Saturday, 15 Aug 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Semen Padang FC dan Sumbangsih Sepakbola Sumbar

Sabtu, 14 Maret 2020 - 11:36:22 WIB - 1495
Semen Padang FC dan Sumbangsih Sepakbola Sumbar
Logo Semen Padang FC (Foto: Dok. Istimewa)


Oleh : Wira Dika Orizha Piliang

Geliat sepakbola Sumatera Barat seakan meredup dalam beberapa waktu terakhir. Tim-tim seperti PSP Padang, Persiju Sijunjung, PS GAS Sawahlunto, Persepak Payakumbuh, PSKB Bukittinggi, dan lain-lain yang notabene nya merupakan pencetak pesepakbola berkualitas di Sumatera Barat pun seakan sedang mati suri, harapan masih ada di satu nama yang dinaungi oleh perusahaan semen yang berlokasi di Indarung, perusahaan itu adalah PT Semen Padang. Semen Padang Football Club (SPFC) di bawah naungan PT Kabau Sirah Semen Padang yang merupakan anak perusahaan dari PT Semen Padang, namun sayang beberapa musim terakhir kejayaan Semen Padang FC perlahan mulai menghilang. Dimulai dari musim kompetisi liga 1 2017, Semen Padang FC harus rela terdegradasi ke kasta kedua Liga Indonesia, ini merupakan catatan kelam bagi perjalanan tim sepakbola Sumatera Barat yang menjadi kebanggaan masyarakat minangkabau.

Selanjutnya dalam mengarungi musim kompetisi liga 2 2018, Semen Padang FC pun berbenah. Perombakan demi perombakan pemain dan manajemen dilakukan, hasilnya diakhir kompetisi liga 2 2018 Semen Padang berhak mendapatkan satu tiket promosi kembali ke liga 1 2019 sebagai juara kedua setelah dikalahkan oleh PSS Sleman di laga final.

Hasil ini kembali memunculkan harapan di publik Sumatera Barat akan kebangkitan sepakbola Ranah Minang, itu karena bisa dikatakan bahwa Semen Padang FC adalah satu-satunya tim sepakbola professional yang mewakili Sumatera Barat dalam geliat sepakbola nasional. Diharapkan Semen Padang FC dapat menjaga marwah Ranah Minang di persepakbolaan nasional.

Kemudian pada musim kompetisi liga 1 2019 Semen Padang FC kembali harus terdegradasi ke kasta kedua sepakbola tanah air, setelah menempati posisi 17 klasemen. Ini menunjukan bahwa geliat sepakbola Ranah Minang sedang berada dalam fase-fase tersuram, perlu diketahui bahwa Semen Padang FC adalah salah satu tim legendaris era galatama yang masih tersisa hingga saat ini. Sejarah panjang tim kebanggaan Ranah Minang ini sedang diuji, tim yang lahir pada 30 November 1980 itu sedang menunjukan wajah murungnya, tentunya hal ini perlu menjadi perhatian para pemerhati sepakbola Ranah Minang agar persepakbolaan di Sumatera Barat tidak semakin jatuh tersungkur.

Lebih lanjut, perlu diketahui apa alasan mengapa hanya Semen Padang yang masih menunjukan eksistensinya sampai hari ini. Ini dikarenakan Semen Padang memiliki management yang mumpuni, kualitas sarana dan prasarana latihan pun sangat baik, hanya saja perlu gebrakan baru oleh pemangku kebijakan di PT Kabau Sirah Semen Padang dan juga PT Semen Padang sebagai induk perusahaan. Agar tim ini kembali bangkit ke era dimana Semen Padang dahulu sempat ditakuti tim-tim lokal lainnya. Prestasi tim ini pun bisa dikatakan cukup ciamik, Semen Padang pernah menjuarai Liga Primer Indonesia pada musim 2012-2013, dan juga berkat hasil itu Semen Padang berhak mewakili Indonesia di ajang AFC Cup pada saat itu. Prestasinya juga cukup membanggakan Ranah Minang, Semen Padang mampu finish di babak 8 besar AFC Cup saat itu.

Semakin hari prestasi Semen Padang semakin menunjukkan kemerosotan, publik Ranah Minang yang memberikan harapan kepada tim kabau sirah tersebut tentunya bertanya-tanya. Apa yang terjadi pada Semen Padang FC sehingga terjungkal seperti ini? PT Semen Padang pada tahun ini sudah berada di usia 110 tahun, perusahaan dengan slogan "kami telah berbuat, sebelum anda memikirkannya" menjadi sorotan publik Ranah Minang akhir-akhir ini. Sebab PT Semen Padang sebagai perusahaan semen terbesar di Indonesia tersebut dikenal tidak pernah memiliki masalah finansial, tentunya sebagai tim besar di Minangkabau tersebut masyarakat tidak ingin tim kebanggaan nya itu tenggelam terlalu dalam.

PT Semen Padang yang sudah 110 tahun hadir untuk publik Ranah Minang sudah banyak memberikan sumbangsih bagi pembangunan di Sumatera Barat, termasuk sepakbolanya. Sejarah panjang Semen Padang juga mencatat bagaimana pasang surut pabrik semen dengan lambang kepala kerbau ini, pabrik ini sempat berpindah tangan dari Belanda ke Jepang, kemudian kembali lagi ke Belanda, sampai kemudian di Nasionalisasi oleh Pemerintah Republik Indonesia. Menandakan bahwa Semen Padang merupakan salah satu perusahaan legendaris yang dimiliki oleh Indonesia saat ini, tidak hanya mengenai produksi semen yang dihasilkan, namun juga memberikan sumbangsih positif bagi sepakbola Sumatera Barat pada hari ini.

di era galatama, ada nama Masykur Rauf, Afdhal Yusra, Delfi Adri, Welliansyah, Syafrianto Rusli dan beberapa pemain lainnya mampu membawa tim ini menjuarai Piala Galatama pada tahun 1992. Ini kembali membuktikan bahwa tim ini memiliki sejarah manis dalam perkembangan sepakbola Sumatera Barat.

Sampai saat ini, Sumatera Barat pun tidak pernah berhenti memproduksi pemain-pemain nasional, ada nama Irsyad Maulana yang enam tahun berseragam Semen Padang sebelum akhirnya hijrah ke PSM Makassar, ada nama Leo Guntara, Mardiono, Teja Paku Alam, sampai Hengki Ardinel pernah berseragam Semen Padang. Sumberdaya atlet-atlet sepabola tidak pernah berhenti, Semen Padang menjadi lading bagi para pemain tersebut berkembang menjadi atlit professional.

Pada akhirnya, apa yang dialami Semen Padang FC hari ini adalah tanggung jawab kita semua, agar terus mendukung tim ini dalam keadaan apapun. Tidak lupa pula kita ucapkan kepada PT Semen Padang yang telah hadir selama 110 tahun untuk ikut membangun Sumatera Barat sampai saat ini, sebagai perusahaan besar wajar pula publik menaruh harapan besar terhadap perusahaan ini agar terus membangun Ranah Minang kedepannya. Di usia yang ke-110 menandakan kedewasaan dan kebesaran Semen Padang tentunya, semoga PT Semen Padang selalu berjaya dan mampu berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat Sumatera Barat. Terkhusus kepada Semen Padang FC, kembalilah ke habitatmu di liga 1 2021!. (*)


*/ Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Email: wiradika69@gmail.com

Editor/Sumber: Romeo
Tag: bola,daerah,indonesia,metro,opini,semen-padang-fc,sport,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Ketua Amida Sumbar Siap Dukung Pembangunan Museum Bareh Solok

Ketua Amida Sumbar Siap Dukung Pembangunan Museum Bareh Solok

SOLOK -- Ketua Asosiasi Museum Indonesia Daerah Provinsi Sumatera Barat (Amida Sumbar), Noviyanty menghadiri rapat...

Cegah Gizi Buruk, Anggota DPRRI Darul Siska Salurkan Makanan Pendamping ASI di Puskesmas Lunto Timur

Cegah Gizi Buruk, Anggota DPRRI Darul Siska Salurkan Makanan Pendamping ASI di Puskesmas Lunto Timur

SAWAHLUNTO -- Jelang Hari Kemerdekaan, Anggota DPR RI Komisi IX, Darul Siska menyalurkan bantuan Makanan Pendamping ASI...

Gara-gara Posting Tulisan Covid Tiru Ayat Al-Quran, Bloger Cantik Ini Dihukum 6 Bulan Penjara

Gara-gara Posting Tulisan Covid Tiru Ayat Al-Quran, Bloger Cantik Ini Dihukum 6 Bulan Penjara

INTERNATIONAL -- Seorang penulis blog dihukum enam bulan penjara karena unggahan dianggap memicu ujaran kebencian...

Desa Boncah Gelar Pemilihan Anggota BPD Secara Langsung

Desa Boncah Gelar Pemilihan Anggota BPD Secara Langsung

BENGKALIS-RIAU -- Desa Boncah Mahang, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau menggelar pemilihan anggota...

Covid-19 Meningkat, Wapub Tanah Datar Imbau Warga Tingkatkan Penerapan Protokol Kesehatan

Covid-19 Meningkat, Wapub Tanah Datar Imbau Warga Tingkatkan Penerapan Protokol Kesehatan

TANAH DATAR - Menanggapi adanya 11 warganya terkonfirmasi positif Covid 19, Wakil Bupati Tanah Datar H. Zuldafri Darma,...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1