Saturday, 15 Aug 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Opini: Dimensi Sosial dalam Ibadah Kurban

Minggu, 02 Agustus 2020 - 00:10:42 WIB - 543
Opini: Dimensi Sosial dalam Ibadah Kurban
Afdal Fauzen, S.Pd


Oleh: Afdal Fauzen, S.Pd

Ibadah kurban merupakan ibadah yang dilaksanakan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Dalam pelaksanaanya telah ditentukan waktunya yaitu pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik (11, 12, 13 Zuhijah). Ibadah tersebut tidak hanya sebatas ibadah ritual saja akan tetapi terdapat hikmah dan nilai-nilai yang dapat diambil dari pelaksanaanya. Sejarah mencatat bahwa perintah kurban yang diturunkan kepada nabi Ibrahim merupakan peristiwa yang spektakuler dalam kehidupan manusia. Peristiwa tersebut sangat sarat dengan nilai-nilai yang dapat diteladani oleh umat yang datang sesudahnya.

Secara umum ibadah kurban memiliki 2 dimensi, yaitu dimensi vertikal dan dimensi horizontal. Dimensi vertikal merupakan hubungan yang baik dengan Allah (Hablum minallah). Hal ini bisa diteladani dari kisah nabi Ibrahim dengan putranya nabi Ismail dalam melaksanakan perintah kurban. Keshalehan spritiual yang telah tertanam di dalam dirinya mengalahkan berbagai macam alasan untuk menolak perintah yang diberikan kepadanya. Menyembelih anak kesayangan yang telah diimpi-impikan bertahun-tahun lamanya merupakan sesuatu yang sangat berat. Akan tetapi rasa cinta kepada Allah dan ketaatan spiritual yang dimilkinya menepis alasan-alasan penolakan tersebut. Sehingga dengan keikhlasan dan kesabaran perintah tersebut tetap dilaksanakan. Inilah bentuk keshalehan spiritual yang telah tertanam didalam diri nabi Ibrahim dan putranya nabi Islamil. Dengan demkian ibadah kurban yang dilaksanakan akan meningkatkan keshalehan spiritual yang dimiliki oleh manusia. sehingga manusia akan menjadi lebih dekat kepada Allah swt.




Pelaksanaan ibadah kurban juga membentuk dimensi horizontal atau dimensi sosial antar sesama manusia. Dimensi horizontal merupakan hubungan yang baik antar sesama manusia (hablum minannas). Karena dalam setiap ibadah yang dilakukan tidak hanya terfokus kepada hubungan vertikal kepada Allah saja akan tetapi harus menjalin hubungan secara horizontal kepada sesama manusia.

Ibadah korban yang dilakukan merupakan momen untuk menumbuhkan kembali dimensi sosial yang telah terkikis selama ini. Di dalam pelaksanaan ibadah kurban terdapat nilai-nilai kepedulian sosial yang harus ditumbuhkan kembali. Misalnya saja ketika Berbagi daging kurban kepada masyarakat merupakan bentuk kepedulian sosial kepada sesama. karena tidak semua orang-orang yang bisa memakan daging dalam menu makananya. Bahkan ada juga yang tidak memiliki makanan yang akan dimakan dirumahnya. Maka di momen hari raya kurban ini semua orang akan menikmati daging dimenu makananya. Dengan adanya ibadah kurban ini hendaknya kepedulian sosial itu semakin tinggi kepada sesama manusia. Apalagi ketika ibadah kurban yang dilaksanakan di masa covid-19 ini. Banyak orang-orang yang membutuhkan uluran tangan dari orang-orang yang dermawan.

Di sisi lain, bisa juga kita lihat dari perintah pelaksanaan ibadah kurban yang Allah berikan kepada nabi Ibrahim. Dalam surat as-shaffat ayat 102 dijelaskan bahwa nabi Ibrahim dan putranya nabi Ismail melakukan dialog terkait mimpi yang dialami oleh bapaknya (nabi Ibrahim). Hal ini mengambarkan bahwa tidak adanya sifat egois yang ditampakkan oleh seorang ayah kepada anaknya. Seorang pemimpin dalam rumah tangga kepada orang yang dipimpinya. Inilah yang perlu dicontoh oleh seorang yang lebih tinggi pangkatnya kepada bawahannya. Bermusyawarah dalam mengambil suatu keputusan merupakan dimensi sosial yang terdapat didalam perintah ibadah kurban.

Selanjutnya dimensi sosial dalam ibadah kurban juga bisa dilihat ketika penyembelihan hewan kurban. Dalam pelaksanaann penyembelihan tidak bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Dengan demikian, ibadah kurban mengajarkan kepada kita bahwa persatuan dan kesatuan antara sesama akan memudahkan dalam mencapai tujuan yang akan diinginkan. Kebersamaan tersebutlah yang perlu selalu ditingkatkan. Apalagi tahun sekarang sudah masuk tahun politik. Pertikaian dan saling menjatuhkan akan terlihat antar calon gubernur maupun walikota atau bupati. Sifat-sifat yang saling menjatuhkan dan menjelakkan inilah yang perlu disembelih atau dihilangkan di dalam diri setiap insan.

Dengan demikian ibadah kurban merupakan ibadah yang penuh dengan nilai-nilai di dalamnya. Ibadah tersebut tidak hanya sebatas ibadah ritual menyembelih hewan ternak. Akan tetapi seyogyanya adalah menyembelih sifat-sifat kebinatangan yang masih melekat di dalam diri manusia. Semoga momen Idul Adha ini menjadikan kita semakin dekat kepada Allah dan hilangnya sifat-sifat kebinatangan bersama sembelihan hewan yang telah dikurbankan. Aamiin. (*)

/* Penulis adalah Guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 40 Padang, Email: afdal.fauzen@gmail.com

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: metro,opini,pendidikan,reliji,sosial

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Satreskoba Polres Solok Kota Amankan Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Satreskoba Polres Solok Kota Amankan Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

KOTA SOLOK - Satuan Reserse Narkoba Polres Solok Kota kembali mengamankan dua orang pelaku penyalahgunaan narkoba...

SMPN 5 Padang Panjang Terus Lakukan Belajar Daring dan Luring

SMPN 5 Padang Panjang Terus Lakukan Belajar Daring dan Luring

...

Akibat Tanah Labil, Pohon Tumbang Tutupi Badan Jalan Lintas Padang Panjang-Padang

Akibat Tanah Labil, Pohon Tumbang Tutupi Badan Jalan Lintas Padang Panjang-Padang

PADANG PANJANG -- BPBD Kesbangpol Kota Padang Panjang turun membersihkan material dan pohon tumbang yang menutupi...

Hari Ini Ledakan Kasus Covid-19 di Sawahlunto, Tambah 6 Positif Total 18 Kasus

Hari Ini Ledakan Kasus Covid-19 di Sawahlunto, Tambah 6 Positif Total 18 Kasus

SAWAHLUNTO -- Kasus Covid-19 di Kota Sawahlunto melonjak tajam, Kamis (6/8/2020). Setidaknya, terdapat enam kasus baru...

Kiat Hotel Grand Paragon Buka Kembali di Masa New Normal

Kiat Hotel Grand Paragon Buka Kembali di Masa New Normal

JAKARTA -- Penerapan new normal di masa pandemi covid-19 merupakan langkah bijak Pemerintah dalam penyelamatan dua...


KOMENTAR ANDA



Eka putra, SE for Tanah Datar 1