Tuesday, 14 Jul 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Tidak Takut Digertak China, India Unjuk Kekuatan Militer di Perbatasan

Rabu, 03 Juni 2020 - 22:37:41 WIB - 18968
Tidak Takut Digertak China, India Unjuk Kekuatan Militer di Perbatasan
Militer India (Foto: Dok. Istimewa)


INTERNASIONAL - Perdana Menteri India, Rajnath Singh, akhirnya angkat bicara terkait konflik dengan China di wilayah perbatasan kedua negara. Pertama kali muncul ke publik sejak awal perseteruan, Singh menegaskan bahwa China telah melanggar integritas teritorial India.

Unjuk kekuatan militer antara India dan China di sepanjang perbatasan Garis Kontrol Aktual (LAC), hingga saat ini masih terjadi. Setelah beberapa pekan lalu, personel militer India dan China sempat terlibat dalam baku tembak di wilayah Ladakh.

Sejumlah masif tentara India dikerahkan ke wilayah perbatasan. Pun dengan China, yang juga mengerahkan sejumlah kendaraan berat militer dan sejumlah artileri perangnya. Tak cuma itu, sebuah foto citra satelit juga menangkap gambar empat jet tempur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), sudah berada dekat dengan wilayah perbatasan.




Tak segan, Singh menyebut bahwa kebijakan negara India berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan seluruh negara tetangganya. Oleh sebab itu, Sing menyebut India takkan pernah melanggar integritas teritorial negara lain.

Akan tetapi, Singh secara tegas menyebut bahwa India takkan membiarkan negara mana pun melakukan pelanggaran terhadap kedaulatannya.

"Kebijakan kami sangat jelas. Kami tidak akan melukai harga diri (negara) tetangga kami. Tetapi saya meyakinkan negara bahwa, pemerintah tidak akan membiarkan siapa pun melukai harga diri India," ucap Singh dalam wawancara dengan News 18, Rabu (3/6/2020).

Di sisi lain, Singh sepertinya masih yakin bahwa konflik antara India dan China di perbatasan masih bisa diselesaikan. Singh mengacu pada pengalaman konflik serupa yang terjadi di Doklam. Pada 2017, India dan China juga pernah bertikai dan mengalami kebuntuan selama 73 hari.

"Ketegangan semacam ini (pernah) meningat di masa lalu juga, dan solusi ditemukan," kata Singh.

Times of India melaporkan, baik Beijing dan New Delhi sudah melakukan perundingan delapan putaran untuk mengurangi ketegangan. Akan tetapi hinga saat ini, baik India dan China masih terus mempertahakan sikap agresif di wilayah yang disengketakan. (vv)

Editor/Sumber: Romeo/viva
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK RI, Pemda Solsel MoU Dengan ATR/BPN

Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK RI, Pemda Solsel MoU Dengan ATR/BPN

SOLOK SELATAN - Menindaklanjuti hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI beberapa waktu lalu. Pemerintah ...

Atasi Gizi Buruk, Darul Siska Beri Makanan Tambahan dan MP-ASI bagi Ibu Hamil di Solok

Atasi Gizi Buruk, Darul Siska Beri Makanan Tambahan dan MP-ASI bagi Ibu Hamil di Solok

KABUPATEN SOLOK -- Upaya mengatasi gizi buruk, Anggota Komisi IX DPR RI Darul Siska melakukan program Pemberian Makanan...

Hari Ini, Tak Ada Penambahan Kasus Positif Corona di Sumbar

Hari Ini, Tak Ada Penambahan Kasus Positif Corona di Sumbar

PADANG -- Kasus Positif Corona di Provinsi Sumbar, pada Rabu, (8/7/2020), nihil kasus positif Covid-19. Sedangkan...

Kapolsek dan Babinramil 03 Kawal Evaluasi Pembangunan ADD Betumonga Dengan Camat Sipora Utara

Kapolsek dan Babinramil 03 Kawal Evaluasi Pembangunan ADD Betumonga Dengan Camat Sipora Utara

MENTAWAI - Kapolsek, Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Desa Tuapejat, Betumonga serta Babinsa dari Koramil 03 Sipora...

Koramil 03 Pulau Sipora Komsos di Desa Bosua, Sosialisasi Hadapi Covid-19

Koramil 03 Pulau Sipora Komsos di Desa Bosua, Sosialisasi Hadapi Covid-19

MENTAWAI - Babinsa Koramil 03 Pulau Sipora Serda Efendi melaksanakan Komsos kepada masyarakat Desa Bosua Kecamatan...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu