minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Kosmo

Teh Es Bahaya Bagi Ginjal

Minggu, 16 September 2012 - 01:21:20 WIB - 1229
Teh Es Bahaya Bagi Ginjal

(MinangkabauNews) – tahukah anda rasa yang manis menyegarkan, berpadu dengan harga murah membuat es teh menjadi minuman favorit di segala suasana, termasuk saat berbuka puasa.

Popularitas es teh terbukti dengan kehadirannya di hampir semua tempat makan, mulai dari kelas warung hingga restoran mahal. Mungkin banyak yang setuju dengan jargon es teh kemasan, ‘Apapun makanannya, minumnya tetap es teh.’

Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatannya, es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal.

Seperti dikutip dari laman Times of India, es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. ‘Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk,’ kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.

Milner mengatakan, teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan es teh, di mana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas.

Pria, wanita posmenopause dengan tingkat estrogen rendah, dan wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur paling rentan terpapar dampak buruk es teh. Oleh karenanya, Milner menyarankan, mengganti konsumsi minuman itu dengan air putih, atau mencampurnya dengan lemon. ‘Lemon kaya kandungan citrates, yang dapat menghambat pertumbuhan batu ginjal,’ kata Milner.

Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Mineral tak terpakai itu umumnya bisa keluar dari tubuh bersama urin, tapi dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran kemih.

Peneliti juga mengungkap sejumlah makanan lain yang berpotensi menyimpan efek buruk. Mereka menyebut antara lain: bayam, cokelat, kacang-kacangan, garam, dan daging.

Sebaiknya, konsumsi es teh dan makanan-makanan itu secara moderat demi kesehatan ginjal. Padukan pula dengan makanan tinggi kalsium yang dapat mereduksi oksalat. Dan, tentu saja perbanyak minum air putih. (bu)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber:
Tag: kosmo

SILAHKAN BERBAGI


REKOMENDASI


BE SMART, READ MORE

Kakek 79 Tahun di Agam yang Dilaporkan Hilang Sebulan Lalu Akhirnya Ditemukan

Kakek 79 Tahun di Agam yang Dilaporkan Hilang Sebulan Lalu Akhirnya Ditemukan

MATUR, AGAM - Umar Sidin (79) warga Puncak Lawang yang sempat dilaporkan hilang hampir satu bulan yang lalu akhirnya...

Desas-desus Jose Mourinho Bakal Mundur Sebagai Manajer Manchester United

Desas-desus Jose Mourinho Bakal Mundur Sebagai Manajer Manchester United

BOLA - Desas-desus Jose Mourinho bakal mundur sebagai manajer Manchester United (MU) mulai terdengar di dinding-dinding...

Simpan Puluhan Paket Shabu, Laki Bini di Padang Panjang Ini Dibekuk Polisi

Simpan Puluhan Paket Shabu, Laki Bini di Padang Panjang Ini Dibekuk Polisi

PADANG PANJANG - Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) berhasil...

Pemko Padang Kembali Gelar Diskusi Mingguan Bersama Pers, Inilah Pembahasannya

Pemko Padang Kembali Gelar Diskusi Mingguan Bersama Pers, Inilah Pembahasannya

PADANG - Pemerintah Kota Pemko Padang menggelar diskusi mingguan perdana tahun 2018 bersama insan pers dengan...

Profesor Korea Selatan Kagum dengan Padusi Minangkabau

Profesor Korea Selatan Kagum dengan Padusi Minangkabau

BUKITTINGGI - Seorang tokoh perempuan di Korea Selatan, Prof. Eje Kim, PhD dari Seoul University Korea Selatan ternyata...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media