Saturday, 15 Aug 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Dilecehkan Kapal Induk Amerika yang Berkeliaran di Dekat Natuna Utara, Tentara China Ngamuk

Selasa, 07 Juli 2020 - 14:45:41 WIB - 63243
Dilecehkan Kapal Induk Amerika yang Berkeliaran di Dekat Natuna Utara, Tentara China Ngamuk
USS Theodore Roosevelt (Foto: Dok. Istimewa)


INTERNASIONAL - Perang urat syaraf antara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Armed Forces), masih terus berlangsung. Setelah Amerika menyatakan tak takut dengan ancaman rudal-rudal penghancur kapal selam China, seorang perwira tinggi militer AS akhirnya angkat bicara.

Seperti yang diketahui, Amerika mengerahkan tiga kapal induknya, USS Nimitz, USS Ronald Reagan, dan USS Theodore Roosevelt. Dalam berita sebelumnya, Amerika menegaskan tak takut dengan rudal balistik anti-kapal induk milik China, Dongfeng DF-21D dan Dongfeng DF-26.

Pengerahan aramda tempur laut militer Amerika, membuat China naik pitam. Amerika dianggap China sebagai pelaku tindakan provokatif di wilayah perairan internasional itu.




Dilaporkan sebelumnya, Tentara Pembebasan Rakyat China baru saja menyelesaikan latihan tempurnya di Laut China Selatan mulai 1-5 Juli. Mendengar kabar bahwa Amerika sudah mengirim dua kapal induknya, China langsung memberikan respons keras.

Kecaman China terhadap militer Amerika tak lepas dari kedatangan dua kapal induk di Laut China Selatan. Kehadiran USS Nimitz dan USS Ronald Reagan dianggap China sebagai tindakan yang berlawanan dengan hukum dan aturan internasional.

"Tindakan provokatif yang ditunjukkan Amerika Serikat dengan sungguh-sungguh telah melanggar hukum dan aturan internasional yang sangat nyata dan kepentingan keamanan China," ujar juru bicara Komando Militer Teater Selatan, Kolonel Li Huamin dikutip dari laman Fox News, Selasa (7/7/2020).

Tak hanya itu, China menganggap pengerahan kapal induk Amerika telah membahayakan dan kelangsungan perdamaian dan keamanan Indo-Pasifik, khususnya di Laut China Selatan.

"Mereka melakukannya dengan sengaja dan dapat meningkatkan risiko keamanan di wilayah ini. Mereka juga dengan mudah bisa memicu insiden yang tak terduga," kata Huimin. (vv)

Editor/Sumber: Romeo/viva
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Memalukan! Pertama dalam Sejarah Sejak Presiden Habibie, Ekonomi Indonesia Minus 5,32 Persen

Memalukan! Pertama dalam Sejarah Sejak Presiden Habibie, Ekonomi Indonesia Minus 5,32 Persen

NASIONAL - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan kontraksi ekonomi Indonesia sebesar 5,32 persen pada kuartal II 2020...

Kapolsek Sikakap Sambangi Pemuda Dusun Mapinang, Bantu Peralatan Olahraga

Kapolsek Sikakap Sambangi Pemuda Dusun Mapinang, Bantu Peralatan Olahraga

MENTAWAI - Kapolsek Sikakap AKP. Tirto Edhi bersama Wakapolsek Ipda Yanuar berikan bantuan peralatan olahraga berupa...

Gubernur Irwan: Jalan Tol di Sumbar adalah Projek Nasional yang Dikawal Kemen PU

Gubernur Irwan: Jalan Tol di Sumbar adalah Projek Nasional yang Dikawal Kemen PU

PADANG -- Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan Pembangunan jalan tol ini merupakan program nasional yang dikawal...

Ditengah Pandemi, Hasil Produksi Beras Petani di Agam Mengalami Peningkatan

Ditengah Pandemi, Hasil Produksi Beras Petani di Agam Mengalami Peningkatan

AGAM -- Dalam kondisi pandemi Covid-19, produksi beras patani dalam masa pandemi tidak mempengari secara signifikan....

Penistaan Terhadap Islam Terus Berulang, Muhammadiyah: Muslim Jangan Terpancing

Penistaan Terhadap Islam Terus Berulang, Muhammadiyah: Muslim Jangan Terpancing

NASIONAL - Penistaan terhadap agama Islam terus berulang. Terakhir, ujaran kebencian terhadap Islam dikampanyekan...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1