Saturday, 15 Aug 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Gawat! Gara-gara Ini, Australia Bakal jadi Ancaman Baru Indonesia?

Kamis, 02 Juli 2020 - 14:06:57 WIB - 52340
Gawat! Gara-gara Ini, Australia Bakal jadi Ancaman Baru Indonesia?
Jet tempur F-35 Australia (Foto: Dok. Istimewa)


INTERNASIONAL - Rencana pemerintah Australia ingin meningkatkan sistem pertahanan atau kemampuan militer dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan tentu tidak dapat dipandang sebelah mata.

Sebagai salah satu negara binaan Amerika Serikat (AS) di wilayah Indo-Pasifik memang Australia akhir-akhir ini kerap bersitegang dengan China, sehingga wajar ketika Perdana Menteri Australia Scott Morrison berambisi ingin meningkatkan sistem pertahanannya ke depan untuk menghadapi hegemoni China yang juga musuh bebuyutan Amerika Serikat (AS) di wilayah Indo-Pasifik.

Tapi jangan lupa, langkah strategis Australia itu tentu harus diperhitungkan benar-benar oleh Indonesia. Indonesia sebagai salah satu negara yang berbatasan langsung dengan Australia harus mengambil langkah strategis agar tidak terancam dengan rencana Australia menguasai wilayah Indo-Pasifik tersebut. Karena kalau Indonesia lengah, tidak menutup kemungkinan Australia akan menjadi ancaman keamanan baru bagi Indonesia.




Menurut data Global Fire Power 2020, saat ini ranking sistem pertahanan dan keamanan Indonesia berada di atas Australia dengan menduduki peringkat 16 dari 138 negara-negara dunia. Sementara, Australia menduduki peringkat ke 19.

Namun dengan rencana Australia akan mengalokasikan anggaran pertahanan sebesar 270 miliar dolar Australia atau 186.5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp2.69 kuadriliun, maka sangat memungkinkan Indonesia akan tertinggal jauh oleh Australia di masa mendatang walaupun saat ini TNI merajai kekuatan militer Asia Tenggara.

Saat ini total armada udara atau pesawat yang memperkuat Angkatan Udara Australia tercatat sebanyak 464 unit. Jumlah itu lebih unggul tipis jika dibandingkan jumlah pesawat yang dimiliki oleh Indonesia, yaitu 462 unit.

Pesawat tempur yang memperkuat pertahanan udara Australia diantaranya: 82 unit pesawat jet sekelas F-15. 6 unit pesawat serangan darat sekelas Fencer Sukhoi Su-24 Rusia, American Lockheed Martin F-35 Lightning II, bomber Boeing B-52, Super Tucano EMB-314 Brasil, dan platform loitering khusus seperti AC-130 Specter. 38 unit pesawat pengangkut militer sekelas Boeing C-17 Globemaster III, Airbus CN-235, and Cessna 208. 174 unit pesawat latih. 31 pesawat misi khusus sekelas Airborne Early Warning (AEW), Pesawat Patroli Maritim (MPA), dan platform Electronic Warfare (EW). 133 unit helikopter sekelas Mi-17 Rusia dan Black Hawk UH-60, dan 22 unit helikopter serang sekelas Guardian AH-64 Apache, Eurocopter Tiger dan Kamov Ka-52 Alligator atau Mi-28.

Sementara, 462 unit pesawat yang dapat mendukung Angkatan Udara Indonesia, diantaranya adalah: 41 unit pesawat jet tempur sekelas F-15. 39 unit pesawat serang sekelas Fencer Sukhoi Su-24 Rusia, American Lockheed Martin F-35 Lightning II, bomber Boeing B-52, Super Tucano EMB-314 Brasil, dan platform loitering khusus seperti AC-130 Specter. 54 unit pesawat pengangkut militer sekelas Boeing C-17 Globemaster III, Airbus CN-235, and Cessna 208. 109 unit pesawat latih. 5 unit pesawat misi khusus sekelas Airborne Early Warning (AEW), Pesawat Patroli Maritim (MPA), dan platform Electronic Warfare (EW). 177 unit helikopter sekelas Mi-17 Rusia dan Black Hawk UH-60. 16 unit helikopter serang sekelas Guardian AH-64 Apache, Eurocopter Tiger dan Kamov Ka-52 Alligator atau Mi-28.

Sementara, untuk kekuatan dalam pertempuran di darat, Indonesia bisa dikatakan unggul tipis dibandingkan Australia.

Indonesia memiliki 313 unit Tank tempur, sementara Australia hanya memiliki 59 unit Tank. Kemudian, untuk kendaraan tempur jenis Anoa atau sekelas AFV/APC, Indonesia memiliki 1.178 unit, sementara Australia memiliki lebih banyak yaitu, 3.051 unit.

Kemudian untuk system Self-Prolled Artillery, Indonesia memiliki 153 unit. Sementara Australia belum memiliki senjata artillery jenis ini. Untuk Field Artillery yang memiliki kemampuan menembak dengan menggunakan kaliber besar, Indonesia memiliki 366 unit Field Artillery, sementara Australia memiliki hanya memiliki 54 unit. Kemudian Rocket Projectors, Indonesia telah memiliki 36 unit rocket projector, sementara Australia belum memiliki senjata jenis ini.

Kemudian, untuk kekuatan pertahanan di laut, Australia pun dapat diakui lebih unggul dibandingkan Indonesia. Keunggulan utama Australia adalah mereka sudah memiliki dua unit kapal induk yang dapat menampung armada tempur udaranya di atas laut.

Kemudian, Australia memiliki 6 unit kapal selam untuk menjaga wilayah perairannya, sementara Indonesia baru memiliki 5 unit kapal selam, padahal wilayah perairan Indonesia jauh lebih luas dibandingkan Australia. Selain itu, Australia juga sudah memiliki 2 unit kapal perang destroyers yang memiliki kemampuan menghancurkan musuh baik di laut maupun di udara. Sementara Indonesia belum memiliki kapal perang jenis itu.

Namun, Indonesia unggul dengan memiliki 10 unit kapal perang penjelajah atau Mine Warfare, sementara Australia hanya memiliki 6 unit Mine Warfare. Selain itu, keunggulan yang sangat mencolok juga terjadi pada jumlah kapal patroli pantai, Indonesia tercatat memiliki 156 kapal patroli pantai, sementara Australia hanya memiliki 13 unit kapal patroli.

Sangat jelas bukan, perbandingan kekuatan sistem pertahanan kita saat ini jika dibandingkan dengan Australia seperti apa. Dalam kurun sepuluh tahun ke depan, jika Indonesia merasa sudah cukup puas dengan sistem pertahanan yang hari ini ada, maka Indonesia sudah dapat dipastikan Indonesia terancam tertinggal jauh dari Australia. (vv)

Editor/Sumber: Romeo/viva
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Pembangunan Rumah Sakit Pratama Di Solok Selatan Dimulai

Pembangunan Rumah Sakit Pratama Di Solok Selatan Dimulai

SOLOK SELATAN -- Pembangunan Rumah Sakit Pratama (RSP) Solok Selatan dimulai pengerjaannya. Hal itu ditandai dengan...

Amru Batubara: Perda Pekat Kota Solok No. 8 Tahun 2016 Harus Direvisi

Amru Batubara: Perda Pekat Kota Solok No. 8 Tahun 2016 Harus Direvisi

KOTA SOLOK - Amru Batubara, SH. MH. Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan Hak Azazi Manusia (Div. Yankum & Ham)...

Sekdako Solok Imbau Warga Budayakan Menggunakan Sepeda Berangkat Kerja

Sekdako Solok Imbau Warga Budayakan Menggunakan Sepeda Berangkat Kerja

KOTA SOLOK -- Sekretaris Daerah Kota Solok Syaiful Rustam, Jumat (7/8) saat pelepasan peserta Jumat bersepeda dihalaman...

DPRD Sumbar Terima Usulan Ranperda Perlindungan Nelayan dan Perlindungan Disabilitas

DPRD Sumbar Terima Usulan Ranperda Perlindungan Nelayan dan Perlindungan Disabilitas

strong>PADANG -- DPRD Sumbar menggelar rapat paripurna virtual penetapan Ranperda Perlindungan Nelayan dan...

Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Solok Terus Bertambah

Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Solok Terus Bertambah

KABUPATEN SOLOK - Bukanya turun, kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Solok terus bertambah dan mengalami...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1