Wednesday, 23 Sep 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Pos Polisi

Tersangka Kasus Mafia Tanah 674 Ha Lehar Meninggal Dunia, Ini Kata Pakar Hukum Pidana

Jumat, 03 Juli 2020 - 17:11:02 WIB - 4632
Tersangka Kasus Mafia Tanah 674 Ha Lehar Meninggal Dunia, Ini Kata Pakar Hukum Pidana
Tersangka kasus mafia di Mapolda Sumbar. (Foto: Dok. Istimewa)


PADANG -- Terkait kasus mafia Tanah Lehar, Pakar Hukum Pidana Universitas Ekasakti, Sahnan Sahuri Siregar mengatakan Ada standar yang berlaku di kepolisian dalam menyelidiki dan menyidik semua tindak pidana harus secara hukum, artinya kepolisian harus bertanggung jawab sesuai dengan fungsi kewenangan.

Menurut Sahnan, Tersangka yang telah meninggal dunia pada saat dilakukan penyidikan, kalau dia sudah meninggal berarti pertanggungjawaban pidananya terhadap dirinya tidak bisa dilakukan lagi, pertanggung jawaban pidana hilang, dan itu tidak bisa diwakilkan, karena itu pertanggung jawaban pidana bukan pertanggung jawaban perdata.

"Orang sudah meninggal mana bisa diproses, oleh karena itu semua tuntutan pidana atas dirinya hilang dengan sendirinya," tegasnya.




Kewenangan tuntutan pidana hapus dengan sendiri, katena tersangkanya sudah meninggal dunia. Lanjutnya, di dalam KUHP karena tersangka meninggal dunia adalah tidak ada hal2 yang dapat menuntut dan menjalankan pidana.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto membenarkan tersangka mafia tanah Lehar meninggal dunia di RS M. Jamik pagi kemaren.

"Iya, tersangka Lehar meninggal dunia pada Kamis (2/7/2020) sekitar pukul 22.10 WIB, RSUP M. Djamil Padang," ujar Satake, Jumat (3/7/2020).

Sebelumnya, Polisi Daerah Sumbar meringkus Tersangka komplotan Mafia Tanah Seluas 765 Hektar Diklaim Lehar CS.
Empat pelaku menipu para korbannya dengan mengaku memiliki tanah seluas 765 hektar di Kecamatan Koto Tangah itu. Salahsatu dari empat tersangka itu tersangka.

Para tersangka itu masing-masing berinisial EPM, berprofesi sebagai pekerja swasta. Kemudian LH seorang petani, MY nelayan dan YS pekerja swasta. Mereka dijerat dengan Pasal 236 KUHP tentang pemalsuan surat dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)
Tag: hukum,kriminal,padang,pos-polisi,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Mappilu PWI Piaman Segera Diusulkan

Mappilu PWI Piaman Segera Diusulkan

PADANG PARIAMAN - Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) PWI Pariaman kini dalam tahap pembentukan secara...

Tujuh Orang Penambahan Positif Covid di Tanah Datar, Empat di Antaranya PNS

Tujuh Orang Penambahan Positif Covid di Tanah Datar, Empat di Antaranya PNS

TANAH DATAR - Hari ini terjadi lagi penambahan penambahan konfirmasi positif covid 19 sebanyak tujuh orang, empat orang...

Ketua DPRD Payakumbuh Hamdi Agus Terkonfirmasi Positif Corona

Ketua DPRD Payakumbuh Hamdi Agus Terkonfirmasi Positif Corona

PAYAKUMBUH -- Pemerintah Payakumbuh mengonfirmasi Ketua DPRD setempat Hamdi yang positif tertular Virus Corona atau...

Jembatan Pelangi akan dilengkapi dengan Saung

Jembatan Pelangi akan dilengkapi dengan Saung

PARIAMAN -- Objek wisata Jembatan Pelangi yang berada di Desa Kampung Kandang Kec. Pariaman Timur akan dilengkapi...

Kasus Covid-19 Belum Melandai, Gugus Tugas Covid-19 Kota Solok Ajak Patuhi Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Belum Melandai, Gugus Tugas Covid-19 Kota Solok Ajak Patuhi Protokol Kesehatan

KOTA SOLOK - Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solok Syaiful A, Selasa (15/9) meminta...


KOMENTAR ANDA