Tuesday, 14 Jul 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Padang

Inilah Alasan Kenapa Buya Gusrizal Gazahar Pilih Islamic Life Style Ketimbang New Normal

Selasa, 02 Juni 2020 - 17:30:29 WIB - 586
Inilah Alasan Kenapa Buya Gusrizal Gazahar Pilih Islamic Life Style Ketimbang New Normal
Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa (Foto: dok. Istimewa)


PADANG -- Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat memunculkan istilah "Islamic Life Style" sebagai pengganti istilah "New Normal". Maka MUI Sumbar mengeluarkan sebelas panduan Gaya Hidup Islami.

Ketum MUI Sumbar, Buya Gusrizal Dt Palimo Basa mengatakan Lebih baik menggunakan istilah "Gaya Hidup Islami" ketimbang "Normal Baru" yang relatif kabur. Apalagi kalau itu hanya sekadar pakai masker, sering cuci tangan, jaga jarak, atau #DiRumahAja, kalau tidak ada keperluan yang mendesak keluarrumah. Gaya Hidup Islami sudah ada sejak 15 abad yang lalu.




MUI Sumbar mengeluarkan panduan Islamic Life Style sebagai berikut:

1. Anjuran untuk selalu menjaga wudhu. Itu artinya setiap lepas wudhu, setiap itu juga kembali cuci tangan.

2. Kalau jaga jarak, tidak hanya jarak yang dijaga, tapi juga pandangan untuk tidak melihat hal-hal yang tak dibolehkan menurut agama.

3. Setiap keluar rumah, di sunnahkan membaca doa dan selama dalam perjalanan juga disunnahkan berdzikir mengingat Allah Azza wa Jalla.

4. Peduli kepada sesama sebagai perwujudan ukhuwwah.

5. Soal masker, bahkan kaum perempuan sudah sejak dulu dianjurkan pakai cadar.

6. Kaum laki-laki pakai sorban, yang bisa digunakan sebagai penutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin atau bahkan menguap dan lain sebagainya.

7. Memakan yang halal dan bergizi supaya meningkat imunitas tubuh lahir dan bathin.

8. Menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan untuk meraih kecintaan Allah Swt.

9. Tinggalkan seluruh kemaksiatan karena menjadi penyebab datangnya bala termasuk wabah.

10. Belas asih terhadap dhuafa dalam kehidupan dengan keberpihakan yang nyata serta berhenti dari menyokong kekuasaan materi melalui kebijakan yang tidak adil.

11. Kemudian meneguhkan keimanan tauhid dengan menolak seluruh faham yang menjauhkan umat dari ajaran Islam seperti sekularisme, liberalisme, pluralisme, komunisme, syiah, dan sejenisnya. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)
Tag: metro,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Kampus IAIN Batusangkar Akan Pilih Rektor Baru

Kampus IAIN Batusangkar Akan Pilih Rektor Baru

TANAH DATAR - Lima orang calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar untuk periode 2020 - 2024, akan...

Update Terbaru Data Covid-19 Kabupaten Solok: Seorang PDP Meninggal Dunia

Update Terbaru Data Covid-19 Kabupaten Solok: Seorang PDP Meninggal Dunia

KABUPATEN SOLOK -- Hingga hari ini, Sabtu (4/7) tercatat sebanyak 389 orang yang telah dilakukan tes swab oleh Tim...

Jokowi Prediksi Puncak Pandemi Corona di Tanah Air Agustus atau September

Jokowi Prediksi Puncak Pandemi Corona di Tanah Air Agustus atau September

NASIONAL - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi pada bulan Agustus dan September 2020 merupakan puncak kasus virus...

Kasus Pencabulan Meningkat, Anggota DPRD Mentawai Jimer Munthe Angkat Bicara

Kasus Pencabulan Meningkat, Anggota DPRD Mentawai Jimer Munthe Angkat Bicara

MENTAWAI - Maraknya kasus pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Kepulauan Mentawai baru baru ini, membuat anggota...

Bupati Solok: Pejabat Derah yang Lemah Inovasi dan Tak Berkontribusi akan Dinonjobkan

Bupati Solok: Pejabat Derah yang Lemah Inovasi dan Tak Berkontribusi akan Dinonjobkan

KABUPATEN SOLOK - Bupati Solok Gusmal, Jumat (3/7) di Arosuka mewanti-wanti pejabat daerah Kabupaten Solok untuk terus...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu