Wednesday, 28 Oct 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Di Ambang Perang? China Kerahkan Jet Tempur Siluman dan Helikopter ke Perbatasan India

Kamis, 14 Mei 2020 - 14:58:41 WIB - 85742
Di Ambang Perang? China Kerahkan Jet Tempur Siluman dan Helikopter ke Perbatasan India
Armada Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF)


INTERNASIONAL - Ketegangan yang terjadi antara China dengan India semakin meningkat. Pasca bentrokan militer kedua negara di perbatasan awal pekan ini, China mengerahkan sejumlah jet dan helikopter tempur di wilayah udara perbatasan India, Rabu (13/5) kemaren.

Menurut laporan Sputniknews, patroli yang dilakukan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) sudah ketiga kalinya sejak 5 Mei lalu. Di satu sisi, PLAAF menegaskan bahwa pengerahan armada tempur udaranya hanyalah rutinitas patroli biasa, dan bukan untuk penyerangan.

Pasca insiden baku tembak antara tentara kedua awal pekan ini, China mendesak India untuk mengirim delegasi dan melakukan perundingan. Hal ini dijelaskan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijiian.

Menurut Lijian, India harus menghindari tindakan-tindakan yang bisa membuat kondisi memanas dan memperumit situasi di perbatasan.




Lebih lanjut Lijian menyampaikan bahwa saat ini India harus berpikir tentak stabilitas wilayah perbatasan, dan melakukan komunikasi diplomatik yang intens mengenai masalah itu.

"Kami mendesak India untuk bertemu mengambil jalan tengah, untuk menghindari pengambilan tindakan yang membuat rumit situasi perbatasan. Selain itu, untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan hubungan bilateral dan stabilitas wilayah perbatasan," ujar Lijian dikutip Al-Masdar News, Kamis (14/3/2020).

"Kedua belah pihak telah melakukan komunikasi diplomatik mengenai masalah perbatasan, katanya.

Ketegangan antara China dan India sebenarnya sudah terjadi sejak 2017 silam. Saat itu, Angkatan Bersenjata India (IAF) menolak pembangunan jalan yang dibuat oleh Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) di wilayah Doklam, wilayah perbatasan China, India, dan Bhutan. (vv)

Editor/Sumber: Romeo/viva
Tag: internasional,metro,nasional,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Gawat, Ilmuwan Ungkap Virus Corona Dapat Bertahan 28 Hari di Permukaan Benda Ini

Gawat, Ilmuwan Ungkap Virus Corona Dapat Bertahan 28 Hari di Permukaan Benda Ini

INTERNASIONAL - Para peneliti di Australia mengatakan virus yang menyebabkan Covid-19 dapat bertahan hidup dengan uang...

Cegah Penularan Covid-19, Kapolsek Sijunjung Berikan Masker Kepada Pengunjung Pasar

Cegah Penularan Covid-19, Kapolsek Sijunjung Berikan Masker Kepada Pengunjung Pasar

SIJUNJUNG -- Kapolsek Sijunjung Iptu. Pol. Brata pada kunjungan kerjanya ke pasar Sijunjung, ia memberikan masker...

Inilah Zonasi Terbaru Kabupaten Solok, Berdasarkan Zona Covid-19 Provinsi Sumbar

Inilah Zonasi Terbaru Kabupaten Solok, Berdasarkan Zona Covid-19 Provinsi Sumbar

KABUPATEN SOLOK -- Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Solok melansir dari Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19...

946 Pelaku UMKM di Sawahlunto Terima Bantuan Presiden (Banpres) Produktif

946 Pelaku UMKM di Sawahlunto Terima Bantuan Presiden (Banpres) Produktif

SAWAHLUNTO -- Sedikitnya 946 orang pelaku usaha mikro dan kecil di Sawahlunto lolos untuk menerima Bantuan Presiden...

Dinas Pangan Sumbar Terus Kampanyekan Manfaat Konsumsi Kuliner Lokal

Dinas Pangan Sumbar Terus Kampanyekan Manfaat Konsumsi Kuliner Lokal

PADANG -- Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Dinas Pangan Sumbar terus melakukan kampanye pangan lokal di masyarakat...


KOMENTAR ANDA



polling cagub sumbar