Saturday, 15 Aug 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Reaksi Keras China Setelah Amerika Blak-blakan Bela Indonesia di Natuna Utara

Rabu, 15 Juli 2020 - 13:29:28 WIB - 72993
Reaksi Keras China Setelah Amerika Blak-blakan Bela Indonesia di Natuna Utara
Kapal induk Amerika, USS Ronald Reagan (Foto: Dok. Istimewa)


INTERNASIONAL - Pemerintah China menyebut Amerika Serikat (AS) memiliki keinginan menabur perselisihan antara Beijing dan negara-negara ASEAN termasuk Indonesia terkait masalah Laut Cina Selatan (LCS). Hal itu disampaikan setelah Menlu AS Mike Pompeo mengatakan klaim atas LCS tidak memiliki dasar dalam hukum internasional.

"AS sebagai negara di luar kawasan, tidak menginginkan apa pun selain kekacauan di LCS sehingga bisa memperoleh keuntungan dari perairan. Untuk tujuan ini, AS berusaha keras menyulut masalah dan menabur perselisihan antara China dan negara-negara regional lainnya, melemahkan upaya China dan negara ASEAN untuk menjaga perdamaian serta stabilitas," kata juru bicara Kemlu China Zhao Lijian, Rabu (15/7/2020) dikutip laman resmi Kemlu China.




Dia turut merespons pernyataan Pompeo yang menyebut klaim China atas LCS tak memiliki dasar.

"AS mengklaim bahwa China secara resmi mengumumkan garis putus-putus di LCS pada 2009. Itu tidak benar. Kedaulatan, hak, dan kepentingan China di LCS telah dibangun selama sejarah panjang," ujarnya.

Zhao mengklaim China telah secara efektif menjalankan yurisdiksi atas pulau-pulau dan terumbu di LCS selama ribuan tahun.

"Kembali pada 1948, Pemerintah China secara resmi menerbitkan garis putus-putus tanpa negara lain yang mengajukan perselisihan dalam waktu yang sangat lama," ucapnya.

Menurut dia, kedaulatan teritorial Cina atas LCS didasarkan pada sejarah dan hukum. Selain itu, klaim tersebut konsisten dengan hukum dan praktik internasional yang relevan.

Sebelumnya, Pompeo menyatakan AS menolak klaim China atas sumber daya di LCS. Hal itu dinilai tak memiliki dasar dalam hukum internasional.

"Kami menegaskan klaim-klaim Beijing atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar LCS melanggar hukum sepenuhnya, seperti melakukan perundungan untuk mengendalikannya," kata Pompeo pada Selasa (14/7).

Menurut Pompeo, selama bertahun-tahun China mengintimidasi negara-negara ASEAN guna mengukuhkan klaimnya atas LCS.

"Dunia tidak akan membiarkan Beijing memperlakukan LCS sebagai kerajaan maritim," ujarnya.

China diketahui mengeklaim hampir 90 persen wilayah LCS. Namun, hal itu ditentang oleh sejumlah negara ASEAN. AS pun menolak klaim tersebut karena memandang LCS sebagai perairan internasional. (Rep)

Editor/Sumber: Romeo/Republika.co.id
Tag: indonesia,internasional,metro,nasional,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Sudah Diuji ke Putri Putin, WHO Belum Bisa Jamin Keamanan Vaksin Corona Rusia

Sudah Diuji ke Putri Putin, WHO Belum Bisa Jamin Keamanan Vaksin Corona Rusia

INTERNASIONAL - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum bisa memberi jaminan bagi vaksin virus corona (Covid-19) Sputnik...

Karyawan PDAM Ikut Berkurban, Bupati Padang Pariaman Ucap Syukur

Karyawan PDAM Ikut Berkurban, Bupati Padang Pariaman Ucap Syukur

PADANG PARIAMAN -- Bupati Padang Pariaman H Ali Mukhni menyampaikan rasa syukurnya ketika menyaksikan pemotongan seekor...

Begini Semangat Berbagi di Perayaan Idul Adha 1441 di Padang Panjang

Begini Semangat Berbagi di Perayaan Idul Adha 1441 di Padang Panjang

PADANG PANJANG -- Peringatan Idul Adha ke 1441 H sangat kental terasa. setelah menunaikan Sholat Iduladha, pada Jumat,...

Giliran PA 212 Kini Pertanyakan Logo HUT RI Mirip Salib

Giliran PA 212 Kini Pertanyakan Logo HUT RI Mirip Salib

NASIONAL - Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif, menyebut bahwa logo perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan...

Gawat, Turki Aktifkan Sistem Pertahanan Udara Tercanggih di Dunia S-400 Buatan Rusia Lawan Yunani

Gawat, Turki Aktifkan Sistem Pertahanan Udara Tercanggih di Dunia S-400 Buatan Rusia Lawan Yunani

INTERNASIONAL - Ada informasi terbaru dari ketegangan yang terjadi antara Turki, Yunani dan Mesir di perairan Laut...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1