Saturday, 04 Apr 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Lima Puluh Kota

Inilah Alasan Warga Dua Nagari di 50 Kota Tolak Pembangunan Jalan Tol Sumbar-Riau

Kamis, 20 Februari 2020 - 20:46:38 WIB - 5978
Inilah Alasan Warga Dua Nagari di 50 Kota Tolak Pembangunan Jalan Tol Sumbar-Riau
Pembangunan jalan tol trans sumatera Padang-Pekanbaru. (istimewa)


LIMAPULUH KOTA - Rencana pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dengan trase Padang-Pekanbaru banyak mendapat penolakan masyarakat. Seperti dilakukan warga dua nagari di Kecamatan Payakumbuh, Limapuluh Kota.

Penolakan tersebut didasari banyaknya lahan produktif, bangunan hingga fasilitas umum terkena dampak pembangunan jalan bebas hambatan. Jika masih memakai rute yang direncanakan pihak perencana, warga khawatir bakal menimbulkan banyak kerugian terutama lahan produktif.

Jasriman, salah seorang tokoh nagari Koto Baru Simalanggang kepada wartawan menyebut, sebelum dilakukan sosialisasi pihak perencana pembangunan telah melakukan pematokan rencana rute pembangunan tanpa sepengetahuan warga.

Pada pertemuan antara pihak perencana pembanguan dengan masyarakat yang dilewati jalan tol, pihak masyarakat, katanya, telah menyampaikan sikap penolakan dalam forum pertemuan dengan pihak perencana pembangunan.

"Para tokoh bersama niniak mamak sepakat menolak. Sebab, jalan yang akan dibangun di nagari kami melewati 30 rumah yang dihuni 90 KK masyarakat," kata Jasriman kepada Minangkabaunews.com, Rabu (19/2) siang.

Pihak nagari Koto Baru Simalanggang, lanjutnya, juga sudah menyurati pihak-pihak terkait untuk penyampaikan penolakan. Warga berharap rencana pembangunan jalan tol dipindahkan ke daerah yang tidak padat penduduk atau lahan non produktif.

"Jika pembangunannya (jalan tol) tetap dipaksakan pembangunannya di nagari kami, saya hakkul yakin, ini akan memicu masalah baru di tengah-tengah masyarakat," tuturnya.

Adapun penolakan yang sama turut disampaikan masyarakat Nagari Taeh Baruah. Pejabat Sementara Nagari Taeh Baruah, Hasrul ketika diwawancara wartawan melalui telepon genggamnya, mengaku jika warganya sudah menyampaikan surat penolakan perihal rencana pembangunan jalan tol seksi IV Payakumbuh-Pangkalan.

"Sebelum saya dilantik sebagai PJ Wali Nagari (Taeh Baruah) para tokoh masyarakat bersama tokoh adat sudah duduk bersama. Saya baru menjabat PJ disini. Namun warga tetap sepakat menolak rencana pembangunan jalan tol," jawab Hasrul, Rabu (19/2) siang.

Menurutnya, penolakan disampaikan warga karena sejumlah alasan. Seperti lokasi yang akan dilewati adalah lahan pertanian produktif milik warga yang sebagian tanahnya merupakan tanah ulayat ataupun tanah kaum. Selain itu, sejumlah bangunan warga juga akan dilewati.

"Berdasarkan absesi peserta rapat pada pertemuan itu ada sekitar 20 rumah dan 20 KK menolak. Surat penolakan sudah disampaikan semenjak November atau Desember tahun lalu," terangnya.

Terpisah, camat Kecamatan Payakumbuh, Syaiful mengakui terkait adanya penolakan warga dari Nagari Taeh Baruah dan Nagari Simalanggang.

"Alasan warga menolak hal itu mungkin karena ada dampak sosial juga. Tapi kalau masyarakat yang terdampak langsung, ada yang menolak dan ada juga yang mendukung (rencana pembangunan jalan tol)," katanya.

Menyikapi hal itu, Syaiful menyebut, pihak kecamatan dan nagari terus berusaha menjelaskan kepada masyarakat terkait pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang merupakan program strategis nasional.

"Tentunya pihak-pihak di atas yang lebih punya peran penuh untuk menjelaskan ke masyarkat. Seperti kami di kecamatan dan nagari membantu untuk menjalankan program tersebut," katanya.

Ia mengakui, pihak kecamatan sudah menerima surat penolakan dari warga yang dimasukkan pada akhir tahun lalu. Surat itu pun sudah diteruskan ke pihak kabupaten.

Jika dicermati dari rutenya, Camatenyebut ada empat nagari di Kecamatan Payakumbuh yang bakal dilewati. Diantaranya nagari Koto Baru Simalanggang, Taeh Baruah, Koto Tangah Simalanggang, dan sebagian nagari Piobang.

"Yang memasukkan surat penolakan ke kami hanya dua nagari, yaitu Koto Baru Simalanggang dan Taeh Baruah," ujar Syaiful. (akg)

Editor/Sumber: Siel Saputra
Tag: limapuluh-kota,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Hidup Dalam Pasungan, Adi Dikunjungi Wabub dan Ketua DPRD 50 Kota

Hidup Dalam Pasungan, Adi Dikunjungi Wabub dan Ketua DPRD 50 Kota

LIMAPULUH KOTA - Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan kunjungi warga Nagari Talang Maua, Kecamatan Mungka yang...

Update Terbaru Kasus Corona 1 April di Indonesia, Positif 1.677, Meninggal 157 dan Sembuh 103

Update Terbaru Kasus Corona 1 April di Indonesia, Positif 1.677, Meninggal 157 dan Sembuh 103

NASIONAL - Jumlah kasus positif penyakit virus Corona (COVID-19) di Indonesia bertambah 149 kasus, angka kematian...

LKPJ Tahun 2019, Wali Kota Bukittinggi Sampaikan Ini

LKPJ Tahun 2019, Wali Kota Bukittinggi Sampaikan Ini

BUKITTINGGI -- Walikota Bukittinggi menyampaikan hantaran pada rapat paripurna istimewa Laporan Keterangan...

Kabar 300 Siswa Setukpa Polri Sukabumi Positif Covid-19 Dibantah Polri, Ini Faktanya

Kabar 300 Siswa Setukpa Polri Sukabumi Positif Covid-19 Dibantah Polri, Ini Faktanya

NASIONAL - Trekait kabar adanya ratusan siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri di Sukabumi, Jawa Barat,...

Gubernur Puji Langkah Cepat Wako Padang Panjang Sediakan Karantina Pasien Corona

Gubernur Puji Langkah Cepat Wako Padang Panjang Sediakan Karantina Pasien Corona

PADANG PANJANG -- Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno meninjau Karantina Covid-19 yang berada di Mess...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu