atau wacana pemerintah untuk mengembalikan atau memulangkan eks WNI. Saya menyatakan begini karena mereka sudah gugur secara kewarganegaraan," kata dia usai menghadiri diskusi publik di Menteng, Jakarta, Sabtu (8/2).

Pasal 23 UU 12/2006 menyebutkan, warga negara Indonesia kehilangan kewarganegaraannya salah satunya jika yang bersangkutan masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden.

"Itu kan bila mereka sudah menyatakan diri dan seterusnya itu kan gugur. Kita pun pernah mengalami ada menteri kemudian kita protes ke Pak Jokowi dan Pak Jokowi menyadari ada kesalahan. Apalagi ini perbuatan yang jelas-jelas melanggar hukum di bidang teroris," ungkap dia.

Effendi pun mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo yang telah memberi sinyal ketidaksetujuannya untuk memulangkan WNI eks ISIS.

"Tapi positifnya, Pak Jokowi sudah beri sinyal bahwa tidak akan menyetujui, sehingga kita berharap jangan lagi dilontarkan ke publik, sudahlah cukup tidak akan dilakukan evakuasi, biarkan mereka ada di luar," ujarnya.

Terlebih menurut Effendi ini sudah menjadi konsekuensi bagi orang yang telah memilih bergabung dengan ISIS.

"Itu sudah keniscayaan, dinamika, dan konsekuensi tiap warga negara yang memilih sebuah gerakan yang jelas-jelas bertentangan dengan ideologi kita, bukan hanya ideologi kita tapi juga bertentangan dengan nilai-nilai humaniter dunia," ucap dia. (rep)

Editor/Sumber: Romeo/Republika.co.id
Tag: hukum,indonesia,internasional,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Kedapatan Balap Liar, Tujuh Remaja di Padang dan 3 Sepeda Motor Diamankan Pol PP

Kedapatan Balap Liar, Tujuh Remaja di Padang dan 3 Sepeda Motor Diamankan Pol PP

PADANG - tujuh orang remaja laki-laki beserta tiga unit kendaraan roda dua diamankan Satpol PP Padang di kawasan Air...

Antisipasi Corona, Pemko Padang Sediakan Bilik Disinfektan dan Tempat Cuci Tangan di Pasar Pusat

Antisipasi Corona, Pemko Padang Sediakan Bilik Disinfektan dan Tempat Cuci Tangan di Pasar Pusat

PADANG PANJANG -- Pemerintah Kota Padang Panjang menyediakan bilik disinfektan serta tempat cuci tangan sebagai upaya...

DPRD Kabupaten Solok Minta Tambah Dana Cadangan Kedaruratan Jadi Rp25 Milyar

DPRD Kabupaten Solok Minta Tambah Dana Cadangan Kedaruratan Jadi Rp25 Milyar

KABUPATEN SOLOK -- DPRD Kabupaten Solok, dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Solok, Jon Fiman Pandu, Rabu (1/4), dalam rapat...

Pentingkan Keselamatan, Pelaksanaan Lanal Mentawai Fun Fishing Diundur

Pentingkan Keselamatan, Pelaksanaan Lanal Mentawai Fun Fishing Diundur

MENTAWAI - Acara Lanal Mentawai Fun Fishing yang rencananya akan di laksanakan pada 4 April mendatang akhirnya di...

Gubernur Puji Langkah Cepat Wako Padang Panjang Sediakan Karantina Pasien Corona

Gubernur Puji Langkah Cepat Wako Padang Panjang Sediakan Karantina Pasien Corona

PADANG PANJANG -- Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno meninjau Karantina Covid-19 yang berada di Mess...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu