Tuesday, 02 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Diduga Suap Bupati Buol, Hartati Diperiksa KPK

Sabtu, 28 Juli 2012 - 00:59:42 WIB - 1053
Diduga Suap Bupati Buol, Hartati Diperiksa KPK


Jakarta, MinangkabauNews -- Siti Hartati Cakra Murdaya memenuhi panggilan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemilik PT Hardaya Inti Plantation (HIP) dan PT Citra Cakra Murdaya (CCM) dijadikan saksi kasus dugaan suap penerbitan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan di Buol, Sulawesi Tengah. ''Saya pasti akan memberikan penjelasan, tetapi sekarang waktunya pemeriksaan, nanti ya,'' kata Hartati saat masuk ke gedung KPK, Jumat (27/7) kemarin.

Dua bawahan Hartati, Direktur Operasional PT HIP Gondo Sudjono, Direktur PT CCM Yani Anshori sudah ditetapkan menjadi tersangka karena menyuap Bupati Buol Amran Batalipu dengan dugaan suap Rp 3 miliar.

Pengacara Amran, Amat Ente Daim, mengatakan kliennya hanya menerima Rp 2 miliar dalam pilkada Juni 2012 dari PT HIP. Menurut Amat, Hartati Murdaya memberikan bantuan kepada setiap kabupaten yang melaksanakan pilkada di mana aset Hartati berada.

Namun, juru bicara Hartati Murdaya yang juga anggota Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut, M Al Khadziq, membantah dugaan suap yang dituduhkan kepada PT HIP karena menyuap Amran Batalipu untuk mendapat rekomendasi penerbitan HGU. ''Semestinya surat rekomendasi HGU diberikan kepada PT HIP yang telah beroperasi di Buol, Sulawesi Tengah sejak 1995, karena lahan sudah ditanami kelapa sawit, memproduksi CPO, mampu menyerap ribuan tenaga kerja dan sudah memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah setempat,'' kata Khadziq.

Ia menjelaskan, saat ini PT HIP tidak sedang membuka lahan perkebunan yang baru, tidak memperluas lahan perkebunannya, tidak mengurus izin lahan perkebunan yang baru atau pun mengurus izin perluasan lahan perkebunan di kabupaten tersebut.

KPK sejak 28 Juni juga sudah mencegah Hartarti Murdaya, KPK juga mencegah para pegawai PT HIP yaitu Totok Lestiyo, Sukirno, Bernard, Seri Sirithorn dan Arim serta Kirana Wijaya dari PT CCM. KPK juga telah melakukan penggeledahan di kantor PT CMM yang berlokasi di Jalan Cikini Raya nomor 78 dan Jalan Imam Bonjol nomor 24, Jakarta Pusat yang berhasil menyita beberapa kotak berisi dokumen. (bp)

Editor/Sumber:
Tag: nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Lawan Covid-19, Tim Disinfeksi Lakukan Strelisasi di Sejumlah Titik Kumpul di Padang Panjang

Lawan Covid-19, Tim Disinfeksi Lakukan Strelisasi di Sejumlah Titik Kumpul di Padang Panjang

PADANG PANJANG -- Perang Lawan Covid-19, Tim Disinfeksi Padang Panjang melakukan penyemprotan disinfektan (strelisasi,...

Inilah Alasan Kenapa Buya Gusrizal Gazahar Pilih Islamic Life Style Ketimbang New Normal

Inilah Alasan Kenapa Buya Gusrizal Gazahar Pilih Islamic Life Style Ketimbang New Normal

PADANG -- Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat memunculkan istilah "Islamic Life Style" sebagai pengganti...

Menuju Normal Baru, Dharmasraya Kembali Lakukan Rapid Test Massal

Menuju Normal Baru, Dharmasraya Kembali Lakukan Rapid Test Massal

DHARMASRAYA -- Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 kembali melakukan...

Moment HUT Ke- 70 Kodam l Bukit Barisan, Kodim 0319 Mentawai Lakukan Bedah Rumah

Moment HUT Ke- 70 Kodam l Bukit Barisan, Kodim 0319 Mentawai Lakukan Bedah Rumah

MENTAWAI - Kodim 0319/Mentawai melaksanakan Karya Bhakti berupa bedah rumah dalam rangka HUT ke 70 Kodam I Bukit...

Keputusan Pahit, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini Batal Berangkat

Keputusan Pahit, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini Batal Berangkat

INTERNASIONAL - Menteri Agama Fachrul Razi, memastikan bahwa keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu