Sunday, 31 May 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Guspardi Gaus: Ambang Batas Parlemen Bungkam Kedaulatan Rakyat

Sabtu, 23 Mei 2020 - 01:34:31 WIB - 508
Guspardi Gaus: Ambang Batas Parlemen Bungkam Kedaulatan Rakyat
Anggota DPR RI Komisi 2 Guspardi Gaus (foto: dok. ist)


JAKARTA -- Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PAN Guspardi Gaus menyatakan, batas ambang parlemen atau parliamentary threshold sebesar tujuh persen dalam draft RUU pemilu yang merupakan hak inisiatif DPR yang akan mulai dibahas tahun 2020 dinilai terlalu tinggi. Implikasinya tentu akan banyak partai politik yang terancam gagal melangkah ke senayan ujarnya.

"Keterwakilan masyarakat yang telah memilih partai politik sebagai pilihannya tentunya jadi tidak bermakna. Suara rakyat akan hangus sia-sia. Hal ini tentu membungkam dan memupus hakekat dan tujuan reformasi bahwa kedaulatan ada ditangan rakyat," ungkap Guspardi.

"Ada upaya menghabisi partai menengah. Kesetaraan partai politik seakan dinafikan. Hal ini kurang elok sebagai negara yg berlandaskan demokrasi, dan seolah ingin membunuh dan mematikan hakekat kesetaraan politik, karena sudah layu sebelum berkembang," kata Guspardi, dalam diskusi panel Quo Vadis revisi UU pemilu yang digelar oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Muhammadiyah DKI di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020, lalu.




Anggota Baleg DPR RI ini menuturkan dalam Pasal 414 ayat (1) UU no 7 tahun 2017 tentang pemilu Pemilu menyebutkan, "Partai politik peserta pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara paling sedikit empat persen dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi anggota DPR," tuturnya.

Sementara dalam konsep RUU pemilu 2020 pasal 217 di sebutkan ambang batas parlemen menjadi tujuh persen. Kenaikan ambang batas dari 4% menjadi 7% jelas kurang rasional. Dengan ambang batas empat persen sebagaimana diatur dalam UU no 7 tahun 2017 tentang pemilu sudah cukup berat didapatkan oleh partai pendatang baru.
Mantan pimpinan DPRD Sumbar ini menyebutkan wacana menaikkan ambang batas parlemen dari empat persen menjadi tujuh persen jika dipaksakan pelaksanaanya bisa di artikan sebuah kemunduran demokrasi dan membungkam semangat reformasi.

Akan ada jutaan suara pemilih terbuang percuma dan menjadi sia-sia. Aspirasi dari masyarakat yang disalurkan melalui partai politik tidak bisa diteruskan ke parlemen karena partai politik tersebut tidak lolos dikarenakan ketentuan memenuhi angka parliamentary threshold .
Hal ini jelas akan "mendistorsi" kedaulatan rakyat. Juga menafikan makna keragaman dan kebersamaan yang menjadi fondasi terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menghormati suku, agama, kelompok, maupun golongan, pungkas anggota DPR RI asal Sumatera Barat ini. (Rel)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)
Tag: indonesia,nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Satu Lagi Pasien Covid-19 di Mentawai Sembuh

Satu Lagi Pasien Covid-19 di Mentawai Sembuh

MENTAWAI - Kabar gembira, kembali dinyatakan satu pasien yang sempat positif di nyatakan sembuh dari wabah Covid-19 di...

Seorang Bidan Desa asal Padang Pariaman Terindikasi Positif Corona

Seorang Bidan Desa asal Padang Pariaman Terindikasi Positif Corona

PADANG PARIAMAN -- Seorang bidang asal Kabupaten Padang Pariaman yang bertugas di di Korong Kampung Cubadak Nagari Koto...

Polres Mentawai Kembali Berbagi Sembako, Kali Ini Sat Intelkam Ambil Bagian

Polres Mentawai Kembali Berbagi Sembako, Kali Ini Sat Intelkam Ambil Bagian

MENTAWAI - Berbagai upaya pemerintah dalam perang melawan pandemi Covid 19 terus dilakukan. Beberapa kebijakan pun di...

Solok Selatan Masih Terkendala Penetapan Data Penerima Bansos Corona

Solok Selatan Masih Terkendala Penetapan Data Penerima Bansos Corona

SOLOK SELATAN - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, mengaku belum bisa menetapkan jumlah penerima Bantuan Sosial...

Gawat, China Siap Perang dengan Siagakan Jet Tempur Siluman di Perbatasan India

Gawat, China Siap Perang dengan Siagakan Jet Tempur Siluman di Perbatasan India

INTERNASIONAL - Kantor berita NDTV India baru-baru ini mempublish beberapa foto-foto satelit dari Pangkalan Angkatan...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu