Saturday, 04 Jul 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Tensi di Natuna Utara Memanas, Amerika Blak-blakan Sebut Indonesia dalam Bahaya Partai Komunis China

Jumat, 26 Juni 2020 - 14:25:34 WIB - 162324
Tensi di Natuna Utara Memanas, Amerika Blak-blakan Sebut Indonesia dalam Bahaya Partai Komunis China
Presiden Joko Widodo (Foto: Dok. Istimewa)


INTERNASIONAL - Situasi Laut China Selatan diprediksi bakal terus memanas, seiring dengan aksi kampanye militer China di kawasan tersebut. Salah satu yang meradang adalah Amerika Serikat (AS), yang menganggap Partai Komunis China (CPC) adalah ancaman.

Dalam sebuah konferensi virtual Forum Brussels, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, memastikan bahwa pasukan Angkatan Bersenjata AS akan ditempatkan di sejumlah lokasi baru.

Pengerahan ini ditegaskan Pompeo adalah bagian dari perlawanan terhadap ancaman Partai Komunis China. Setelah memastikan bahwa AS bakal melakukan transfer masif pasukan ke India, sejumlah negara Asia Tenggara juga dalam pengawasan militer AS.




Ternyata, salah satu yang disebut Pompeo adalah Indonesia. Selain Indonesia, ancaman Partai Komunis China juga dianggap bakal berakibat buruk untuk sejumlah negara lainnya, Filipina, Malaysia, dan Vietnam.

"Akan Ada tempat lain (alokasi pasukan Amerika). Saya baru saja berbicara tentang ancaman dari Partai Komunis China. (Ada) ancaman untuk India, Vietnam, Indonesia, Laut China Selatan, dan Filipina," ucap Pompeo dikutip dari laman Hindustan Times, Jumat (26/6/2020).

"Kami berpikir bahwa itu adalah tantangan waktu bagi kami, dan kami memastikan kami punya sumber daya untuk melakukan itu (pengamanan)," katanya.

Akhir pekan lalu, pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah mengerahkan empat kapal perang ke Perairan Natuna. Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Ahmad Heri Purwono, memastikan pengerahan ini adalah respons TNI dari memanasnya tensi konflik di Laut China Selatan.

"Saat ini situasi meningkatnya tensi di Laut China Selatan ditandai dengan hadirnya kekuatan Angkatan Laut negara-negara yang berkepentingan menimbulkan kekhawatiran di negara-negara kawasan," kata Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono.

Empat kapal perang yang sudah siaga di Perairan Natuna adalah KRI KRI Bung Tomo 375, KRI Yos Sudarso 353, KRI Wiratno 379 dan KRI Bontang 907. (vv)

Editor/Sumber: Romeo/viva
Tag: indonesia,internasional,metro,nasional,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Tiga Mahasiswa UNP PKL di DPRD Kota Bukittinggi

Tiga Mahasiswa UNP PKL di DPRD Kota Bukittinggi

BUKITTINGGI -- Guna mengetahui secara langsung keberadaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi, tiga...

Ditemukan Satu Lagi Pasien Positif Covid-19 di Kota Solok

Ditemukan Satu Lagi Pasien Positif Covid-19 di Kota Solok

KOTA SOLOK - Kota Solok sepertinya makin jauh dari zona hijau, Kamis (2/7) ditemukan satu lagi positif covid-19,...

Waspada! Muncul Flu Babi Jenis Baru di China, Berikut Fakta-faktanya

Waspada! Muncul Flu Babi Jenis Baru di China, Berikut Fakta-faktanya

INTERNASIONAL - Para peneliti mengatakan telah menemukan sebuah "strain" (galur) atau jenis baru virus flu...

Pemuda Hafidz 30 Juz ini akan Berangkat ke Mesir

Pemuda Hafidz 30 Juz ini akan Berangkat ke Mesir

...

Hingga Hari Ini Kasus COVID-19 Indonesia Masih Tertinggi di ASEAN dan Posisi 29 di Dunia

Hingga Hari Ini Kasus COVID-19 Indonesia Masih Tertinggi di ASEAN dan Posisi 29 di Dunia

NASIONAL - Hingga hari ini, Kamis (2/7/2020) kasus konfirmasi positif COVID-19 secara global tercatat ada sebanyak...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1
kaos minang unik dan lucu