Sunday, 31 May 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Ngeri, Peneliti Australia Ini Prediksi Seperempat Juta Orang Indonesia Meninggal karena COVID-19

Kamis, 02 April 2020 - 13:57:46 WIB - 27921
Ngeri, Peneliti Australia Ini Prediksi Seperempat Juta Orang Indonesia Meninggal karena COVID-19
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


NASIONAL - Sebuah penelitian memperingatkan tindakan drastis, hampir seperempat juta orang Indonesia bisa meninggal karena Corona COVID-19 pada akhir April.

Peringatan itu mengemuka setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan keadaan darurat dengan istilah "Pembatasan Sosial Berskala Besar" atau PSBB, hari Selasa (31/03).

Presiden Jokowi menghindari penerapan "lockdown", namun lebih memilih PSBB, menambah kewenangan polisi dan mengumumkan paket stimulus ekonomi senilai lebih dari Rp400 triliun.

Pemerintah RI juga mengumumkan semua warga negara asing kecuali diplomat, pekerja kemanusiaan dan mereka yang memiliki izin tinggal, akan dilarang memasuki Indonesia selama 14 hari.

Tapi John Matthews, seorang ahli epidemiologi dari University of Melbourne, menilai tindakan itu sudah terlambat.

"Jika mereka dapat secara efektif menutup perbatasan sebulan yang lalu, mereka seharusnya melakukannya saat itu," katanya dikutip dari laman ABC, Kamis (2/4/2020).

"Dalam arti tertentu, sekarang sudah terlambat untuk dilakukan," tambahnya.




Mengingat kepadatan penduduk dan kemiskinan di Indonesia, katanya, "mengendalikan virus dalam kondisi sosial di Indonesia akan sangat sulit."

Kasusnya lebih tinggi

Kementerian Kesehatan RI menyatakan hingga 1 April jumlah total kasus telah meningkat menjadi 1.677, sekitar setengahnya berada di Jakarta.

Setidaknya 156 orang meninggal dan 103 sembuh.

Tingkat kematian akibat virus corona di Indonesia juga pernah menjadi yang tertinggi di dunia.

Tingkat pengujian COVID-19 di Indonesia termasuk yang terendah di dunia, hanya beberapa ribu tes yang telah dilakukan untuk seluruh populasi 270 juta orang.

Namun sejumlah pemodelan menunjukkan jumlah sebenarnya kasus infeksi di seluruh nusantara adalah puluhan ribu.

Sebuah studi terbaru yang dikeluarkan Universitas Indonesia memproyeksikan tanpa intervensi, Indonesia dapat mengalami 240.000 kematian pada akhir April akibat COVID-19.

Bahkan studi ini menyebutkan, dengan intervensi moderat, 48.000 orang Indonesia bisa mati, tetapi jumlahnya dapat diturunkan menjadi 12.000 dengan "intervensi intensitas tinggi".

Sebagai perbandingan, Amerika Serikat memproyeksikan antara 100.000 dan 240.000 warganya bisa meninggal akibat virus corona, bahkan dengan menerapkan jarak fisik.

Di tahun 2017, Bank Dunia menyebutkan Indonesia hanya memiliki empat dokter untuk 10.000 penduduk.

Selain itu, diperkirakan tidak sampai tiga tempat tidur perawatan intensif per 100.000 penbduduk.

"Mereka bekerja dalam keadaan yang sangat sulit," kata Profesor Matthews.

"Kita harus berasumsi banyak kasus yang tidak diketahui dan berarti banyak kematian," ujarnya.

Tanggal 19 Maret lalu, Indonesia mengeluarkan aturan soal larang pertemuan massal, namun sebagian warga terus mengabaikannya.

Polisi secara paksa membubarkan pesta pernikahan dan acara lain yang tetap berlangsung meskipun ada larangan.

Polisi juga sempat turun tangan untuk mencegah pertemuan keagamaan di Tangerang, dengan meminta warga untuk melaporkan kepada pihak berwenang jika mendapatkan kejadian serupa.

Di Malaysia, kebanyakan kasus corona berasal dari pertemuan keagamaan yang dihadiri sekitar 16.000 orang di Kuala Lumpur, Februari lalu.

Setelah kegiatan itu, sebagian peserta kembali ke Indonesia, Brunei, Thailand dan Filipina.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) kemudian mengeluarkan fatwa, menyatakan masjid harus ditutup untuk menghindari penyebaran lebih lanjut.

Muhammadiyah, organisasi Muslim terbesar kedua di Indonesia, minggu ini menyerukan umat Islam untuk menghindari tarwih selama Ramadhan, yang akan dimulai pada akhir April. (vv)

Editor/Sumber: Romeo/viva
Tag: indonesia,internasional,kesehatan,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Hadapi New Normal, Plt Bupati Solsel Abdul Rahman: Butuh Persiapan yang Matang

Hadapi New Normal, Plt Bupati Solsel Abdul Rahman: Butuh Persiapan yang Matang

SOLOK SELATAN - Terkait wacana New Normal Plt Bupati Solok Selatan Abdul Rahman angkat bicara ia mengatakan, tanpa...

BAZNAS Padang Pariaman Adakan Bedah Rumah 34 KK, Program Tiap Tahun

BAZNAS Padang Pariaman Adakan Bedah Rumah 34 KK, Program Tiap Tahun

PADANG PARIAMAN - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Padang Pariaman dalam beberapa tahun terakhir selalu mengadakan...

Tolak Ambang Batas Hingga ke Kabupaten/Kota, Ini Kata Guspardi Gaus

Tolak Ambang Batas Hingga ke Kabupaten/Kota, Ini Kata Guspardi Gaus

JAKARTA -- Anggota DPR RI Komisi II Fraksi PAN Guspardi Gaus menolak konsep yang ada didalam RUU pemilu untuk...

Antisipasi Kekurangan Pangan Jelang Idul Fitri, Polres Agam Salurkan Ratusan Paket Sembako

Antisipasi Kekurangan Pangan Jelang Idul Fitri, Polres Agam Salurkan Ratusan Paket Sembako

AGAM -- Menyikapi dampak ekonomi dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Kepolisian Resor (Polres) Agam...

Tidak Indahkan Ketentuan, 92 Warga Agam Terjaring Razia PSBB

Tidak Indahkan Ketentuan, 92 Warga Agam Terjaring Razia PSBB

AGAM -- Operasi penertiban penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan protokol Covid-19, sebanyak 92 orang...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu