Saturday, 04 Apr 2020
Minangkabaunews
headline
Pemko Pariaman home berita Pariaman

Miris, Pasutri di Pariaman Jual Gadis 16 Tahun, 150 Ribu Sekali Kencan

Selasa, 11 Februari 2020 - 14:16:24 WIB - 1382
Miris, Pasutri di Pariaman Jual Gadis 16 Tahun, 150 Ribu Sekali Kencan
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


PARIAMAN - Satpol PP Kota Pariaman ungkap dugaan kasus Eksploitasi Seksual Komersial Anak (Eska) yang diperantarai mucikari sepasang suami istri.

Kadis Pol PP dan Damkar Pariaman Elfis Chandra didampingi Kasi Penyidik Alrinaldi menyebutkan, terungkapnya kasus prostitusi anak di bawah umur ini berawal dari penangkapan oleh Pemuda Kelurahan Karan Aur, Kecamatan Pariaman Tenggah bersama anggota Satpol PP yang sedang piket jaga di GOR Rajo Bujang pada tanggal 09 Februari 2020 sekira pukul 01.45 dini hari.

"Yang mana mereka mendapati gadis kecil CK (16) dan laki-laki dewasa ZZ (48) sedang asik mojok berduaan di tempat gelap di sisi bangunan GOR," kata Elfis, Selasa (11/02) kepada Minangkabaunews saat dikonfirmasi ulang melalui sambungan telepon.

Lanjutnya, karena pemuda dan anggota Satpol PP meyakini perbuatan mereka berdua patut diduga telah melanggar Pasal 6 ayat (1) Perda No. 10 Tahun 2013 tentang Pencegahan, Penindakan, Pemberantasan Penyakit Masyarakat dan Maksiat maka mereka membawa kedua tersangka dan melaporkan kejadian pada Petugas Piket Satpol PP dan Damkar Kota Pariaman.

Sekitar jam 02.00 dini hari Kasi Penyidik Pol PP dan Damkar Alrinaldi mendapatkan laporan via telpon dari anggota piket dan langsung meluncur menuju Mako. Kemudian mulai melakukan interogasi pada CK dan ZZ.

"Keduanya mengakui bahwa memang benar mereka telah melakukan perbuatan yg mengarah pada Perzinaan sebagaimana telah dilarang dalam Pasal 6 ayat (1) Perda No.10 Tahun 2013," sambung Elfis.

Selanjutnya Kasi Penyidik Alrinaldi melakukan interogasi pengembangan kasus secara lebih mendalam karena umur remaja ini 16 tahun.

"Hasilnya cukup mengejutkan ZZ mengakui telah membeli CK pada sepasang mucikari suami istri yakninya AYY (23) dan Suaminya IS (23) seharga Rp. 150.000,- untuk sekali kencan," ungkapnya.

Lebih jauh Elfis menuturkan, mendengar informasi tersebut Kasi Penyidik dan Anggota Satpol PP langsung mengambil inisiatif menjemput AYY & Suaminya IS di Kedai Nasi Goreng Artis Pauh Kamba Kabupaten Padang Pariaman dan dibawa ke Mako Pol PP untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Setelah diinterogasi sepasang mucikari tersebut membenarkan keterangan dari CK dan ZZ tersebut," ungkap Elfis.

Kemudian Kasi Penyidik kembali mencoba melakukan pendalaman ternyata memang benar CK (16) telah sering diperjual belikan oleh kedua pasutri ini yang mana pada malam sebelum kejadian ini CK dijual pada dua laki-laki hidung belang seharga Rp. 200.000,- dimana CK dipakai sebanyak 2 (kali) di dalam mobil saat mobil sedang berjalan di sekitaran Lubuk Alung.

Tidak hanya itu dari keterangan CK juga menyatakan bahwa peliharaan AYY dan IS tidak hanya dirinya namun ada sekitar 5 orang gadis belia lagi yang mana seluruh kencan mereka dipromosikan, diatur & direncanakan oleh kedua pasutri ini.

"Berdasarkan pengakuan para tersangka ini maka Kasi Penyidik menyadari Kasus ini bukan lagi menjadi Ranah Penyidik Pol PP (PPNS Penegak Perda) namun merupakan ranah Penyidik POLRI karena patut diduga telah ini merupakan Perkara Pelanggaran Terhadap UU No. 23 Tahun 2002 jo UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 76 huruf l dan Pasal 88, yang mana hal tersebut sedang menjadi isu dunia internasional yaitu sering disebut ESKA (Eksploitasi Seksual Komersial Anak)," jelas Elfis.

Mempertimbangkan hal tersebut Kasat Pol PP & Damkar Elfis Chandra mengarahkan Penyidik untuk berkoordinasi dgn Kasat Reskrim Polres Pariaman selaku Korwas PPNS dan Kasat Reskrim memberikan petunjuk untuk menghubungi Kanit PPA.

Kanit PPA kemudian melakukan penyelidikan awal di Mako Pol PP setelah membaca hasil BAP PPNS dan melakukan Interogasi langsung pada seluruh tersangka dan Kanit PPA juga sependapat kasus ini adalah masuk ranah Undang-undang dan meminta Pol PP untuk melimpahkan Kasus kepada Penyidik Polri.

Kemudian siapkan dokumen pelimpahan perkara kepada Penyidik Polri yaitu sbb:
1. Surat Pelimpahan Penyidikan 4 orang tersangka Kepada Kapolres Pariaman Cq. Kasat Reskrim;
2. Berita Acara Pelimpahan Penyidikan yg ditandatangani saksi-saksi di TKP;
3. Berita Acara Serah Terima Barang Bukti.

"Namun setelah dokumen penyerahan siap ada insiden kecil, pelaku ZZ melarikan diri dari Mako Satpol PP untuk itu pada hari Minggu tgl 09/02/2020 tersebut kami hanya bisa menyerahkan 3 (tiga) orang tersangka," tutur elfis.

Setelah mengantar 3 orang tersangka ke Polres Pariaman, Penyidik dan Anggota berusaha mencari Tersangka ZZ yang kabur ke rumahnya di Simpang Balai Basuo Kabupaten Padang Pariaman dan berkooordinasi dengan Walinagari serta perangkat nagari setempat agar meminta warganya ZZ untuk segera menyerahkan diri.

"Dan pada Senin pagi (10/02/2020) ZZ diantar salah satu warga kembali menyerahkan diri ke Mako Satpol PP dan Kami langsung antar ke Polres Pariaman," tutup Elfis. (Warman)

Editor/Sumber: Reza S
Tag: daerah,hukum,kriminal,metro,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

KPAI Ingin Setiap Kamar Pasien Covid-19 Ada Hotline Family Support Untuk Anak

KPAI Ingin Setiap Kamar Pasien Covid-19 Ada Hotline Family Support Untuk Anak

JAKARTA -- Sudah ribuan keluarga yang terpapar Covid-19 dengan berbagai tingkatannya. Baik yang meninggal, di isolasi,...

Heboh Video Gelembung Raksasa di Selat Sunda Dekat Gunung Krakatau, Begini Kata Ahli Vulkanologi

Heboh Video Gelembung Raksasa di Selat Sunda Dekat Gunung Krakatau, Begini Kata Ahli Vulkanologi

NASIONAL - Gelembung udara berukuran besar ditemukan di Perairan Selat Sunda, Lampung. Fenomena ini muncul di bibir...

Peduli Tenaga Medis, Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang Serahkan 166 APD

Peduli Tenaga Medis, Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang Serahkan 166 APD

PADANG PANJANG -- Peduli tenaga Medis, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padang Panjang menyalurkan bantuan sumbangan 166...

Gawat, Lebih 1 Juta Orang di Dunia Terinfeksi Corona

Gawat, Lebih 1 Juta Orang di Dunia Terinfeksi Corona

INTERNASIONAL - Angka kasus pasien terkonfirmasi positif virus corona di seluruh dunia melonjak tajam mencapai hingga...

Antisipasi Corona, Pemko Padang Sediakan Bilik Disinfektan dan Tempat Cuci Tangan di Pasar Pusat

Antisipasi Corona, Pemko Padang Sediakan Bilik Disinfektan dan Tempat Cuci Tangan di Pasar Pusat

PADANG PANJANG -- Pemerintah Kota Padang Panjang menyediakan bilik disinfektan serta tempat cuci tangan sebagai upaya...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu