Saturday, 15 Aug 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Heboh Kalung Antivirus Corona Siap Diproduksi Massal, Siapa yang Berani Menguji?

Senin, 06 Juli 2020 - 16:50:06 WIB - 423
Heboh Kalung Antivirus Corona Siap Diproduksi Massal, Siapa yang Berani Menguji?
Kalung antivirus Corona (Foto: Dok. Istimewa)


NASIONAL - Kalung Antivirus Corona saat ini menjadi perbincangan di masyarakat karena diklaim bisa mencegah COVID-19. Kalung berbahan eucalyptus keluaran Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian ini diklaim bisa membunuh virus SARS-CoV-2 itu. Bahkan, pemerintah Indonesia berwacana untuk memproduksi kalung itu secara massal mulai Agustus 2020.

Anggota Komisi IX dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, turut merespon hal ini. Usaha yang dilakukan oleh Kementan dalam membuat kalung berbahan eucalyptus untuk melawan COVID-19, di satu sisi, memang perlu diapresiasi. Ini bisa dianggap upaya Kementan untuk turut berkontribusi membuat inovasi pada penanganan COVID-19.

"Mengingat sampai hari ini belum ditemukan obat atau vaksin yang dapat mengakhiri perang kita melawan pandemi covid-19, maka kita harus berikhtiar sekuat tenaga dengan pelbagai cara termasuk prototipe kalung anti-Corona yang bersumber dari tanaman yang mudah ditemukan di Indonesia," kata Netty, Senin (6/7/2020).




Meski Kementan menyatakan ampuh untuk melawan COVID-19, tetapi menurut Netty perlu ada pengujian secara ilmiah sebelum diproduksi secara massal. Ujicoba secara ilmiah ini dibutuhkan agar publik percaya terhadap kalung ini yang dinilai benar-benar ampuh melawan virus corona.

"Yang menjadi persoalan berikutnya adalah ketika pemerintah mencoba untuk memproduksinya secara massal. Publik pun merespon wacana pemerintah ini karena kalung tersebut belum teruji keampuhannya. Masih dibutuhkan serangkaian pengujian yang berlandaskan pada norma saintifik dengan parameter yang terukur sebelum kemudian maju pada fase industrialisasi hasil penelitian," kata Netty

Netty berharap agar jangan sampai pemerintah blunder dalam menggulirkan kebijakan terhadap kalung anti virus ini. Sebab jika itu terjadi sudah tentu berpotensi pada kerugian keuangan negara yang besar.

"Justru, pemerintah sebaiknya fokus pada hal urgen dalam penanganan covid-19 seperti PCR test, Reagen, dan sejenisnya. Termasuk fokus pada industrialisasi alat kesehatan hasil inovasi yang sudah terbukti dan dibutuhkan oleh masyarakat, seperti ventilator murah anak bangsa dan inovasi lainnya," ujarnya. (vv)

Editor/Sumber: Romeo/viva
Tag: indonesia,kosmo,legislator,metro,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Gawat! Hubungan China dengan Amerika Memburuk, Perang Dingin Baru Bakal Terjadi?

Gawat! Hubungan China dengan Amerika Memburuk, Perang Dingin Baru Bakal Terjadi?

INTERNASIONAL - Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan negaranya menolak setiap upaya yang bertujuan menciptakan...

Gelar Sertijab, Inilah Pesan Penting Kapolres Mentawai AKBP Dody Prawiranegara

Gelar Sertijab, Inilah Pesan Penting Kapolres Mentawai AKBP Dody Prawiranegara

MENTAWAI -- Polres Kepulauan Mentawai Gelar Upacara Sertijab, Purnabakti dan pemberian Penyerahan Trophy kepada Polsek...

Ketua TP PKK Dharmasraya Monitoring dan Evaluasi Kader Andalan Dharmasraya

Ketua TP PKK Dharmasraya Monitoring dan Evaluasi Kader Andalan Dharmasraya

DHARMASRAYA -- Monitoring dan evaluasi kader andalan dilakukan oleh NY. Dewi Sutan Riska Bertempat di Gedung Pertemuan...

Bawaslu 50 Kota Temukan Ratusan Pemilih Pemula Tidak Terdaftar

Bawaslu 50 Kota Temukan Ratusan Pemilih Pemula Tidak Terdaftar

LIMAPULUH KOTA - Ratusan pemilih pemula ditemukan Bawaslu Limapuluh Kota tidak terdaftar pada dokumen Daftar Pemilih...

Pemkab Solok Selatan Fasilitasi Penyelesaian Tuntunan Masyarakat Dengan Perusahaan Perkebunan

Pemkab Solok Selatan Fasilitasi Penyelesaian Tuntunan Masyarakat Dengan Perusahaan Perkebunan

SOLOK SELATAN -- Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, turut memediasi penyelesaian persoalan masyarakat Nagari Abai,...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1