Wednesday, 23 Sep 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

WHO Bantah Wuhan China Tempat Asal Virus Corona, Ini Alasannya

Rabu, 05 Agustus 2020 - 14:00:18 WIB - 2389
WHO Bantah Wuhan China Tempat Asal Virus Corona, Ini Alasannya
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


INTERNASIONAL - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menduga Wuhan di wilayah tengah China bukan tempat penularan Covid-19 dari hewan ke manusia. Dugaan itu mencuat meskipun klaster pertama wabah penyakit yang menyerang saluran pernapasan itu pertama kali ditemukan di Ibu Kota Provinsi Hubei tersebut.

"Kota itu memiliki sistem pengawasan khusus atas kasus pneumonia langka. Di sana ada hal yang sangat spesifik karena faktanya peringatan atas suatu peristiwa tidak berarti tempat itu menjadi awal mula penularan penyakit dari hewan ke manusia," kata Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO Michael Ryan dikutip media setempat, Rabu (5/8/2020).




Menurut dia, para ilmuwan China telah bekerja dengan baik dan memberikan data pendahuluan yang sangat penting. Penelitian epidemiologis lebih dalam untuk melihat kasus dan klaster pertama di Wuhan akan melibatkan para ilmuwan di seluruh dunia, demikian ungkap WHO.

Dua pakar dari WHO melakukan investigasi di China pada 11 Juli hingga Minggu (2/8) terhadap hewan yang dianggap sebagai biang Covid-19. Demikian informasi yang dirilis Komisi Kesehatan Nasional China (NHC).

Lihat juga: Gawat, WHO Sebut Kemungkinan Tak Akan Ada Senjata Ampuh Untuk Membasmi Virus Corona

Selama berada di China, kedua ilmuwan tersebut berdiskusi dengan koleganya di China untuk melakukan riset. Mereka juga mencari jejak penularan, asal-mula hewan sebagai pembawa virus, dan bertukar gagasan untuk rencana penelitian ilmiah pada masa-masa yang akan datang.

"Tim internasional akan memasukkan ilmuwan dan peneliti terkemuka dari China dan seluruh dunia," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Lihat juga: Terkuak, Ilmuwan China Ini Ungkap Virus Corona Berasal dari Laboratorium Militer Mereka Sendiri

Asal-mula virus corona jenis baru itu memang sangat membingungkan para peneliti sejak pertama kali ditemukan. Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Microbiology pada akhir Juli lalu, para ilmuwan sekarang memiliki bukti lebih lanjut bahwa virus corona berevolusi di alam liar dan mungkin telah menjangkiti kelelawar selama lebih dari 40 tahun.

Penelitian yang dilakukan para ilmuwan China dan Eropa mengatakan bahwa virus beberapa kali melompat dari hewan ke manusia. Penemuan tersebut menafikan teori konspirasi yang menyebutkan bahwa virus corona merupakan rekayasa hayati atau virus yang melarikan diri dari laboratorium. (Rep)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id
Tag: internasional,kesehatan,metro,peristiwa

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Ngaku Goblok Sama Matematika, Pria ini Malah jadi Orang Terkaya Dunia

Ngaku Goblok Sama Matematika, Pria ini Malah jadi Orang Terkaya Dunia

INTERNASIONAL - CEO Amazon Jeff Bezos menjadi orang terkaya di dunia dengan total kekayaan US$ 126 miliar. Meski...

HUT Polwan, Polri Gelar Upacara dan Syukuran Virtual

HUT Polwan, Polri Gelar Upacara dan Syukuran Virtual

BUKITTINGGI -- HUT Polwan, Polri menggelar Upacara Virtual Dan Syukuran di ruang Sitipol Polres Bukittinggi, Selasa...

Bikin Ngeri, Ini Prediksi Kapan Puncak Corona di Indonesia

Bikin Ngeri, Ini Prediksi Kapan Puncak Corona di Indonesia

NASIONAL - Dalam dua pekan terakhir terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang signifikan di...

Demi Kenyamanan Pilkada, KPU dan Bawaslu Lakukan Kordinasi Rutin Bersama Polres Pessel

Demi Kenyamanan Pilkada, KPU dan Bawaslu Lakukan Kordinasi Rutin Bersama Polres Pessel

PESISIR SELATAN - Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Daerah Pesisir Selatan Epaldi Bahar, Ketua Bawaslu Pessel Erman...

Tambah Satu, Pasien Positif COVID-19 di Kabupaten Solok Naik 48 orang

Tambah Satu, Pasien Positif COVID-19 di Kabupaten Solok Naik 48 orang

KABUPATEN SOLOK - Berharap menurunnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Solok, ternyata itu hanya...


KOMENTAR ANDA