Saturday, 19 Sep 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Gawat, Amerika Bikin Rudal Baru Pembunuh Kapal China dengan Sekali Tembak di Natuna Utara

Senin, 03 Agustus 2020 - 14:58:52 WIB - 4743
Gawat, Amerika Bikin Rudal Baru Pembunuh Kapal China dengan Sekali Tembak di Natuna Utara
Rudal anti-kapal Harpoon US Navy (Foto: Dok. Istimewa)


INTERNASIONAL - Seiring dengan semakin memanasnya pertikaian dengan China, Angkatan Bersenjata Amerika (US Armed Forces) saat ini tengah memutar otak untuk menciptakan sebuah senjata baru. Amerika kabarnya tengah bersiap untuk membuat rudal jarak menengah baru untuk menghancurkan strategi pertahanan China.

Meski armada Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) masih lebih unggul dari Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN), namun pemerintah Negeri Tirai Bambu justru sudah memiliki penangkalnya.




Dalam laporan South China Morning Post (SCMP), Senin (3/8/2020), China semakin berani menantang armada laut Amerika lantaran punya dua rudal balistik jarak menengah, Dongfeng DF-21 dan Dongfeng DF-26.

Kedua rudal balistik China itu disebut punya kemampuan mahadahsyat, untuk menghancurkan kapal induk Amerika. Tak hanya itu, khusus untuk rudal balistik DF-26, dengan jarak jangkauan hingga lebih dari 5.000 kilometer, rudal ini didesain untuk menghancurkan Pangkalan Militer Andersen di Guam.

Tak ayal, rudal-rudal mengerikan milik China itu mendapat julukan "Pembunuh Kapal Induk" dan "Pembunuh Guam".

Mengetahui lawannya punya senjata mengerikan, Amerika saat ini tengah berupaya keras untuk membuat rudal jarak menengah yang baru. Hal ini dikatakan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat Amerika (US Army), Jenderal James McConville.

Menurut data dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), McConville menegaskan bahwa pihaknya akan segera memiliki rudal jarak menengah yang bisa menghancurkan kapal China dalam sekali tembak.

McConville juga menyebut bahwa rencana pembuatan rudal baru adalah untuk mengalahkan strategi A2/AD (Anti-Akses/Pencegahan Area), yang dipasang China dan negara sekutunya, Rusia. McConville berjanji untuk membawa rudal ini ke pemerintah dan disepakati produksinya.

"Kami akan memiliki rudal kelas menengah yang dapat menenggelamkan kapal. Kami pikir itu sangat penting untuk melawan strategi Anti-Akses/Area Pertahanan yang mungkin akan kami hadapi," ujar McConville.

"Tentu, kami ingin membawa opsi ini kepada kepemimpinan puat nasional, agar nantinya bisa diperlukan daklam perlawanan Akti Akses/Pencegahan Area yang mungkin kami hadapi. (Rudal ini mampu) melakukan tembakan presisi jarak jauh (seperti) rudal hipersonik dengan jangkauan jarak jauh," katanya. (vv)

Editor/Sumber: Romeo/viva
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Komisioner KPU Yusrial: Penyelenggara Pemilu Mesti Dilengkapi APD

Komisioner KPU Yusrial: Penyelenggara Pemilu Mesti Dilengkapi APD

KABUPATEN SOLOK - Komisioner KPU Kabupaten Solok, Yusrial, mengatakan pelaksanana pilkada serentak nanti sudah...

Rapat Pleno Terbuka KPU Pessel, Temukan TMS Paslon

Rapat Pleno Terbuka KPU Pessel, Temukan TMS Paslon

PESISIR SELATAN - Rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Pesisir Selatan, Minggu (13/9) pukul 14.15...

Pelaksanaan SKB CPNS di Kabupaten Padang Pariaman, Tak Semua Formasi Terisi Penuh

Pelaksanaan SKB CPNS di Kabupaten Padang Pariaman, Tak Semua Formasi Terisi Penuh

PADANG PARIAMAN - Pelaksanaan SKB CPNS Berlansung di kantor UPT BKN Padang dilaksanakan test tahap kedua penerimaan...

Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah HPN 2021

Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah HPN 2021

JAKARTA -- DKI Jakarta dipastikan menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional 9 Februari Tahun 2021. Kepastian ini terjawab...

Walikota Fadly Amran Minta OPD Serius Sikapi Capaian SAKIP dan RB

Walikota Fadly Amran Minta OPD Serius Sikapi Capaian SAKIP dan RB

PADANG PANJANG -- Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran, memaparkan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi...


KOMENTAR ANDA