Tuesday, 14 Jul 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Inilah Alasan Kenapa Masyarakat Indonesia Butuh Asuransi Jiwa Syariah

Selasa, 02 Juni 2020 - 14:49:40 WIB - 557
Inilah Alasan Kenapa Masyarakat Indonesia Butuh Asuransi Jiwa Syariah
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


Oleh: Abdullah Amrin, S.E., M.M.

Pertumbuhan jumlah penduduk muslim dunia yang semakin hari makin bertambah menjadi komoditas menjanjikan bagi kegiatan keuangan syariah tak terkecuali Asuransi Jiwa Syariah, Hasil Research Center Forum memprediksi pada tahun 2030, jumlah ini akan meningkat menjadi 2,2 miliar dari total penduduk dunia yang diperkirakan mencapai 8,3 miliar, dengan rata-rata pertumbuhan penduduk muslim sebesar 1,5 persen per tahun.

Pertumbuhaan Penduduk muslim dunia sejalan dengan adanya peningkatan secara signifikan terhadap tujuh sektor ekonomi Islam, yaitu : kuliner , keuangan Islam, industri asuransi, fashion, kosmetik dan farmasi, hiburan, dan pariwisata.

Ketujuh sektor tersebut mengusung konsep halal dalam setiap produk atau jasanya. Pertumbuhan pasar muslim global ditopang pertumbuhan demografi pasar muslim muda berjumlah besar, pertumbuhan ekonomi negara mayoritas muslim, tumbuh kesadaran nilai dan gaya hidup Islam untuk bermuamalah secara syariah. Terjadi pertumbuhan transaksi perdagangan antara negara Organisasi Konferensi Islam (OKI), banyak perusahaan multinasional yang berpartisipasi, adanya dukungan teknologi serta kemudahan keterhubungan antar negara.

Evolusi industri halal saat ini tidak hanya pada bidang produk makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetika yang tidak mengandung unsur alkohol atau mengandung unsur babi, darah dan bangkai.




Namun saat ini evolusi halal meliputi jasa keuangan, seperti : perbankan, finance, pegadaian dan asuransi termasuk di dalamnya asuransi jiwa syariah yang merupakan salah satu sektor dari 7 sektor ekonomi Islam yang bisa dikembangkan dan menjadi industri yang cukup dinamis.

Indonesia sebagai negera mayoritas berpenduduk Islam sudah mengembangkan industri asuransi jiwa syariah sejak tahun 1993/94 dengan berdirinya Asuransi jiwa Takaful sebagai asuransi syariah pertama. Salah satu tujuan pengembangan asuransi jiwa syariah di Indonesia adalah membuat orang Islam merasa nyaman dan tidak takut melakukan kegiatan muamalah melanggar aturan syariat Islam.

Sayangnya, pengusaha Indonesia belum banyak yang memanfaatkan secara maksimal peluang tersebut karena masih ada kekwatiran dalam pemikiran para pebisnis bahwa identitas Islam yang dilekatkan pada produknya akan memperkecil sebaran produk atau pasar hanya kepada muslim bahkan ada yang berpandangan bahwa label halal atau Islam akan membuat pemegang polis yang bukan beragama Islam akan meninggalkan produk asuransi tersebut.

Anggapan tersebut ternyata salah, kenyataannya banyak negara dengan minoritas muslim yang mengakomodasi bisnis asuransi syariah , seperti Inggris , Australia, Thailand, dan Jepang, meskipun bukan negara Islam, mereka tetap menyediakan sejumlah fasilitas yang mendukung pelaksanaan transaksi keuangan syariah di pusat pusat bisnis mereka.

"Adakah sama orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui" (az-Zumar :9)

Tidak semua masyarakat Indonesia baik muslim ataupun non muslim mengetahui apakah itu asuransi jiwa syariah, padahal mereka sangat membutuhkan apalagi saat saat seperti ini dimana terjadi pandemik virus corona.

Dengan adanya bencana virus corona banyak masyarakat kita yang terserang sakit akibat dari pandemik virus corona. Banyak diantara mereka sakit bukan karena virus corona tetapi mereka sakit karena tekanan situasi dan kondisi lingkungan yang dihadapi, seperti adanya larangan untuk meninggalkan rumah, menjaga jarak dan pembatasan sosialisasi berskala besar, secara mental dan spirituil mereka belum siap menghadapi situasi ini.

Beban semakin berat dirasakan bagi masyarakat yang terkena musibah sakit bukan karena disebabkan virus corona karena biaya pengobatan mereka tidak ditanggung pemerintah, namun menjadi tidak masalah bagi penduduk yang memiliki polis asuransi kesehatan swasta. Pemerintah hanya mengcaver atau menanggung biaya pengobatan masyarakat yang terkena virus corona. Saat ini sebagian besar masyarakat muslim Indonesia masih berpendapat bahwa asuransi jiwa itu haram karena menurut mereka takdir seperti musibah sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.




Sebagaimana bunyi surat Az Zumaar ayat 9 menyatakan: "Adakah sama orang yang mengetahui dengan orang-orang tidak mengetahui".

Maka, sudah menjadi tugas berat bagi para pelaku industri asuransi jiwa syariah untuk menjelaskan kepada mereka bahwa kini sudah adanya loh asuransi yang sesuai dengan syariat Islam, yaitu Asuransi Prudent Syariah. Sebuah asuransi yang akadnya berdasarkan pada Al-Quran, Al-hadist Nabi dan Fatwa Ulama yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional melalui Majelis Ulama Indonesia, yaitu asuransi jiwa prudent syariah.

Asuransi Jiwa Syariah bebas dari unsur maisir, gharar dan riba sebagaimana yang diharamkaan dalam hukum Islam. Artinya asuransi jiwa syariah itu terhindar dari unsur judi (maisir). maisir menurut terminology Islam adalah judi yaitu transaksi yang dilakukan dua pihak untuk memiliki suatu benda atau jasa yang hanya menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain dengan cara menghubung-hubungkan transaksi tersebut dengan suatu perbuatan atau kejadian tertentu, untuk menghindari unsur judi asuransi jiwa syariah memperlakukan reversing period sejak awal akad . Setiap anggota asuransi jiwa syariah berhak memperoleh cash value (nilai tunai) kapan saja diperlukan atas semua dana yang telah dibayarkan kecuali berupa dana tabarru.

Gharar menurut pandangan ahli fiqih mendefinisikan sebagai untung-untungan yang sama kuat antara ada dan tidak ada, atau yang mungkin terwujud dan mungkin tidak terwujud. Terjadinya gharar pada asuransi konventional dalam bentuk : perjanjian yang melandasi penutupan polis dan sumber dana pembayaran klaim serta keabsahan secara syari penerimaan uang klaim. Asuransi syariah mengatasi gharar dengan menukar akad tabaduli (jual beli) dengan akad takafuli (tolong-menolong) atau akad tabarru (dana kebajikan) dan akad Mudharabah (bagi hasil).

Unsur riba pada asuransi konventional terdapat dalam penentuan besaran tarif premi dan kegiatan investasi. unsur riba dalam asuransi jiwa syariah dialihkan dengan sistem Mudharabah (bagi hasil) atau akad lainnya yang diperbolehkan secara syari.

Bentuk perjanjian asuransi syariah menggunakan akad takafuli atau taawuni , seperti akad mudharabah dan tabarru atau akad lain yang diperbolehkan secara syariah. Asuransi konvensional yang menggunakan bentuk perjanjian tabaduli yang mengandung unsur gharar yang tidak diperbolehkan dalam Islam.

Menjadi tugas kita menjelaskan kepada masyarakat bahwa sudah ada asuransi jiwa syariah yang bermanfaat bagi semua agama dan kepercayaan di Indonesia karena kegiatan asuransi ini termasuk ibadah hablumm minannas (hubungan antar manusia) yaitu asuransi yang dihalalkan oleh semua agama, asuransi jiwa syariah. Kini kita tahu bahwasanya Masyarakat Indonesia Butuh lho Asuransi Jiwa Syariah.(*)

/* Penulis adalah Kepala Program Studi Manajemen Risiko dan Asuransi STIMRA, Email: amrin.amaras@gmail.com

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: indonesia,kesehatan,metro,nasional,opini

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Guspardi: Partai yang Punya Kursi di Senayan Seyogyanya Bisa Usung Calon Presiden

Guspardi: Partai yang Punya Kursi di Senayan Seyogyanya Bisa Usung Calon Presiden

JAKARTA -- Ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) sebesar 20% seperti yang ada dalam draf Rancangan...

Pemilik Restoran dan Pelanggan di Solok Wajib Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Pemilik Restoran dan Pelanggan di Solok Wajib Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

KOTA SOLOK -- Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Solok, Minggu (12/7) menegaskan pada pelaku usaha makanan yang...

Langgar Aturan dan Tak Melapor, Jajaran Keamanan Paksa Putar Balik Kapal Pesiar Kembali di Tuapejat

Langgar Aturan dan Tak Melapor, Jajaran Keamanan Paksa Putar Balik Kapal Pesiar Kembali di Tuapejat

MENTAWAI - Satu kapal pesiar yang membawa dan melayani peselancar wisatawan asing di Kepulauan Mentawai diperiksa...

Viral Video Penampakan Tuyul Ditangkap dan Dimasukkan dalam Botol Plastik

Viral Video Penampakan Tuyul Ditangkap dan Dimasukkan dalam Botol Plastik

PALEMBANG -- Viral video penangkapan tuyul dimasukan dalam botol Aqua, penangkapan Makhluk mistik ini menggemparkan...

Padang Pariaman Targetkan Tak Ada Lagi Buang Besar Sembarangan

Padang Pariaman Targetkan Tak Ada Lagi Buang Besar Sembarangan

PADANG PARIAMAN - Bupati Padang Pariaman yang diwakili Asisten Sekretariat Daerah Bidang Pembangunan Netty Warni...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu