Tuesday, 14 Jul 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Gawat! Trump Kerahkan Tentara Hadapi Kerusuhan, Jenderal Perang Amerika Meradang

Jumat, 05 Juni 2020 - 23:26:58 WIB - 33522
Gawat! Trump Kerahkan Tentara Hadapi Kerusuhan, Jenderal Perang Amerika Meradang
Kerusuhan akibat kematian George Floyd di Amerika. (Foto: Dok. Istimewa)


INTERNASIONAL - Tindakan Presiden Donald Trump dengan mengerahkan tentara keamanan nasional dalam menghadapi unjukrasa kematian George Floyd bertajuk Balck Lives Matter mulai mendapat tentangan dari para jenderal pensiunan militer Amerika.

Para jenderal menilai, tindakan Trump telah meruntuhkan demokrasi di Negeri Paman Sam.

Menurut Jenderal Marinir John Allen, perintah menyerang sipil yang dikeluarkan Trump saat terjadi protes di depan Gedung Putih sangat menakutkan.

Dan itu membuktikan Trump telah gagal memimpin Amerika. Pensiunan berbintang empat itu mengatakan, pemerintah Trump telah memilih antifa alias anti fasis atau gerakan tanpa pemimpin untuk jalan pintas pemecah masalah dan mengabaikan supremasi kulit putih yang telah terbukti menghasut kekerasan di beberapa protes ini.




"Kerusakan yang jauh lebih besar terhadap Amerika Serikat telah datang dari para teroris ini. Fasis, Klan, dan neo-Nazi, semua merasa baru diberdayakan hari ini daripada mereka yang telah menentang mereka," kata Allen dari dailykos, Jumat (5/6/2020).

Allen bukan satu-satunya mantan jenderal marinir yang berang ataas tindakan Trump. Jenderal Jim "Mad Dog" Mattis, yang menjabat sebagai menteri pertahanan Trump juga buka suara.

"Kami menyaksikan konsekuensi tiga tahun tanpa kepemimpinan yang matang. Donald Trump adalah presiden pertama dalam hidup saya yang tidak mencoba menyatukan orang-orang Amerika. Bahkan tidak berpura-pura mencoba. Sebaliknya ia mencoba memecah belah kita," kata Mattis.

Pensiunan Laksamana Angkatan Laut AS Mike Mullen, yang menjabat sebagai ketua ke-17 Kepala Staf Gabungan, juga membidik kebijakan brutal Trump terhadap warga negara Amerika. Dalam sebuah op-ed di The Atlantic, Mullen mengatakan dia tidak bisa tinggal diam lagi.

"Kemarin saya muak melihat personel keamanan termasuk anggota Garda Nasional secara paksa dan kasar membuka jalan melalui Lafayette Square untuk mengakomodasi kunjungan presiden di luar Gereja St. John. Saya sampai saat ini enggan berbicara tentang isu-isu seputar kepemimpinan Presiden Trump, tetapi kami berada pada titik belok, dan peristiwa beberapa minggu terakhir telah membuat tidak mungkin untuk tetap diam," kata Dia.

Bahkan, aliran tetap pejabat militer senior yang sudah pensiun menggunakan media sosial untuk berbicara minggu ini. Itu seharusnya membuat setiap orang Amerika waspada. Mereka berusaha memberi tahu kita semua bahwa presiden tidak layak untuk bertugas.

Jenderal Tony Thomas, mantan komandan Komando Operasi Khusus Amerika Serikat, berbicara di Twitter setelah mendengar Menteri Pertahanan Mark Esper menggambarkan kota-kota Amerika sebagai ruang pertempuran selama protes. (vv)

Editor/Sumber: Romeo/viva
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Guspardi Gaus: RUU Cipta Kerja Harus Berdampak Positif Pada Dunia Usaha

Guspardi Gaus: RUU Cipta Kerja Harus Berdampak Positif Pada Dunia Usaha

JAKARTA -- Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengingatkan pasal-pasal dalam RUU Cipta Kerja harus mampu membuka...

Warganet Geram, Tiga Emak-Emak Asyik Joged Tik Tok India di Jembatan Suramadu

Warganet Geram, Tiga Emak-Emak Asyik Joged Tik Tok India di Jembatan Suramadu

JAKARTA -- Warganet geram, Aksi 3 wanita yang nekat joget TikTok di Jembatan Suramadu, Jawa Timur. Pasalnya, aksi...

Banjir Setinggi Satu Meter Lebih Rendam Kayu Gadang Kuranji

Banjir Setinggi Satu Meter Lebih Rendam Kayu Gadang Kuranji

PADANG -- Hujan yang mengguyur wilayah Padang dan sekitarnya sejak Rabu (8/7) siang, membuat warga Kelurahan Pasar...

Bhabinkamtibmas Polres Mentawai, Lakukan Sosialisasi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Bhabinkamtibmas Polres Mentawai, Lakukan Sosialisasi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

MENTAWAI - Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Kapolres Kepulauan Mentawai Intruksikan jajaran Polsek...

Mutasi Kembali Bergulir Untuk Eselon III dan IV Pemko Sawahlunto, Ini Pesan Walikota Deri Asta

Mutasi Kembali Bergulir Untuk Eselon III dan IV Pemko Sawahlunto, Ini Pesan Walikota Deri Asta

SAWAHLUNTO -- Gerbong mutasi di jajaran Pemko Sawahlunto, Sumbar kembali bergerak. Wali Kota Deri Asta melantik eselon...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu