Sunday, 31 May 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Pendidikan Pasca Ramadhan

Sabtu, 23 Mei 2020 - 15:17:38 WIB - 653
Pendidikan Pasca Ramadhan
Afdal Fauzen, S.Pd


Oleh: Afdal Fauzen, S.Pd

Ramadhan 1441 H sudah mencapai garis finishnya. Perjuangan yang dilakukan selama satu bulan penuh sudah berakhir. Kemenangan sudah berada didepan mata bagi orang-orang yang telah berjuang selama bulan ramadhan. Kegembiraan akan terpancar dari wajah orang-orang yang telah berjuang selama satu bulan tersebut. Kemenangan yang telah menghampiri jangan sampai menjadikan seseorang terlena sehingga lupa dengan perjuangan-perjuangan yang dilakukan selama bulan ramadhan. Perjuangan yang dilakukan seyogyanya adalah latihan-latihan untuk menjadikan diri menjadi yang lebih baik. Sesuai dalam surat al-Baqarah ayat 183: Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana yang telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Jadi tujuan latihan-latihan tersebut adalah agar orang-orang yang telah melaksanakan puasa selama bulan ramadhan menjadi orang yang bertakwa.

Gelar takwa tersebut tidak bisa diberikan begitu saja kepada setiap orang atau individu dan tidak pula bisa diwariskan secara turun-temurun dari orang-orang bertakwa sebelumnya akan tetapi gelar takwa tersebut merupakan perjuangan seorang hamba dalam memperolehnya. Puasa yang dilaksanakan merupakan tameng bagi manusia untuk mengendalikan dirinya dari perbuatan yang negatif atau merugikan baik terhadap dirinya, orang lain ataupun lingkungan sekitarnya. Pengendalian diri yang telah dilakukan tersebut tidak hanya berlaku dibulan ramadhan saja, akan tetapi harus berlanjut setelah ramadhan berakhir. Karena bulan ramadhan yang telah dilalui merupakan syahrul tarbiyah (bulan Pendidikan) bagi setiap insan.




Latihan-latihan yang didapatkan selama ramadhan harus menjadi kebiasaan di luar bulan ramadhan. Jangan biarkan pendidikan dan latihan yang telah didapatkan selama ramadhan menjadi tiada berbekas setelah ramadhan pergi meninggalkan. Bulan ramadhan merupakan mendidik hubungan antara makhluk dengan Khalik. Ibadah-ibadah yang dilakukan seperti puasa, shalat, membaca al-quran, bersedekah, berzakat akan menguatkan hubungan manusia dengan Allah (hablum minallah). Dengan begitu pendidikan yang telah dilakukan selama ramadhan tersebut harus dijadikan kebiasaan setelah ramadhan berakhir.

Pendidikan selanjutnya yang didapatkan dibulan ramadhan adalah memperkuat hubungan sosial sesama manusia (hablum minannas). Dengan melaksanakan puasa, merasakan haus dan lapar akan menjadikan seseorang merasakan keadaan dari orang-orang yang kelaparan dan tidak memiliki makanan. Dengan begitu akan terbentuklah sikap empati di dalam diri. Orang yang tidak pernah merasakan haus dan lapar akan sulit tumbuh sikap empati di dalam dirinya. Puasa yang dilaksanakan dibulan ramadhan ini merupakan latihan untuk menumbuhkan sikap empati tersebut. Disamping itu, di bulan ramadhan ini juga diperintahkan untuk saling berbagi kepada orang lain, membantu fakir miskin serta mengeluarkan zakat sebelum hari raya idul fitri. Agar kebahagian datangnya idul fitri tidak hanya dirasakan oleh orang yang mampu saja, akan tetapi orang yang tidak mampu juga merasakan kebahagian tersebut.




Di sisi lain, ramadhan di tengah pandemi hendaknya tambah memupuk sikap empati tersebut. Karena dampak pandemi telah membuat orang-orang tidak bisa bekerja bahkan kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu rasa empati dari orang-orang yang memiliki kelebihan sangatlah diperlukan. Hadirnya ramadhan hendaknya menambah sikap empati ini didalam diri.

Oleh karena itu pada tahun ini, ramadhan sudah digaris finish. Latihan-latihan yang dilakukan selama bulan ramadhan, baik hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia selalu ditingkatkan. Pendidikan-pendidikan yang didapatkan selama bulan ramadhan jangan ditinggalkan bahkan dihilangkan setelah ramadhan berkahir. Akan tetapi pendidikan yang telah didapatkan tersebut menjadi kebiasaan pasca ramadhan. wallahu aalam bishawab. (*)

/* Penulis adalah Guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 40 Padang, Email: afdal.fauzen@gmail.com

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: metro,opini,padang,pendidikan,sosial,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Guspardi Gaus: Jokowi Lakukan Blunder dengan Naikan Kembali Iuran BPJS

Guspardi Gaus: Jokowi Lakukan Blunder dengan Naikan Kembali Iuran BPJS

JAKARTA -- Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Kenaikan luran BPJS Kesehatan. Keputusan...

Isu Desa Sikalang Sawahlunto Lockdown Tersebar di Medsos, Wali Kota Angkat Bicara

Isu Desa Sikalang Sawahlunto Lockdown Tersebar di Medsos, Wali Kota Angkat Bicara

SAWAHLUNTO -- Terkait Lockdown di Desa Sikalang Kecamatan Talawi yang tersebar di medsos, Walikota Deri Asta menunjungi...

Jokowi Akhirnya Izinkan Pembangunan di 4 Pulau Reklamasi Jakarta, Ada Apa?

Jokowi Akhirnya Izinkan Pembangunan di 4 Pulau Reklamasi Jakarta, Ada Apa?

NASIONAL - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengizinkan pembangunan di empat pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta. Empat...

Pemko Bukittinggi dan MUI Sepakati Bolehkan Salat Berjemaah di Masjid

Pemko Bukittinggi dan MUI Sepakati Bolehkan Salat Berjemaah di Masjid

BUKITTINGGI -- Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengizinkan masjid kembali melaksanakan salat berjemaah dengan...

Peduli Dampak Covid-19, PKB Serahkan Bantuan 73 Paket Lebaran

Peduli Dampak Covid-19, PKB Serahkan Bantuan 73 Paket Lebaran

SAWAHLUNTO -- Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) melalui Ketua PKB Sumbar H. Febby Datuak Berbangso Nan...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu