Tuesday, 14 Jul 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Lima Senjata Canggih Bisa Ini Bisa Selamatkan Jepang dari Serangan Nuklir Korea Utara

Senin, 01 Juni 2020 - 14:04:01 WIB - 3242
Lima Senjata Canggih Bisa Ini Bisa Selamatkan Jepang dari Serangan Nuklir Korea Utara
Drone Northrop Grummman RQ-4 Global Hawk (Foto: Dok. Istimewa)


INTERNASIONAL - Sejarah mencatat bahwa Jepang adalah salah satu negara yang pernah jadi korban serangan senjata nuklir. Pada Agustus 1945, dua kota Jepang, Nagasaki dan Hiroshima, jadi sasaran bom atom Amerika Serikat (AS) dan menjadi sumber kekalahan Negeri Sakura di Perang Dunia II.

Meski momen mengerikan itu sudah terlewat lebih dari tujuh dasawarsa, Jepang masih terancam oleh serangan senjata nuklir. Adalah Korea Utara yang punya segudang rudal balistik antarbenua dengan hulu ledak nuklir, yang mungkin saja bisa dijatuhkan di Jepang.

Seperti yang diketahui, Korut adalah salah satu negara yang sangat nyata memberikan perlawanan terhadap AS. Sementara, pasca Perang Dunia II Jepang menjadi sekutu AS. Tak cuma Jepang, tetangga Korut, Korea Selatan, juga merasakan ancaman yang sama.




Jepang jelas tak mau sejarah kelam berulang. Oleh sebab itu, Jepang juga harus mempersenjatai diri dengan sejumlah artileri canggih, yang bisa menangkal serangan nuklir Korut suatu saat nanti. Dikutip dari The National Interest, berikut lima senjata yang harus dimiliki Jepang untuk menghalau serangan nuklir Korut.

1. Aegis Ballistic Defense System (ABMD)

Aegis Ashore adalah Sistem Pertahanan Rudal Balistik (Ballistic Missile Defense System/BMD) adalah salah satu yang harus dimiliki Jepang untuk menangkal serangan rudal balistik yang banyak dimiliki Korut. Sistem ini dipasang di sejumlah kapal perang Jepang semisal kapal perusak kelas Kongo, yang nantinya mampu untuk menghadang rudal balistik seperti SM3, rudal jarak pendek dan menengah.

Aegis Ashore juga meningkatkan pertahanan Jepang terhadap serangan rudal masif yang juga mungkin diluncurkan oleh China. Sebab seperti yang diketahui, China juga merupakan sekutu Korut yang saat ini tengah gencar melakukan kampanye militer di Laut China Selatan.

2. Drone Northrop Grummman RQ-4 Global Hawk

Jepang dikabarkan baru akan membeli tiga buah drone Northrop Grumman RQ-4 Global Hawk dari AS. Meski hanya sebagai alat pengintai, RQ-4 Global Hawk memungkinkan Pasukan Bela Diri Jepang melakukan operasi pencarian, pelacakan, dan penilaian kerusakan yang ditimbulkan bom, tentunya langsung dari wilayah Korut.




3. Pesawat Tanker KC-46 Pegasus

Jepang saat ini baru memiliki pesawat tanker (bahan bakar) KC-767 sebanyak empat unit. Hal ini dinilai masih kurang kuat dalam perlawanan terhadap kampanye nuklir Korut. Pada akhirnya, Jepang juga harus membeli sejumlah pesawat tanker KC-46A Pegasus juga dari AS.

KC-46 Pegasus memungkinkan jet-jet tempur Jepang terbang dengan bahan bakar yang cukup, saat melakukan pegintaian bahkan saat misi pertempuran jauh di wilayah Korut.

4. Drone MQ-9 Reaper

Lagi-lagi Jepang harus mengandalkan drone ketinggian menengah, MQ-9 Reaper. General Atomics MQ-9 Reaper juga adalah drone buatan AS. Perbedaannya dengan RQ-4 Global Hawk, MQ-9 mampu membawa sejumlah amunisi dan menjadikannya sebagai drone tempur.

MQ-9 Reaper dilengkapi dengan rudal Hellfire, bom GBU-12 dan GBU-38 Joint Directed Attack Munitions. Drone tempur yang memiliki kecepatan maksimal 482 kilometer per jam ini mampu menghancurkan konvoy rudal Korut yang diarahkan ke Jepang.

5. Rudal Jelajah Tomahawk

Rudal jelajah Tomahawk memungkinkan Jepang untuk melakukan serangan lebih dulu. Rudal jarak jauh ini bisa menghancurkan radar pertahanan udara tanpa diketahui. Tak cuma itu, rudal jelajah Tomahawk juga bisa menghancurkan tempat peluncuran rudal darat, dan menghancurkan rudal yang mengarah ke Jepang.

Rudal jelajah Tomahawk mampu terbang di ketinggian rendah dan takkan terdeteksi oleh sistem pertahanan udara Korut, yang dianggap sudah ketinggalan jaman. Tomahawk memiliki hulu ledak yang mampu menciptakan ledakan besar, dengan kekuatan ribuan kiloton.

(vv)

Editor/Sumber: Romeo/viva
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Remaja yang Pernah Viral Gegara Ancam Tembak Jokowi Kembali Bikin Ulah

Remaja yang Pernah Viral Gegara Ancam Tembak Jokowi Kembali Bikin Ulah

NASIONAL - Seorang pemuda di Kembangan, Jakarta Barat yang pernah viral di tahun 2018 lalu karena menghina Presiden...

Revisi UU Pemilu, Anggota DPR RI Guspardi: "Ada Penumpang" di Ambang Batas Parlemen

Revisi UU Pemilu, Anggota DPR RI Guspardi: "Ada Penumpang" di Ambang Batas Parlemen

JAKARTA -- Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus, menduga adanya "penumpang" di proses revisi Undang Undang...

Evaluasi TNB-PAC, Padang Pariaman Terapkan Sistem Belajar Tatap Maya dan PJJ Luring

Evaluasi TNB-PAC, Padang Pariaman Terapkan Sistem Belajar Tatap Maya dan PJJ Luring

PADANG PARIAMAN - Kepala Dinas Kesehatan Yutiardi Rivai, Kepala BPKB Aspinuddin, Kepala Dinas Kominfo Zahirman dan...

Wali Kota Pariaman Suapi Kapolres Deny dengan Kue Perayaan HUT Bhayangkara ke-74

Wali Kota Pariaman Suapi Kapolres Deny dengan Kue Perayaan HUT Bhayangkara ke-74

PARIAMAN -- Wali Kota Pariaman Genius Umar menghadiri syukuran hari Bhayangkara di Mapolres Pariaman, Rabu,...

Kampus IAIN Batusangkar Akan Pilih Rektor Baru

Kampus IAIN Batusangkar Akan Pilih Rektor Baru

TANAH DATAR - Lima orang calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar untuk periode 2020 - 2024, akan...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu