Wednesday, 23 Sep 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Jokowi Akhirnya Buka Suara Soal Ekonomi Indonesia Terjun Bebas Minus 5,32 Persen

Kamis, 06 Agustus 2020 - 14:30:51 WIB - 8062
Jokowi Akhirnya Buka Suara Soal Ekonomi Indonesia Terjun Bebas Minus 5,32 Persen
Presiden Joko Widodo (Foto: Dok. Istimewa)


NASIONAL - Presiden Jokowi buka suara ekonomi dalam negeri yang jatuh ke minus 5,32 persen pada kuartal II 2020 kemarin. Jokowi menyatakan pertumbuhan yang jatuh tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri.




Jokowi mengatakan sektor pariwisata dan penerbangan terperosok paling dalam sepanjang kuartal II 2020. Sektor mengakibatkan ekonomi Indonesia jatuh hingga minus 5,32 persen.

Data BPS menunjukkan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada kuartal II 2020 turun drastis 87,81 persen secara tahunan menjadi hanya 482 ribu kunjungan. Jika dilihat secara kuartalan, turunnya tercatat sebesar 81,49 persen.

"Turunnya terkontraksi sangat dalam," ungkap Jokowi dalam video conference, Kamis (6/8/2020).

Jokowi mengatakan untuk memperbaiki diri, pemerintah kembali merancang rute perjalanan, penentuan hub, super hub, hingga penggabungan perusahaan di sektor penerbangan dan pariwisata.

Lihat juga: Pertama dalam Sejarah Sejak Presiden Habibie, Ekonomi Indonesia Minus 5,32 Persen

Itu dilakukan supaya pondasi ekonomi di sektor pariwisata dan transportasi semakin kokoh, baik, dan berlari lebih cepat.

Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan kontraksi ekonomi 5,32 persen pada kuartal II 2020 menjadi yang pertama kali sejak kuartal I 1999 silam jika dilihat secara tahunan. Pada kuartal I 1999 silam, ekonomi tercatat minus 6,13 persen.

Ia memaparkan ekonomi Indonesia kuartal II 2020 juga berbanding terbalik dengan kuartal II 2019 yang masih tumbuh 5,05 persen. Begitu pula jika dibandingkan dengan kuartal I 2020 yang masih tumbuh meski anjlok sebesar 2,97 persen.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 alami kontraksi 5,32 persen dan kumulatif semester I 2020 kontraksi 1,26 persen," katanya.

Situasi ini sejalan dengan ekonomi di negara lain yang juga mengalami kontraksi pada kuartal II 2020. Uni Eropa misalnya, ekonominya minus hingga 14,4 persen pada periode April-Juni 2020.

Kemudian, ekonomi Amerika Serikat (AS) pada kuartal II 2020 minus 9,5 persen, Singapura minus 12,6 persen, Korea Selatan minus 2,9 persen, dan Hong Kong minus 9 persen. (Cn)

Editor/Sumber: Romeo/CNN Indonesia
Tag: bisnis,ekonomi,indonesia,metro,nasional,peristiwa,politik,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Masata Sijunjung Siap Mendukung Wisata Berkelanjutan

Masata Sijunjung Siap Mendukung Wisata Berkelanjutan

SIJUNJUNG -- Masata ( Masyarakat Sadar Wisata ) merupakan organisasi sosial yang terdiri dari pelaku, pemerhati dan...

Tingkatkan Pelayanan Bagi Masyarakat,  Pemko Padang Terima Bantuan 1 Unit Bus Tranportasi Kesehatan

Tingkatkan Pelayanan Bagi Masyarakat, Pemko Padang Terima Bantuan 1 Unit Bus Tranportasi Kesehatan

PADANG -- Bank Mandiri Syariah menyalurkan Satu unit mobil bus untuk transportasi pasien diserahkan pihak BSM kepada...

Buka Raker Wali Nagari se-Pasaman, Ini Pesan Sekda

Buka Raker Wali Nagari se-Pasaman, Ini Pesan Sekda

PASAMAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman, Mara Ondak membuka rapat kerja Wali nagari semester 2 tahun 2020...

Satu Warga Sulit Air Terindikasi Suspeck Covid-19

Satu Warga Sulit Air Terindikasi Suspeck Covid-19

KABUPATEN SOLOK -- Keluhkan hilangnya indra penciuman disertai kepala sakit dan batuk, salah seorang warga Nagari Sulit...

Bikin Ngeri, Pakar China Ini Ungkap 70 Persen Penduduk Dunia Akan Terdampak Covid-19

Bikin Ngeri, Pakar China Ini Ungkap 70 Persen Penduduk Dunia Akan Terdampak Covid-19

INTERNASIONAL - Ahli penyakit pernafasan ternama di China Prof Zhong Nanshan memperkirakan 60-70 persen penduduk dunia...


KOMENTAR ANDA