Sunday, 31 May 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Saat Corona Mewabah, Gugus Tugas Tanah Datar Diberitakan Diduga Korupsi, Kejaksaan Tetaplah AKUR

Sabtu, 23 Mei 2020 - 08:09:35 WIB - 6540
Saat Corona Mewabah, Gugus Tugas Tanah Datar Diberitakan Diduga Korupsi, Kejaksaan Tetaplah AKUR
Romi Martianus, SH


Oleh : Romi Martianus, SH

OPINI-Suasana Pandemi Covid-19 yang mewabah nyaris di hampir penjuru Dunia juga menerkam wilayah kami kabupaten yang berada di Sumatera Barat. Tanah Datar. Tak bisa dipungkiri berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi nyata terdampak. Tak hanya menghadirkan resah tentang ancaman kesehatan, tapi ancaman kesejahteraan juga. Apalagi pasca diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), semakin banyak warga yang ekonominya kesulitan, bahkan disaat para penderita positif Covid-19 asal Tanah Datar berjuang untuk tetap bertahan hidup, khalayak dikejutkan dengan adanya berita berjudul Tim Gugus Tugas Tanah Datar Diduga Korupsi Dana Anggaran Covit 19. (Kompas Regional.com).

Dalam pemberitaan tersebut disebutkan 13 poin kejanggalan penggunaan BTT (belanja Tak Terduga) di Tanah Datar yang tidak sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Belanja) dan dinyatakan menyentuh angka Miliyaran Rupiah. Dan Sekda Tanah Datar membantah bahwa dugaan itu tidak benar,

Dikutip dari laman Kompas.com, sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Datar Irwandi yang dihubungi terpisah mengakui bahwa tim gugus tugas Covid-19 dilaporkan atas dugaan korupsi dana Covid-19. "Iya, tapi ini kan baru dugaan. Saya sudah rapat dengan OPD terkait dan hasilnya tidak sesuai dengan dugaan itu. Semuanya sesuai dengan aturan," kata Irwandi.

Namun apakah bisa membantah semudah itu?? Mari coba sama-sama kita pahami bahwa pelapor resmi ke Institusi kejaksaan adalah seorang yang berprofesi Wartawan/ seorang Jurnalis. Saudara Aldoris ini saya kenal adalah mantan Wartawan Harian Umum Haluan saat ini Redaktur di KabarDaerah.com yang telah terverifikasi Faktual Dewan Pers, juga telah menerbitkan berita mengenai dugaan kisruh masalah uang Rakyat ini di medianya.

Profesi Jurnalisme bukan pekerjaan main-main, yang asal-asalan memberikan kabar kepada khalayak ramai, Perlu sedikit kami sampaikan dalam sesi ini, bagaimana sesungguhnya Seorang Jurnalis/ Wartawan menurut Bill Kovach dalam bukunya 9 elemen Jurnalis yang pada dasarnya adalah :

1. Jurnalisme itu mengejar kebenaran (truth)
Kebenaran itu dibangun setiap hari,misal kecelakaan kereta,hari pertama mengabarkan berapa orang yang luka,dan korban meninggal. Lalu hari kedua ada info dari korban selamat atau polisi dan hari kedua itu berisi koreksi dari berita sebelumnya dan hari ketiga ada opini dan seterusnya. Kebenaran itu dibangun secara perlahan,maka jadilah peristiwa itu dilihat secara utuh.

2. Komitmen wartawan kepada masyarakat dan kepentingan publik

3.Jurnalisme itu disiplin menjalankan verifikasi. Selalu mengecek apa yang sudah di liput,tidak cepat puas. Jangan tertuju pada satu sumber untuk mencari info dan Disiplin melakukan verifikasi

4.Independen terhadap sumber berita

5.Harus menjadi pemantau kekuasaan

6.Menyediakan Forum bagi masyarakat

7.Berusaha keras membuat hal penting menjadi menarik dan relevan

8.Menjaga agar berita proporsional (sesuai dengan porsinya/ sesuai dengan kenyataan ) dan komprehensip

9.Mengutamakan hati nurani

Dapat saya pastikan bahwa lahirnya berita ini telah digodok oleh Aldoris bersama teman wartawan lainnya, berhari-hari bahkan berminggu-minggu, mulai dari pengumpulan data, fakta lapangan, hasil konfirmasi ke beberapa pihak yang kompeten dan beberapa syarat lainnya sehingga lahirlah berita ini.

Jurnalis sangat taat dengan apa yang disebut 5W+1H. Beberapa Jurnalis juga mengenal apa itu Pulbaket, seperti yang juga sering digunakan istilahnya oleh Intelijen. Awak media pada dasarnya hanya bisa memberitakan dan berbagi khabar kepada para pembaca. dan mengenai kelanjutan tindakan terserah para pembaca. Namun terkait laporan yang dilakukan Aldoris tentu proses Lidik masalah tersebut kami serahkan penuh kepada para Penegak Hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Tanah Datar.

Ada beberapa Dinas dan Instansi yang disebut dalam beberapa pemberitaan yang saya baca mengenai kisruh penggunaan Dana Covit-19 di Tanah Datar, yaitu Dinas Kesehatan, RSUD Ali Hanafiah Batusangkar, Dinas Kominfo, BPBD, Pol-PP dan Damkar, Dinas Perhubungan, sub gugus tugas kecamatan.

Dikutip dari laman Kompas.com menurut Irwandi, dalam menjalankan tugas percepatan penanganan Covid-19 ini, pihaknya melibatkan Kejaksaan. "Kita melibatkan Kejaksaan. Itu dugaan saja dan kita sudah cross check ke OPD terkait," kata Irwandi yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Tanah Datar itu.

Nama Kejaksaan Tanah Datar disebut Irwandi ikut dilibatkan dalam percepatan penanganan Covid-19. Menurut saya, sangat wajar sekali kalau Kejaksaan dilibatkan, semangat ini sebelumnya telah dibahas dalam acara video conference (vicon) dengan tema "Optimalisasi Peran Kejaksaan RI Dalam Pengamanan/Pendampingan Refocusing Anggaran Covid-19 di Daerah",pada Kamis, 23 April 2020 lalu.

Namun perlu kita garis bawahi bersama-sama, sesuai UU No 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan dan peraturan mengenai Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan, pola hubungan kerjasama yang tegas dan jelas antara aparat Kejaksaan dengan Pemkab dalam "pengawalan dan pengamanan/pendampingan" dengan tetap menjaga dan menghormati tugas dan kewenangan masing-masing (independensi institusi).

Masih memakai program lama dari Kejaksaan yang dulu sangat familiar di telinga kita AKUR (Ayo Kawal Uang Rakyat), saya yakin Kejari Tanah Datar sampai detik ini berkomitment untuk tetap AKUR.

Semangat pemberantasan korupsi aparat Kejaksaan sampai saat ini tetap tinggi, terkait AKUR mantan Jaksa Agung HM Prasetyo pernah mengingatkan, dengan pendampingan dari kejaksaan bukan berarti institusinya "mengamini", jika ada penyimpangan.

"Bila dalam perjalanan, ditemukan penyimpangan. Ya kami akan lakukan tindakan. Bagaimana pun kami ingin amankan uang rakyat. Sesuai program kami AKUR. Ayo Kawal Uang Rakyat,"terang Prasetyo.(dikutip dari laman panggungmodusoperandi.com, 18 Juni 2017)

Jika kita menilik Kejaksaan Tanah Datar saya yakin bahwa Institusi ini sampai kini masih dihuni orang-orang pilihan yang mempunyai Integritas, moral yang luhur dan semangat mensukseskan program AKUR (Ayo Kawal Uang Rakyat).

Jika dikaitkan dengan kondisi Pandemi saat ini selain mengacu pada Instruksi Jaksa Agung RI Nomor 5 Tahun 2020 tentang Kebijakan Pelaksanaan Tugas dan Penanganan Perkara Selama Masa Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Kejaksaan RI, Kejari Tanah Datar juga mempedomani Surat Edaran Jamdatun Nomor: 02/G/GS.2/04/2020 tentang Pedoman Pendampingan Hukum Keperdataan Pengadaan Barang atau Jasa Dalam Keadaan Darurat.

Jika sebelumnya Mantan Jaksa Agung HM Prasetyo saat beliau menjabat menyatakan bahwa Jaksa akan Terus Mengawal Uang Rakyat, dikutip dari laman Gatra.com, maka Jaksa Agung RI saat ini telah berpesan serta mengingatkan para Kajati dan Kajari beserta jajarannya untuk melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai ketentuan dan jangan sampai ada yang menyalahgunakan kewenangannya.

"Para Jaksa jangan main-main dan jangan melakukan perbuatan tercela dan melanggar hukum dalam pengamanan atau pendampingan ini, akan saya tindak tegas jika hal itu terjadi," kata Burhanuddin.

Saat ini perbincangan pembahasan dugaan korupsi dana Covit-19 menjadi topik hangat di Tanah Datar Khususnya, Ada beberapa pertanyaan-pertanyaan lahir dibenak saya apakah masalah ini akan berlanjutnya dengan lahirnya tersangka-tersangka atau akan hilang lenyap di telan bumi karena tidak ditemukan alat bukti yang cukup atau setelah dilakukan audit tidak ditemukan kerugian negara, bisa juga mungkin sanksi pengembalian kerugian negara saja. Sudahlah terlalu banyak kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi. Mari kita tunggu episode selanjutnya dalam babak masa telaah Intelijen Kejaksaan Negeri Tanah Datar dibawah Pimpinan Kajari Hardijono Sidayat, SH.

Penulis adalah Wartawan Kompetensi Utama dan Rakyat Badarai

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: hukum,indonesia,nasional,opini,sumatra-barat,tanah-datar

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Protokol Covid 19 Longgar di Payakumbuh, Walikota  Khawatir Gelombang Kedua Terjadi

Protokol Covid 19 Longgar di Payakumbuh, Walikota Khawatir Gelombang Kedua Terjadi

PAYAKUMBUH - Kekhawatiran Walikota Payakumbuh Riza Falepi kembali disampaikannya. Dirinya khawatir terjadi gelombang...

PSBB Berlanjut, Puluhan Pedagang Kuliner Malam di Padang Disasar Petugas

PSBB Berlanjut, Puluhan Pedagang Kuliner Malam di Padang Disasar Petugas

PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memberlakukan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)...

Seorang Nakes Positif Covid-19 Asal Agam Kembali Dinyatakan Sembuh

Seorang Nakes Positif Covid-19 Asal Agam Kembali Dinyatakan Sembuh

AGAM -- Seorang pasien positif terpapar Covid-19 asal Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), dinyatakan...

Hari Ini, Tiga Warga Agam Kembali Positif Terpapar Covid-19

Hari Ini, Tiga Warga Agam Kembali Positif Terpapar Covid-19

AGAM -- Berdasarkan hasil swab yang dilakukan oleh Laboratorium Biomedik Universitas Andalas Padang dan Laboratorium...

Heboh Sperma Menularkan Virus Corona, Ternyata Begini Faktanya

Heboh Sperma Menularkan Virus Corona, Ternyata Begini Faktanya

INTERNASIONAL - Baru-baru ini, ramai diperbincangkan soal virus Corona ditemukan dalam air mani (sperma) pasien...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu