Thursday, 21 Jan 2021
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Langkah Turki Membeli Sistem Rudal Canggih S-400 Rusia membuat Amerika Marah

Jumat, 31 Juli 2020 - 12:44:58 WIB - 11000
Langkah Turki Membeli Sistem Rudal Canggih S-400 Rusia membuat Amerika Marah
Sistem rudal S-400 Triumf milik Rusia (Foto: Dok. Istimewa)

INTERNASIONAL - Turki terus menjalin komunikasi yang komprehensif dan strategis dengan Amerika Serikat, terkait kekhawatiran Paman Sam atas rudal antipesawat S-400 Rusia. Langkah Turki membeli senjata Rusia membuat AS marah.

Menurut Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar, Washington saat ini kembali mempertimbangkan Ankara perihal program jet tempur siluman F-35 Lightning II Lockheed Martin.




"Sehubungan dengan program F-35, semua laporan pemerintah AS telah menunjukkan bahwa penangguhan Turki dari program tersebut telah membawa risiko produksi untuk komponen-komponen penting bagi pesawat F-35, yang menunda waktu produksi dan meningkatkan biaya. Mereka harus mempertimbangkan kembali keputusan mereka," ujarnya seperti dilansir Hurriyet Daily News, Jumat (31/7/2020).

Amerika Serikat telah menangguhkan partisipasi Turki dalam program pesawat tempur gabungan F-35. Reaksi dari rudal anti pesawat S-400 Rusia, yang dinilai membahayakan pesawat tersebut. Namun Hulusi melihat Turki bukanlah sekadar konsumen, tapi juga mitra.

"Turki bukan hanya pelanggan dari program F-35, tetapi mitra. Keamanan F-35 sangat penting bagi Turki seperti halnya bagi AS. Kami siap untuk mengatasi kekhawatiran AS tentang masalah kompatibilitas S-400," ujarnya.

Amerika Serikat belum merespons Turki terkait komite gabungan S-400 di wilayah Turki. Akar menggambarkan pengecualian Turki dari program F-35 sebagai bentuk "tidak adil". Karena industri pertahanan Turki terus memasok bagian-bagian kunci pesawat, terlepas dari pandemi yang tengah terjadi.

Ia mengatakan, hubungan antara Turki dan Amerika Serikat memang selalu mengalami naik-turun. Namun, perbedaan tersebut diyakininya dapat teratasi lewat komunikasi yang komprehensif dan strategis.

"Saya percaya bahwa ruang lingkup kerjasama antara Turki dan AS akan diperluas, jika Turki diberikan kontribusi sebagai pasangan yang lebih kuat," ujar Akar. (Rep)

Editor/Sumber: Romeo/Republika.co.id
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik,teknologi

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Catat Tanggalnya! Kajian JumpaMU Virtual Edisi XXI di Tahun 2021, Turki dan Masa Depan Dunia Islam

Catat Tanggalnya! Kajian JumpaMU Virtual Edisi XXI di Tahun 2021, Turki dan Masa Depan Dunia Islam

MINANGKABAUNEWS, PADANG -- PW Muhammadiyah Sumatera Barat terus melaksanakan agenda program Kajian Muhammadiyah meski...

Masyarakat Berharap Parlemen Percepat PMI Cabang Khusus di Duri

Masyarakat Berharap Parlemen Percepat PMI Cabang Khusus di Duri

MINANGKABAUNEWS, DURI -- Masyarakat sangat ingin dan berharap wakil rakyatnya berjuang untuk kegiatan amal dan bakti...

Perantau Minang Salurkan Bantuan Pada Korban Banjir Kota Solok

Perantau Minang Salurkan Bantuan Pada Korban Banjir Kota Solok

MINANGKABAUNEWS, SOLOK -- Perantau minang yang terdiri dari, Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR), Solok Saiyo Sakato...

Duh Gawat! Banjir dan Longsor Terjang Manado: 6 Meninggal Dunia dan 500 Orang Mengungsi

Duh Gawat! Banjir dan Longsor Terjang Manado: 6 Meninggal Dunia dan 500 Orang Mengungsi

MINANGKABAUNEWS, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sudah ada enam orang...

Israel-Amerika dalam Bahaya, Iran Diam-diam Perkaya Uranium di Fasilitas Nuklir Bawah Tanah

Israel-Amerika dalam Bahaya, Iran Diam-diam Perkaya Uranium di Fasilitas Nuklir Bawah Tanah

...


KOMENTAR ANDA