Saturday, 30 May 2020
Minangkabaunews
headline
Pemko Pariaman home berita Pariaman

Penunjukan RSUD Pariaman Sebagai Tempat Rujukan Pasien Covid-19 Ditolak Warga

Rabu, 01 April 2020 - 22:31:02 WIB - 915
Penunjukan RSUD Pariaman Sebagai Tempat Rujukan Pasien Covid-19 Ditolak Warga
RSUD Pariaman (Foto: Dik. Istimewa)


PARIAMAN - Terkait adanya informasi penunjukkan RSUD Pariaman sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, Direktur RSUD Pariaman Indria Velutina menyebutkan, hingga saat ini belum menerima SK penunjukan dari Gubernur Sumbar.

"Tapi kalau memang rumah sakit ini dijadikan tempat rujukan penanganan pasien Corona kita siap untuk itu. Karena fasilitas kita juga sudah lengkap," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (01/04).

Ia mengulas, paling hanya butuh APD (Alat Pelindung Diri) untuk tambahan pengaman bagi tenaga medis dan tentunya segala kebutuhan lainnya akan dipenuhi juga.

"Lagipula Covid-19 ini bukan penyakit mematikan yang harus ditakuti, dan selaku tenaga kesehatan inilah saatnya menunjukkan Dedikasi kita melayani masyarakat dengan semaksimal mungkin," tuturnyanya.

Indria menambahkan, orang yang tertular Corona, hanya butuh istirahat, konsumsi air putih yang banyak dan vitamin.




Terpisah, DPRD Kota Pariaman saat sharing dengan awak media terkait akan dijadikannya RSUD Pariaman sebagai rujukan penanganan pasien Corona menyampaikan, agar Pemprov Sumbar mengkaji ulang kebijakan tersebut karena adanya penolakan dari warga.

"Kita meminta pemerintah provinsi untuk mengkaji ulang penetapan RSUD Pariaman sebagai rumah sakit (RS) rujukan pasien COVID-19 karena terjadi penolakan dari warga setempat," kata Ketua DPRD Kota Pariaman Fitri Nora usai rapat pembahasan.

Ia mengatakan alasan penolakan tersebut yaitu di antaranya karena lokasi RSUD Pariaman berada di dekat perumahan yang padat penduduk sehingga peluang penyebaran COVID-19 kepada warga setempat menjadi lebih besar.

Ia menyampaikan setelah rapat tersebut pihaknya akan mengirimkan surat kepada Pemprov Sumbar yang ditembuskan kepada DPRD Sumbar.

"Langkah ini merupakan bentuk kehadiran kami sebagai wakil rakyat sekaligus menjawab kekhawatiran mereka," katanya.

Pihaknya mengkhawatirkan jika hal ini tidak ditindaklanjuti maka terjadi aksi dari warga setempat.

Fitri Nora menyampaikan pihaknya juga telah mempersiapkan langkah jika permintaan peninjauan kembali tersebut tidak dikabulkan yaitu dengan mengumpulkan tokoh masyarakat dan sejumlah pihak lainnya di Pariaman guna membahas hal ini.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dalam keterangan konferensi videonya dengan sejumlah media pagi tadi membenarkan pihaknya akan menjadikan RSUD Pariaman sebagai salah satu RS yang akan merawat pasien COVID-19.

"Sekarang sudah persiapan secara matang. Dan sementara RS tersebut tidak menerima pasien umum," katanya.

Ia mengatakan pasien penyakit umum akan berobat di rumah sakit lainnya baik di RSUD yang dikelola oleh Pemko Pariaman maupun milik Kabupaten Padang Pariaman serta sejumlah RS swasta. (war)

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: daerah,kesehatan,metro,pariaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Inilah Kondisi Terkini Penanganan Covid-19 di Dharmasraya

Inilah Kondisi Terkini Penanganan Covid-19 di Dharmasraya

Diketahui Dharmasraya terus melakukan tracking agar penyebaran Covid-19 tidak berlanjut lagi. Juga pelaksanaan PSBB...

Hari Pertama Lebaran, Pasien Positif Corona di Padang Pariaman Bertambah 1 Orang

Hari Pertama Lebaran, Pasien Positif Corona di Padang Pariaman Bertambah 1 Orang

PADANG PARIAMANHari pertama lebaran, Minggu (24/5/2020) pasien positif Covid-19 di Padang Pariaman bertambah satu orang...

Tetap Steril Covid-19, Sawahlunto Perketat Perbatasan dan Swab Test Warga Rentan Terjangkit

Tetap Steril Covid-19, Sawahlunto Perketat Perbatasan dan Swab Test Warga Rentan Terjangkit

SAWAHLUNTO - Pemerintah Kota Sawahlunto melaksanakan berbagai upaya maksimal untuk mempertahankan kota itu agar tetap...

Kontak Dengan Pasien Positif Covid-19, 27 Orang Masuk Karantina di Pessel

Kontak Dengan Pasien Positif Covid-19, 27 Orang Masuk Karantina di Pessel

PESISIR SELATAN - Sebanyak 27 orang warga masyarakat Koto Tuo Nagari IV Koto Hilie Kecamatan Batang Kapas Pesisir...

Hilang Melaut Sejak Kemaren, Ayah dan Anak di Pesisir Selatan Sampai Kini Belum Ditemukan

Hilang Melaut Sejak Kemaren, Ayah dan Anak di Pesisir Selatan Sampai Kini Belum Ditemukan

PESISIR SELATAN - Dua nelayan Lansano Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar)...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu