Wednesday, 13 Nov 2019
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Diduga Korupsi, Ketua Komisi XI Dicekal KPK

Rabu, 25 Juli 2012 - 07:37:31 WIB - 907
Diduga Korupsi, Ketua Komisi XI Dicekal KPK


Jakarta, MinangkabauNews -- Ketua Komisi XI DPR-RI Izedrik Emir Moeis belum mendapat pemberitahun terkait pencekalan dirinya dalam kasus korupsi proyek PLTU Lampung. Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan siap memenuhi panggilan KPK jika diperlukan.

Ia mengatakan tidak akan proaktif meminta konfirmasi kepada penyidik KPK perihal status pencekalannya ini. ''Nanti kan KPK juga akan memanggil,'' kata Emir di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/7) kemarin.

Emir menjelaskan, dirinya tidak tahu jika pencekalan atas dirinya terkait dugaan korupsi di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan di Lampung. Sejauh ini, dirinya tidak pernah dipanggil KPK untuk kasus tersebut.

Sejak Senin (23/7) hingga enam bulan ke depan Emir dilarang bepergian ke luar negeri. Pihak Imigrasi telah mengeluarkan surat cekal kepada Emir Moeis atas permintaan KPK. Dia diduga terlibat dalam korupsi proyek PLTU Lampung.

Juru Bicara KPK Johan Budi membenarkan cekal atas Emir Moeis atas kasus tersebut. ''Benar, KPK memerintahkan pencegahan ke luar negeri atas nama Emir Moeis,'' kata Johan.

Johan mengatakan pencegahan terhadap Emir terkait pengusutan Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Tarahan Lampung tahun 2004. Namun, dia enggan menjelaskan secara rinci kasus tersebut.

Selain kasus tersebut, nama Emir juga disebut-sebut telibat kasus dugaan korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kemenakertrans tahun 2008. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Neneng Sri Wahyuni, istri mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, sebagai tersangka.

Selain itu, Emir juga disebut-sebut terlibat kasus korupsi lainnya yang ditangani KPK dalam kasus dugaan suap cek perjalanan pemilihan Miranda Swaray Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004. Bersama sejumlah anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004, Emir disebut-sebut ikut menikmati cek senilai Rp 200 juta. Namun, tidak seperti rekan sefraksi, dalam kasus ini Emir berhasil lolos dari jerat hukum KPK. (005)

Editor/Sumber:
Tag: nasional

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Mendulang Pahala Dengan Sebar Konten Positif Demi Wujudkan Indonesia Maju

Mendulang Pahala Dengan Sebar Konten Positif Demi Wujudkan Indonesia Maju

Oleh : Amalia Hasti Dunia maya kita sedang dilanda penyakit hati. Sampah informasi bertebaran secara masif tanpa...

Kembangkan Sadar Wisata, Ini Dilakukan Dinpar Sumbar

Kembangkan Sadar Wisata, Ini Dilakukan Dinpar Sumbar

PADANG -- Dalam rangka meningkatkan pelaku pariwisata, Dinas Pariwisata Sumbar menggelar Pelatihan peningkatan dan...

MAN 3 Padang Panjang Kembali Gelar LKPIP se-Sumatra

MAN 3 Padang Panjang Kembali Gelar LKPIP se-Sumatra

PADANG PANJANG -- Menyambut hari ulang tahun Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang Panjang Ke 24 tahun, Gugus depan...

Ketua Tim Pilkada Gerindra Sumbar Puji Sikap Realistis Shadiq Pasadigoe, Ini Alasannya

Ketua Tim Pilkada Gerindra Sumbar Puji Sikap Realistis Shadiq Pasadigoe, Ini Alasannya

PADANG -- Bupati Tanah Datar 2005-2015, Ir. M. Shadiq Pasadigoe, S.H, M.M. terus menggalang dukungan untuk bertarung di...

Saat Kunjungi Kota Pariaman, Kepala BNPB Tinjau Tumbuhan Ini

Saat Kunjungi Kota Pariaman, Kepala BNPB Tinjau Tumbuhan Ini

PARIAMAN - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, mengunjungi tempat tumbuhnya...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media