Sunday, 31 May 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Pesisir Selatan

Perantau Nagari Gantiang Mudiek Selatan Pessel Bantu Warga yang Tak Tersentuh BLT

Sabtu, 23 Mei 2020 - 20:52:04 WIB - 642
Perantau Nagari Gantiang Mudiek Selatan Pessel Bantu Warga yang Tak Tersentuh BLT
Perantau Nagari Gantiang Mudiek Selatan saat menyambangi warga yang tidak tersentuh Bansos dari Pemerintah


PESISIR SELATAN - Parantau Nagari Gantiang Mudiek Selatan, Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat (Sumbar) berikan bantuan kepada warga yang tidak tersentuh Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak Covid-19.

Inisiatif tersebut dilakukan para perantau, karena banyaknya warga yang pantas mendapatkan bantuan Jaringan Pengamanan Sosila (JPS), tetapi tidak tersentuh sama sekali. Baik itu BLT dari Provinsi, Kemensos, Kabupaten dan Dana Nagari.

"Dari informasi yang kita terima, masih banyak warga yang layak dan terdampak tidak mendapatkan BLT, karena tidak terdata", sebut Koordinator Perantau Kenagarian Gantiang Mudiek Selatan, Heri Surikno pada wartawan melalui telepon seluler, Sabtu (23/05/2020).




Heri menceritakan, kondisi miris itu diketahui perantau, ketika munculnya berita disalah satu media Online kemarin Jumat (22/5/2020) terkait hal itu.

Dimana, ada sepasang suami istri warga Gantiang Mudiek Selatan menangis ke kantor Camat Sutera untuk mempertanyakan kenapa dirinya tidak dapat BLT Covid-19.

Di ceritakan, Dari berita itu dia menangis menanyakan BLT, kenapa dia tidak menerima. Parahnya, dalam berita itu, untuk pergi ke kantor Camat dia harus berhutang pembeli bahan bakar motornya, karena mereka tidak punya uang sama sekali.

Tetapi lanjut Heri, ketika sampai dikantor Camat Sutera, memang benar dia tidak termasuk sebagai penerima BLT dampak Covid-19, baik dari Provinsi, Kemensos, Kabupaten dan Nagari.

"Bagaimana dia tidak menangis, dia memang tergolong warga kurang mampu, dia hanya buruh tani gambir, dan sekarang harga getah gambir anjlok", ucap Heri.

Ia menerangkan, pasangan suami istri itu, bernama Heri (40) dan Erni (34) memiliki dua orang anak, satu sudah sekolah dan satu masih kecil.

Dia hanya berkerja sebagai buruh tani gambir, sementara sejak pandemi Covid-19 ini, dia tidak lagi bekerja karena getah gambir tidak lagi dibeli oleh para pengumpul getah gambir.

"Getah gambir tidak dibeli lagi, mata pencarian dia mati. Tentu dia sangat berharap ada bantuan ini, makanya di rela berhutang ke tetangga untuk menanyakan, sedangkan yang lain menerima bantuan", ujarnya.

Kendati demikian lanjutnya lagi, melihat berita itu, para perantau Nagari Gantiang Mudiek Selatan, merasa tersentuh melihat kondisi yang terjadi pada masyarakatnya.

Ternyata memang benar, masih banyak warga yang layak mendapatkan BLT. Tetapi tidak tersentuh sama sekali, kata Heri.

"Kita merasa miris melihat kondisi ini, jadi ketika kami lempar ke grup WhatsApp perantau persoalan itu, mereka semua merespon dan sangat banyak yang bersedia memberikan bantuan kepada dunsanak yang ada dikampung", ungkapnya.

Setelah membuka donasi sampai pukul 12.00 WIB tadi di group WhatsApp, terkumpullah dana sekitar Rp2 juta, dan diserahkan langsung tadi sore kepada pasutri Heri dan Erni.

Dalam kesepakatan kami, bantuan diberikan sesuai dengan jumlah BLT yang disalurkan yaitu tiga bulan, satu bulan Rp 600 ribu, selain itu kita juga memberikan paket sembako dan lebaran, sebutnya.

Bantuan telah di salurkan dengan melibatkan pihak Kepolisian, Pemerintah Nagari dan diwakili oleh perantau, kata Heri.

"Alhamdulillah bantuan sudah kita serahkan, didampingi oleh anggota Kapolsesk Sutera, Wali Nagari dan beberapa orang tokoh masyarakat serta perantau yang mewakili", jelasanya.

Terkait hal itu, dirinya menyampaikan dari hasil persepakatan perantau, pihak perantau meminta kepada pemerintah Nagari, bagi warga yang tidak tersentuh bantuan dampak Covid-19 agar di data kembali.

Sebab, dari persepakatan paranntau zakat fitrah dan zakat sumbangan yang nanti akan diberikan perantau pada hari raya idul fitri besok, diberikan kepada warga yang tidak menerima BLT.

"Dengan demikian nantinya, semua warga kita dapat tanpa ada yang dibedakan. Dan mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini cepat berlalu. Dan kita juga berharap sedikit bantuan ini dapat meringankan beban warga kita", ucapnya. (Ronal)

Editor/Sumber: Tirman
Tag: daerah,pesisir-selatan,reliji,sosial,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Sekda Solsel Tegaskan Data Penerima Bansos Harus Transparan

Sekda Solsel Tegaskan Data Penerima Bansos Harus Transparan

SOLOK SELATAN -- Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, menginstruksikan kepada seluruh wali nagari yang ada didaerah itu...

Kantor Wali Nagari Ulakan Padang Pariaman Digasak Maling, Sejumlah Barang Berharga Raib

Kantor Wali Nagari Ulakan Padang Pariaman Digasak Maling, Sejumlah Barang Berharga Raib

PADANG PARIAMAN - Kantor Walinagari Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman dibobol maling. Peristiwa...

Bikin Merinding! Air Sungai di Israel Mendadak Seperti Darah, Pertanda Apa?

Bikin Merinding! Air Sungai di Israel Mendadak Seperti Darah, Pertanda Apa?

INTERNASIONAL - Warga Israel dihebohkan dengan sebuah sungai yang secara tiba-tiba berubah berwarna merah darah....

Inilah Fatwa MUI Soal Salat Idul Fitri di Tengah Pandemi Corona, Begini Panduannya

Inilah Fatwa MUI Soal Salat Idul Fitri di Tengah Pandemi Corona, Begini Panduannya

NASIONAL - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa nomor 28 Tahun 2020, Kamis (14/5/2020) mengenai panduan...

Pasien Positif Covid-19 Pertama di Solsel Diduga Miliki Riwayat Perjalanan dari Kota Padang

Pasien Positif Covid-19 Pertama di Solsel Diduga Miliki Riwayat Perjalanan dari Kota Padang

SOLOK SELATAN - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solok Selatan mencatat, pasien pertama yang dinyatakan...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu