Saturday, 06 Jun 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Kab. Solok

Perangi Covid-19, Wali Nagari Cupak Produksi Handsanitizer dan Disinfektan

Kamis, 26 Maret 2020 - 21:14:01 WIB - 752
Perangi Covid-19, Wali Nagari Cupak Produksi Handsanitizer dan Disinfektan
Suasana dikantor Walinagari Cupak saat pembuatan dan penyemprotan handsanitizer/disinfektan, Kamis, (26/3).


KABUPATEN SOLOK -- Ditengah kelangkaan dan tingginya harga cairan sterilisasi atau pembersih tangan (handsanitizer), Nagari Cupak dibantu Dosen STKIP PGRI Sumbar, Ratulani Juwita, produksi handsantizer dan disinfektan.

Walinagari Cupak, Fatmi Bahar, Dt. Tuo, Kamis (26/3), pada MinangkabauNews.com mengungkapkan dibuatnya handsanitizer dan disinfektan, untuk membantu masyarakat dalam menjaga kebersihan sehabis beraktifitas dan bersentuhan dengan orang lain agar tidak terpapar Covid-19.

Covid-19, ujar Fatmi, merupakan virus yang tidak berbentuk dan tidak dapat dilihat, sehingga masyarakat perlu menjaga diri dan waspada. Untuk itu, menjaga kebersihan merupakan salah satu solusinya.

"Dengan membuat handsanitizer dan disinfektan sendiri, masyarakat bisa menjaga diri agar tetap bersih. Covid-19 tidak dapat dilihat dan diraba, entah darimana datangnya, tiba-tiba kita sudah dinyatakan terjangkut virus tersebut. Ini yang harus kita waspadai,"ujarnya.

Dosen STKIP PGRI Sumbar, Ratulani Juwita, mengatakan kita harus ikut membantu pemerintah dalam memerangi virus Corona. Salah satunya melakukan upaya sosialisasi bagi masyarakat agar wajib menjalankan kebijakan social distancing secara maksimal.

Selain itu, masyarakat diminta untuk lebih kreatif dalam mengantisipasi kelangkaan disinfektan. Jika sebelumnya masyarakat antusias membuat handsanitizer sendiri, kini mulai marak pula membuat disinfektan. Berbagai cara dan formula membuat disinfektan pun beredar di grup percakapan Whattsapp dan media sosial.

"Kita sebaiknya tidak berdiam diri melihat pandemi Covid-19 ini. Masyarakat bisa ciptakan handsanitizer dan disinfektan sendiri dengan cara alami dan bahannya ada disekeliling kita. Yang penting masyarakat mau melakukannya dan hidup bersih,"ujarnya.

Selanjutnya, dilakukan penyemprotan disinfektan di Masjid, Musholla dan kantor Wali Nagari Cupak. Kemudian masyarakat secara mandiri mensterilkan lingkungan rumahnya, termasuk perabotan dan lokasi yang kerap  diakses seluruh penghuni rumah dengan disinfektan.(fikar)

Editor/Sumber: JNS
Tag: solok,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

UPDATE 2 Juni: Tambah 7, Kini Ada 574 Kasus Covid-19 di Sumbar

UPDATE 2 Juni: Tambah 7, Kini Ada 574 Kasus Covid-19 di Sumbar

PADANG -- Pemerintah Sumbar memperlihatkan bahwa masih terjadi penularan virus corona di masyarakat yang menyebabkan...

Dokter Ini Klaim Virus Corona Mulai Tak Mematikan, Benarkah?

Dokter Ini Klaim Virus Corona Mulai Tak Mematikan, Benarkah?

INTERNASIONAL - Virus corona jenis baru atau COVID-19 diklaim telah kehilangan "kekuatannya" dan menjadi...

Tidak Mau Kalah Dari Kemendagri, Pemko Solok Ikut Lombakan New Normal

Tidak Mau Kalah Dari Kemendagri, Pemko Solok Ikut Lombakan New Normal

KOTA SOLOK -- Tidak mau kalah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dalam menggalakan program new normal,...

Tim Reskrim Mandau Ciduk Curanmor yang Beraksi di KM 18

Tim Reskrim Mandau Ciduk Curanmor yang Beraksi di KM 18

RANTAU -- Dua pria curanmor di KM 18 digelandang tim unit Reskrim Polsek Mandau Polres Bengkalis ke Mapolsek Mandau,...

Klaster Pasar Raya Padang Kembali Mengejutkan, Tambah 13 Pasien Covid-19 di Sumbar

Klaster Pasar Raya Padang Kembali Mengejutkan, Tambah 13 Pasien Covid-19 di Sumbar

PADANG -- Jumlah pasien positif corona atau Covid-19 di Provinsi Sumbar bertambah 13 orang, sembuh 6 orang dan...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu