Wednesday, 23 Sep 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Lawan China di Dekat Natuna Utara, Australia Bakal Bangun Aliansi Indo-Pasifik, Indonesia Diajak?

Kamis, 06 Agustus 2020 - 14:19:07 WIB - 4293
Lawan China di Dekat Natuna Utara, Australia Bakal Bangun Aliansi Indo-Pasifik, Indonesia Diajak?
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


INTERNASIONAL - Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Rabu (5/8), menyatakan bahwa membangun aliansi Indo-Pasifik dengan negara-negara yang berpikiran sama akan menjadi prioritas utama pemerintahnya. Dia memperingatkan, langkah militerisasi di kawasan belum pernah terjadi sebelumnya.




"Kini, Indo-Pasifik adalah pusat kompetisi strategis. Ketegangan atas klaim teritorial semakin meningkat," kata Morrison kepada Aspen Security Forum secara virtual yang mempertemukan para pemimpin pemerintah dan militer bersama para pakar.

Australia pada bulan lalu mengatakan akan meningkatkan pengeluaran pertahanan sebesar 40 persen selama 10 tahun ke depan. Anggaran itu akan digunakan untuk membeli peralatan militer jarak jauh yang akan difokuskan pada kawasan Indo-Pasifik yang menjadi wilayah persaingan Beijing dan Canberra.

Lihat juga: Gawat! Karena Hal Ini, Australia Bisa Seret Indonesia untuk Ikut Perang Lawan China

Ketegangan diplomatik antara Cina dan Australia baru-baru ini memburuk karena berbagai masalah, termasuk seruan Australia untuk penyelidikan internasional tentang asal-usul virus korona. Terlebih lagi gugatan Australia tentang penerapan Undang-Undang Keamanan Nasional baru di Hong Kong.

Pekan lalu, Amerika Serikat (AS) dan Australia mengadakan pembicaraan tingkat tinggi tentang Cina. Kedua negara bersepakat perlunya menegakkan tatanan global yang berdasarkan pada peraturan, tetapi Australia menekankan hubungannya dengan Cina itu penting dan tidak berniat merusaknya.

Ligat juga: Keras, Australia Resmi Tolak Klaim China atas Laut Natuna Utara

Morrison mengatakan, kebangkitan Cina sebagai mitra ekonomi utama telah baik bagi ekonomi global, kawasan Indo-Pasifik, dan Australia. "Namun, seiring peningkatan ekonomi, muncullah tanggung jawab," katanya.

Morrison mengatakan, Cina dan AS bersama-sama memiliki tanggung jawab khusus untuk menghormati hukum internasional dan harus menyelesaikan perselisihan secara damai.
"Ini berarti komitmen untuk interaksi ekonomi berbasis aturan. Bukan pemaksaan ataupun mundur dari sistem internasional yang akan menjadi pilihan kita," katanya.

Morrison tampaknya mengambil sikap lebih moderat terkait hubungan AS dan Cina. Ia berbeda pendapat dengan sejumlah pihak di AS yang menilai AS dan Cina menghadapi perang dingin era baru. "Keadaannya berbeda sekarang," ujarnya.

Ligat juga: Gawat! Hubungan China dengan Amerika Memburuk, Perang Dingin Baru Bakal Terjadi?

Morrison mengaku optimistis dalam menghadapi sikap Cina di Laut Cina Selatan, Hong Kong, dan perbatasan India. "Saya orang yang optimistis, rakyat Australia tak kenal lelah untuk terus optimistis untuk masalah-masalah itu," katanya.

Australia dan AS memiliki sejumlah kesepakatan bilateral bidang keamanan. Australia juga menggalang kesepakatan dengan India dan Jepang melalui Quadrilateral Security Dialogue, yang dipandang Cina secara skeptis.

Isu LCS juga sempat membuat perang Twitter antara para diplomat Cina dan Australia, pekan lalu. Ini bermula dari dukungan Australia pada pernyataan AS yang mengatakan tidak akan mengakui klaim teritorial Cina di LCS.

Australia memang baru saja menyepakati memorandum dengan AS yang menyatakan bahwa klaim atas LCS "tidak memiliki dasar hukum". Sikap tersebut mengundang kemarahan dari Cina.

Komisioner Tinggi Australia Barry OFarrell pada 30 Juli lalu dalam cicitannya mengisahkan ucapannya kepada seorang menteri India. Oarrell mengatakan, langkah Cina "mengguncang stabilitas dan bisa memprovokasi ketegangan".

Duta Besar Cina untuk India Sun Weidong membalas pada 31 Juli, ia menudung Oarrell "menyangkal fakta". "Sudah jelas siapa yang menjaga perdamaian dan stabilitas dan mendestabilitas dan memprovokasi ketegangan di kawasan."

Oarrell kembali membalas dengan menyatakan Cina seharusnya mematuhi putusan pengadilan arbitrase internasional pada 2016. Pengadilan saat ini memutuskan menyangkal sebagian besar klaim Cina atas LCS. Namun, Cina menyebut putusan tersebut ilegal dan tidak mengikat secara hukum.

Ligat juga: Heboh! Jenderal Perang Terganas Amerika Bakal Bikin China dan Rusia Mati Kutu di Dekat Natuna Utara

Terkait Laut Cina Selatan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Mike Pompeo dan Menlu RI Retno Marsudi melakukan diskusi melalui sambungan telepon, Selasa (3/8). "Menlu Michael R Pompeo berbicara dengan Menlu RI Retno Marsudi tentang kemitraan strategis AS - Indonesia yang berkelanjutan dan kuat," ujar wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Cale Brown dalam website resmi Kementerian Luar Negeri AS, Selasa (4/8).

"Dan hal lain yang dibahas adalah tujuan bersama kedua negara atas penghormatan terhadap hukum internasional di Laut Cina Selatan," ujarnya menambahkan. Selain itu, kedua menlu juga menyoroti pentingnya peningkatan kerja sama di bidang kesehatan masyarakat dan kerja sama ekonomi untuk membangun kembali ekonomi dan menjaga kawasan itu aman.

Sementara itu, melalui akun resmi Twitter @Menlu_RI, Retno juga membenarkan komunikasi dan mengatakan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan positif dengan Menlu Pompeo. Retno dan Pompeo membahas mengenai pentingnya meningkatkan kerja sama di bidang kesehatan dan ekonomi untuk membangun kembali perekonomian pascapandemi serta menjaga kawasan agar tetap aman.

"Senang sekali berbicara sekali lagi dengan Menlu AS Pompeo hari ini (3/8). (Indonesia) menghargai bantuan AS akan ventilator," cicit Retno. "Saya mengangkat dua masalah, pertama menjajaki kemungkinan kerja sama dalam produksi vaksin dan kerja sama kesehatan lainnya serta, dan kedua upaya penguatan perdagangan dan investasi," cicitnya menambahkan. (Rep)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id/Reuters/Associated Press
Tag: indonesia,internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Waspadai Makanan yang Mengandung Zat Berbahaya, Ini Kata Kadis Pangan Sumbar

Waspadai Makanan yang Mengandung Zat Berbahaya, Ini Kata Kadis Pangan Sumbar

PADANG -- Kadis Pangan Sumbar Efendi mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap makanan dan minuman yang mengandung...

Hari Ini, KPU Kota Solok Layani Pendaftaran Tiga Paslon

Hari Ini, KPU Kota Solok Layani Pendaftaran Tiga Paslon

SOLOK -- Dalam masa pendaftaran bakal pasangan calon kepala daerah yang disediakan oleh KPU Kota Solok, hari Sabtu...

Syekh Ali Jaber Ditikam OTK di Lampung

Syekh Ali Jaber Ditikam OTK di Lampung

JAKARTAUstadz Syekh Ali Jaber ditikam bagian lenganya ketika memeberikan tausiah acara di Bandar Lampung, Lampung....

Walnag Tanjung Gadang bersama Dinas Perkim LH Sijunjung Ciptakan Inovasi dalam Wujudkan PHBS

Walnag Tanjung Gadang bersama Dinas Perkim LH Sijunjung Ciptakan Inovasi dalam Wujudkan PHBS

SIJUNJUNG -- Wali NagariTanjung Gadang bersama Dinas perumahan, pemukiman, dan lingkungan hidup (Perkim LH) Sijunjung...

Sel Tahanan Khusus Menanti bagi Pelanggar Perda AKB di Padang

Sel Tahanan Khusus Menanti bagi Pelanggar Perda AKB di Padang

PADANG -- Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), berencana menghelat operasi yustisi dan penindakan...


KOMENTAR ANDA