Tuesday, 02 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Diduga Korupsi, Ketua Komisi XI Dicekal KPK

Rabu, 25 Juli 2012 - 07:37:31 WIB - 952
Diduga Korupsi, Ketua Komisi XI Dicekal KPK


Jakarta, MinangkabauNews -- Ketua Komisi XI DPR-RI Izedrik Emir Moeis belum mendapat pemberitahun terkait pencekalan dirinya dalam kasus korupsi proyek PLTU Lampung. Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan siap memenuhi panggilan KPK jika diperlukan.

Ia mengatakan tidak akan proaktif meminta konfirmasi kepada penyidik KPK perihal status pencekalannya ini. ''Nanti kan KPK juga akan memanggil,'' kata Emir di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/7) kemarin.

Emir menjelaskan, dirinya tidak tahu jika pencekalan atas dirinya terkait dugaan korupsi di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan di Lampung. Sejauh ini, dirinya tidak pernah dipanggil KPK untuk kasus tersebut.

Sejak Senin (23/7) hingga enam bulan ke depan Emir dilarang bepergian ke luar negeri. Pihak Imigrasi telah mengeluarkan surat cekal kepada Emir Moeis atas permintaan KPK. Dia diduga terlibat dalam korupsi proyek PLTU Lampung.

Juru Bicara KPK Johan Budi membenarkan cekal atas Emir Moeis atas kasus tersebut. ''Benar, KPK memerintahkan pencegahan ke luar negeri atas nama Emir Moeis,'' kata Johan.

Johan mengatakan pencegahan terhadap Emir terkait pengusutan Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Tarahan Lampung tahun 2004. Namun, dia enggan menjelaskan secara rinci kasus tersebut.

Selain kasus tersebut, nama Emir juga disebut-sebut telibat kasus dugaan korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kemenakertrans tahun 2008. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Neneng Sri Wahyuni, istri mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, sebagai tersangka.

Selain itu, Emir juga disebut-sebut terlibat kasus korupsi lainnya yang ditangani KPK dalam kasus dugaan suap cek perjalanan pemilihan Miranda Swaray Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004. Bersama sejumlah anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004, Emir disebut-sebut ikut menikmati cek senilai Rp 200 juta. Namun, tidak seperti rekan sefraksi, dalam kasus ini Emir berhasil lolos dari jerat hukum KPK. (005)

Editor/Sumber:
Tag: nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Makin Panas, China Kirim 4 Senjata Canggih Khusus Perang di Daratan Tinggi Ini ke Perbatasan India

Makin Panas, China Kirim 4 Senjata Canggih Khusus Perang di Daratan Tinggi Ini ke Perbatasan India

INTERNASIONAL - Ketegangan antara China dan India di wilayah perbatasan kedua negara masih belum berakhir, dan bahkan...

Demonstran Kepung Gedung Putih, Trump Kabur ke Bunker

Demonstran Kepung Gedung Putih, Trump Kabur ke Bunker

INTERNATIONAL - Ribuan demonstran mengepung gedung putih, hal ini dipicu karena kematian warga kulit hitam, George...

Tidak Terima Dana BLT Covid-19, Ratusan KK di Bengkalis Protes

Tidak Terima Dana BLT Covid-19, Ratusan KK di Bengkalis Protes

RANTAU -- Sedikitnya 100 kepala keluarga (KK) di lingkungan RT 03 RW 20, Bengkalis, Riau meradang, hal dikarenakan...

Keputusan Pahit, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini Batal Berangkat

Keputusan Pahit, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini Batal Berangkat

INTERNASIONAL - Menteri Agama Fachrul Razi, memastikan bahwa keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji...

Kabar Gembira, Tak Perlu Menunggu Lama Vaksin Covid-19 Siap Digunakan Akhir Oktober Ini

Kabar Gembira, Tak Perlu Menunggu Lama Vaksin Covid-19 Siap Digunakan Akhir Oktober Ini

INTERNASIONAL - Kompetisi untuk menemukan vaksin yang efektif untuk melawan virus corona atau COVID-19, semakin kuat...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu