Saturday, 15 Aug 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Ngeri! Australia Akan Bikin Rudal Jarak Jauh, Bisa Jangkau Wilayah Indonesia?

Kamis, 02 Juli 2020 - 14:33:17 WIB - 19472
Ngeri! Australia Akan Bikin Rudal Jarak Jauh, Bisa Jangkau Wilayah Indonesia?
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


INTERNASIONAL - Pemerintah Australia berencana akan meningkatkan anggaran sistem pertahanan negaranya dalam kurun waktu sepuluh tahun kedepan. Tidak tanggung-tanggung, Australia akan mempersiapkan budget untuk memperkuat pertahanannya hingga 270 miliar dolar Australia atau 186.5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp2.69 kuadriliun. Hal itu dilakukan Australia untuk memperkuat pengaruh kekuatan militernya di kawasan Indo-Pasifik.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan, rencana meningkatkan anggaran pertahanannya dalam kurun waktu 10 tahun ke depan itu sudah menjadi keharusan. Sebab, dia menyadari persaingan dunia pertahanan strategis di kawasan Indo-Pasifik terus mengalami perkembangan dengan sangat cepat.




"Sekarang, kita harus menghadapi kenyataan itu, memahami bahwa kita telah pindah ke bidang strategis baru dan kurang ramah, di mana lembaga pola kerja sama yang telah memberi manfaat bagi kemakmuran dan keamanan kita selama beberapa dekade, sekarang sedang meningkat - dan saya akan menyarankan hampir ireversibel - ketegangan. Indo-Pasifik adalah pusat dari meningkatnya persaingan strategis. Wilayah kita tidak hanya akan membentuk masa depan kita, semakin, itu adalah fokus dari kontes global yang dominan pada zaman kita," kata Morrison dalam pidatonya pada Pembaruan Strategis Pertahanan 2020 dikutip dari laman Sputnik News, Kamis 2/7/2020).

Ia menambahkan, saat ini salah satu yang menjadi tantangan bagi Australia adalah melindungi pertahanan Australia dari serangan cyber security. Dengan demikian ia menegaskan, selain akan memperkuat Australia dengan membeli misil atau rudal jarak jauh, dia juga akan memperkuat kemampuan cyber security yang diyakininya sebagai perang di masa depan.

"Negara ini berencana untuk memperkuat senjata pemogokan jarak jauh, kemampuan dunia maya, sistem penolakan daerah untuk dipersiapkan untuk spektrum penuh ancaman potensial," ujarnya. (vv)

Editor/Sumber: Romeo/viva
Tag: indonesia,internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

BPH STKIP PGRI Sumbar Kunjungi Padang Pariaman

BPH STKIP PGRI Sumbar Kunjungi Padang Pariaman

PARIT MALINTANG - Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menerima Kunjungan PGRI Provinsi Sumatera Barat, Badan Pelaksana...

Masuk Zona Hijau, Gugus Tugas Perketat Aturan Keluar Masuk Mentawai

Masuk Zona Hijau, Gugus Tugas Perketat Aturan Keluar Masuk Mentawai

MENTAWAI - Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Mentawai melakukan pemberlakuan terkait...

FKAN Pauh Gelar Pagelaran Karya Produk Ekonomi Kreatif 2020, Ini Kata Tokoh Adat Irwan Basir

FKAN Pauh Gelar Pagelaran Karya Produk Ekonomi Kreatif 2020, Ini Kata Tokoh Adat Irwan Basir

PADANG -- Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Pauh IX Kecamatan Kuranji menggelar Pagelaran Karya Produk Ekonomi...

Terungkap, Efek Samping Vaksin Corona China yang Diuji di Bandung

Terungkap, Efek Samping Vaksin Corona China yang Diuji di Bandung

NASIONAL - Ketua Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Kusnandi Rusmil menjelaskan, kemungkinan ada...

Kabar Baik, Pemprov Sumbar Akan Cairkan Dana Hibah PT Rajawali Bagi Mahasiswa dan Siswa Berprestasi

Kabar Baik, Pemprov Sumbar Akan Cairkan Dana Hibah PT Rajawali Bagi Mahasiswa dan Siswa Berprestasi

PADANG -- Gubernur Irwan Prayitno mengungkapkan Pemprov Sumbar akan memcairkan dana hibah PT Rajawali yang ada di kas...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1