Saturday, 04 Jul 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Terungkap, Ternyata Senjata Ini yang Dipakai Tentara China untuk Membantai Prajurit India

Kamis, 18 Juni 2020 - 15:23:51 WIB - 90481
Terungkap, Ternyata Senjata Ini yang Dipakai Tentara China untuk Membantai Prajurit India
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


INTERNASIONAL - Dua piluh orang tentara Angkatan Bersenjata India (BSS) tewas dalam bentrokan maut dengan pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), di wilayah perbatasan Ladakh, Rabu 17 Juni 2020 lalu. Terungkap, senjata yang digunakan tentara China untuk membantai prajurit India.

Dalam laporan BBC, Kamis (18/6/2020), para personel militer baik dari pihak India maupun China sama-sama tak menggunakan senjata api. Sebab, bentrokan berdarah yang terjadi itu justru hanya berselang beberapa hari setelah pemerintah kedua negara sepakat berdamai.

Dalam kesepakatan antara India dan China, terdapat poin penarikan sejumlah senjata, mulai dari artileri ringan hingga artileri berat.

Pertanyaannya, bagaimana bisa tentara China yang diklaim banyak membunuh tentara India? Dengan senjata apa para pasukan China ini bisa menghabisi nyawa 20 tentara India?




Menurut laporan News18, Kamis (18/6/2020), seorang perwira tinggi Angkatan Bersenjata India yang tak disebutkan namanya, menyatakan bahwa ada 300 tentara China yang menyerang tentara India yang hanya berjumlah 50.

Terungkap, para tentara China membawa senjata berupa pentungan besi yang dililit oleh kawat berduri. Sementara itu, perwira tinggi militer India ini juga mengatakan bahwa anak buahnya melakukan perlawanan hanya dengan tangan kosong.

"Mereka memukuli kepala pasukan kami dengan tongkat logam yang dibungkus dengan kawat berduri. Sementara pasukan kami berperang dengan tangan kosong," ujar perwira tinggi militer India itu.

Pernyataan perwira tinggi militer India ini bertentangan dengan apa yang sebelumnya dikatakan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian. Dalam berita sebelumnya, Lijian menegaskan bahwa tentara india lah yang lebih dulu memasuki wilayah China secara ilegal dan melakukan serangan.

"Pasukan India dua kali melintasi garis perbatasan. Itu adalah kegiatan ilegal dan menyerang personil (militer) China yang menyebabkan konflik fisik yang serius antara kedua belah pihak," ujar Lijian dikutip Hindustan Times. (vv)

Editor/Sumber: Romeo/viva
Tag: hukum,internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

111 CPNS di Kabupaten Dharmasraya Diambil Sumpah

111 CPNS di Kabupaten Dharmasraya Diambil Sumpah

DHARMASRAYA -- Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengambil sumpah janji 111 Calon Pegawai Negeri Sipil...

Moment HUT Bhayangkara Ke-74, 14 Anggota Polres Mentawai Naik Pangkat

Moment HUT Bhayangkara Ke-74, 14 Anggota Polres Mentawai Naik Pangkat

MENTAWAI - Sebanyak 14 Anggota Polres Kepulauan Mentawai mendapatkan anugerah kenaikan pangkat satu tingkat. Upacara...

Pilkada, KPU Pessel Targetkan Partisipasi Masyarakat Tetap Tercapai

Pilkada, KPU Pessel Targetkan Partisipasi Masyarakat Tetap Tercapai

PESISIR SELATAN - Meski pelaksanaan di tengah pandemi covid-19, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pesisir...

Data Terbaru Covid-19 di Sumbar: Positif Tambah 5 Orang, 11 Sembuh

Data Terbaru Covid-19 di Sumbar: Positif Tambah 5 Orang, 11 Sembuh

PADANG -- Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar hari ini, Kamsi (2/7/2020) melaporkan adanya...

Waspada! Muncul Flu Babi Jenis Baru di China, Berikut Fakta-faktanya

Waspada! Muncul Flu Babi Jenis Baru di China, Berikut Fakta-faktanya

INTERNASIONAL - Para peneliti mengatakan telah menemukan sebuah "strain" (galur) atau jenis baru virus flu...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu