Saturday, 30 May 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Inilah Maklumat Lengkap MUI Sumbar terkait Covid-19

Rabu, 25 Maret 2020 - 08:06:46 WIB - 2453
Inilah Maklumat Lengkap MUI Sumbar terkait Covid-19
Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa (Foto: dok. Istimewa)


PADANG --Ketum MUI Sumbar mengeluarkan maklumat, terkait sikap MUI Sumbar untuk meluruskan penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Wabah Covid-19.

Dalam Maklumat MUI Sumbar Nomor: 001/MUI-SB/III/2020, tanggal 28 Januari 2020 terkait sikap dalam menghadapi wabah Corona (Covid-19), Ketum MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar didampingi Sekum MUI Zulfan menyampaikan Banyaknya pemberitaan yang salah dalam memahami Fatwa MUI No. 14 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Wabah Covid-19.

Adapun petunjuk syariat Islam terkait dengan antisipasi penyebaran wabah penyakit sebagaimana dalam hadits Nabi Saw:

الطاعون آية الرجز ابتلى الله عز وجل به ناسا من عباده فإذا سمعتم به فلا تدخلوا عليه وإذا وقع بأرض وأنتم بها فلا تفروا منه

"Wabah Thaun adalah suatu ayat, tanda kekuasaan Allah Azza Wajalla yang sangat menyakitkan, yang ditimpakan kepada orang-orang dari hambaNya. Jika kalian mendengar berita dengan adanya wabah Thaun, maka jangan sekali-kali memasuki wilayah itu, jika Thaun telah terjadi pada suatu daerah dan kalian disana, maka janganlah kalian keluar darinya". (HR. Muslim dari Usamah bin Zaid bin Haritsah r.a ).

Hal ini sesuai dengan Rapat Komisi Fatwa tanggal 19 Maret 2020; Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 Bersama Gubernur Sumbar, tanggal 23 Maret 2020. Maka kami menyampaikan tausiyyah serta maklumat sebagai berikut:

Bahwa fatwa MUI Nomor: 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam situasi mewabahnya Covid-19 sudah dirumuskan sesuai dengan kaidah-kaidah istinbath hukum dalam syariat Islam, baik dalam kajian nushush (teks-teks syariat) maupun dalil-dalil lainnya termasuk tinjauan maqashid al-syarih.

Buya mengajak kepada masyarakat khususnya umat Islam untuk membaca fatwa MUI secara cermat dan utuh supaya tidak terjadi kesalahfahaman.

Ada kondisi-kondisi tertentu yang merupakan pengkhususan yang ditegaskan dalam fatwa. Bagi orang yang betul-betul sakit/jelas-jelas terpapar virus harus mengisolasi diri, karena bisa menularkan pada orang lain. Jika dia yang memaksakan diri ke luar bebas, berarti telah berbuat bahaya pada orang lain. Kemaslahatan orang banyak harus menjadi perhatian.

Menurutnya, pada daerah kawasan tertentu yang dipastikan ada wabah mengancam (sesuai dengan hasil analisis data yang benar oleh pihak yang mempunyai otoritas), baik karena adanya ancaman yang tinggi atau ancaman yang tidak terkendali, lalu mengharuskan ada kebijakan lockdown secara menyeluruh di daerah tersebut untuk menghentikan interaksi dalam rangka memotong lintasan virus, maka dapat diterapkan kebijakan tidak melaksanakan shalat Jumat dan sholat berjamaah di masjid pada daerah tersebut.

Lanjutnya, Kondisi itu telah dipandang dalam syariat sebagai udzur untuk tidak melaksanakan salat Jumat dan menggantinya dengan sholat zhuhur di rumah masing-masing. Begitu pula dengan sholat berjamaah di masjid, keadaan tersebut juga menjadi udzur untuk menunaikannya di rumah. Ini bukan berarti meninggalkan ibadah tapi menjalankan syariat dengan tetap meningkatkan ibadah serta tawakkal tanpa mengabaikan usaha atau ikhtiyar.

"Sampai saat ini kondisi Sumatera Barat, alhamdulillah masih kondusif sesuai dengan informasi dari Pemerintah Daerah Sumatera Barat, karena itu belum ada alasan yang kuat untuk meniadakan salat Jumat walaupun tidak menutup kemungkinan, bila kondisi meningkat ke arah yang berbahaya maka tindakan penutupan masjid dan peniadaan sholat berjamaah di masjid dan sholat jumat, dapat dilakukan," terangnya.

Khusus untuk masjid-masjid yang berada di daerah perbatasan pintu masuk dan ke luar wilayah Sumatera Barat (seperti mesjid di gerbang Bandara Internasional Minangkabau; Mesjid di perbatasan Sumatera Barat dengan Jambi di Kabupaten Dharmasraya, mesjid di perbatasanan Sumatera Barat dengan Riau di Kabupaten 50 Kota dll), agar meniadakan kegiatan salat berjamaah dan Salat Jumat dengan memindahkan jamaah penduduk setempat untuk sementara waktu ke masjid lain yang terdekat guna mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19. Hal ini karena peningkatan jumlah orang yang masuk ke wilayah Sumatera Barat akhir-akhir ini.

Buya Gusrizal juga meminta kepada perantau yang berada di daerah berjangkitnya wabah Covid-19, agar mempertimbangkan kembali kepulangannya karena bisa membawa mudharat kepada orang tua dan keluarga di kampung halaman. Alangkah baiknya dipatuhi pesan Rasulullah saw:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ [يعني : الطاعون] بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْه (رواه البخاري و مسلم(

"Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri maka jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya (HR. al-Bukhari & Muslim)".

Dari Yahya bin Yamar, Aisyah ra mengabarkan kepadanya bahwa ia bertanya kepada Rasulullah saw tentang ath-thaun (wabah yang menyebar dan mematikan), maka beliau menjawab:

كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ ، فَجَعَلَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ ، مَا مِنْ عَبْدٍ يَكُونُ فِى بَلَدٍ يَكُونُ فِيهِ ، وَيَمْكُثُ فِيهِ ، لاَ يَخْرُجُ مِنَ الْبَلَدِ ، صَابِرًا مُحْتَسِبًا ، يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ ، إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ

"Itu adalah adzab yang Allah kirimkan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya namun Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang beriman. Tidaklah seorang hamba berada di suatu negeri yang terjangkit wabah di dalamnya dan ia menetap di dalamnya, tidak keluar dari negeri tersebut dalam keadaan bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah serta menyadari bahwa tiada satupun yang akan menimpanya melainkan apa yang telah dituliskan Allah untuknya, melainkan orang itu mendapatkan pahala orang yang syahid." (HR. al-Bukhari)

"MUI Sumatera Barat menghimbau kepada pengurus masjid untuk menjaga kebersihan masjid dan menyediakan alat-alat kebersihan seperti disinfectant, hand sanitizer dan lainnya serta menggulung tikar sembari menganjurkan jamaah untuk memakai sajadah masing-masing dari rumah," himbaunya

MUI Sumatera Barat juga menghimbau masyarakat agar semaksimal mungkin menghindari untuk hadir atau berada dalam keramaian yang tidak perlu dan senantiasa memelihara kebersihan.

Kemudian menegaskan kembali taushiyah sebelumnya, Buya Gusrizal mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk menyambut seruan pemerintah yang telah meliburkan sekolah & mengaktifkan belajar di rumah, dengan cara menjaga keluarga khususnya putra putrinya agar tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan penting.

Buya mengajak kepada seluruh warga masyarakat khususnya umat Islam, untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt agar terhindar dari musibah ini, dengan memperbanyak taubat, memohon ampun kepada Allah, meninggalkan perilaku dzalim, memperbanyak sedekah, meninggalkan permusuhan. Hal ini karena adanya wabah virus Corona (Covid-19) bisa jadi merupakan peringatan dari Allah Swt agar umat semakin mendekatkan diri kepadaNya.

Buya mengajak umat Islam untuk membaca doa qunut nazilah di setiap shalat fardhu baik dalam berjamaah maupun sendiri-sendiri.

Selain itu Buya mengajak umat Islam agar menjaga kebersihan dan kesucian, memperbanyak wudhu dengan tata cara yang sempurna, khususnya saat mencuci tangan agar menggunakan sabun dengan cara yang sempurna, berkumur-kumur, membersihkan hidung, hal ini disamping merupakan kesunnahan dalam Islam, juga bisa mencegah dari penularan virus dan berbagai penyakit lainnya, sebagaimana disampaikan oleh para ahli.

"MUI menghimbau kepada warga masyarakat untuk tetap tenang, menjaga persatuan, mengedepankan sikap saling membantu, tidak menyebarkan berita yang tidak benar," tuturnya.

"Kami menganjurkan kepada umat Islam yang akan berjamaah ke masjid atau mushalla untuk membawa atau menggunakan sajadah yang bersih dari rumah," imbuhnya.

Ia mengajak umat Islam untuk senantiasa berpegang teguh pada pola hidup yang islami, dimulai dengan makan, minum, berpakaian, dan bermuamalah dengan yang lain untuk meraih ridha Allah Swt. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)
Tag: padang,reliji,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Makin Memanas, Jepang dan India Akan Lawan Ekspansi Gila Militer China di Laut Natuna Utara

Makin Memanas, Jepang dan India Akan Lawan Ekspansi Gila Militer China di Laut Natuna Utara

INTERNASIONAL - Ekspansi China di Laut China Selatan dan Samudera Hindia bukan cuma membuat panas Amerika Serikat (AS)....

KABAR BAIK: 6.206 Warga Solsel Akan Terima BLT dari Kemensos RI

KABAR BAIK: 6.206 Warga Solsel Akan Terima BLT dari Kemensos RI

SOLOK SELATAN -- Sebanyak 6.206 kepala keluarga (KK) di Solok Selatan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang...

Dukung Nakes Tangani Pasien Covid-19, Indra Catri Serahkan APD Untuk Puskesmas di Agam

Dukung Nakes Tangani Pasien Covid-19, Indra Catri Serahkan APD Untuk Puskesmas di Agam

AGAM -- Dukung petugas kesehatan dalam menangani pasien yang terduga terpapar Covid-19, Indra Catri serahkan Alat...

Sengit, Perang Rusia Vs Amerika Bisa Pecah di Suriah Seperti Bom Waktu

Sengit, Perang Rusia Vs Amerika Bisa Pecah di Suriah Seperti Bom Waktu

INTERNASIONAL - Ketegangan antara militer Rusia dan Amerika Serikat (AS) ternyata menular ke Suriah. Sama-sama memiliki...

Positif Covid-19 di Mentawai Bertambah 1, Bupati: Perketat Social Distancing dan Pakai Masker

Positif Covid-19 di Mentawai Bertambah 1, Bupati: Perketat Social Distancing dan Pakai Masker

MENTAWAI - Hari ini, Selasa (05/05/2020) terjadi penambahan pasien positif 1 orang lagi. Sehingga positif terinfeksi...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu