Saturday, 19 Sep 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Sah! Daftar Pekerja Bergaji di Bawah Rp5 Juta yang Akan Terima Bantuan Rp2,4 Juta dari Pemerintah

Kamis, 06 Agustus 2020 - 14:40:27 WIB - 35022
Sah! Daftar Pekerja Bergaji di Bawah Rp5 Juta yang Akan Terima Bantuan Rp2,4 Juta dari Pemerintah
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


NASIONAL - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap pekerja bergaji di bawah Rp5 juta yang akan diberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) corona oleh pemerintah. Pekerja itu sebanyak 13,8 juta orang.

Mereka adalah pekerja non PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.




"Sebanyak 13,8 juta pekerja non PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp150.000 per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan akan mendapat bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan akan langsung diberikan per dua bulan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (6/8/2020).

Erick mengungkap dana bantuan tersebut akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing pekerja sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan.

Menurutnya, program ini sedang finalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan pada September 2020 mendatang.

Lihat juga: Pemerintah Bakal Beri Rp 2,4 Juta untuk Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta, Mungkinkah?

Stimulus dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini diberikan dalam rangka pemulihan ekonomi di tengah pandemi corona. 
Erick memaparkan ada dua hal yang menjadi fokus dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi.

Pertama, memberikan stimulus ekonomi yang manfaatnya nyata dirasakan masyarakat. Misalnya untuk masyarakat miskin berupa program bantuan sosial, dan dukungan kepada UMKM berupa subsidi bunga dan kredit.

Kedua, dilakukan percepatan penyerapan tenaga kerja melalui proyek-proyek padat karya. Upaya percepatan pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan upaya kesehatan dan membangun rasa aman di tengah pandemi ini.

"Program pemulihan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah cukup banyak namun saling berkesinambungan, seperti bantuan sosial tunai, bantuan pangan non tunai, program keluarga harapan hingga penyaluran kredit di sektor UMKM," paparnya.

Namun, Erick menegaskan dibutuhkan waktu, data yang akurat serta koordinasi dengan banyak pihak untuk melakukan realisasi bantuan tersebut secara tepat.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan angka output perekonomian atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia periode kuartal II 2020 negatif. PDB Indonesia periode April-Juni 2020 terkontraksi atau minus 5,32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (Cn)

Editor/Sumber: Romeo/CNN Indonesia
Tag: bisnis,ekonomi,indonesia,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Soalnya Logo MUI Dicatut, Sekjen MUI Buya Anwar Abbas Geram

Soalnya Logo MUI Dicatut, Sekjen MUI Buya Anwar Abbas Geram

JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengakungeram lantatam Kementerian Agama...

Walikota Pariaman Ikut Berpartisipasi Mencari Nelayan Hilang

Walikota Pariaman Ikut Berpartisipasi Mencari Nelayan Hilang

PARIAMAN -- Wali Kota Pariaman Genius Umar, memimpin langsung apel pasukan tim pencari korban nelayan yang hilang di...

Lestarikan Bumi, Kodim 0319/Mentawai dan Unsur Pemerintah Tanam Pohon Durian

Lestarikan Bumi, Kodim 0319/Mentawai dan Unsur Pemerintah Tanam Pohon Durian

MENTAWAI -- Lestarikan Bumi Indonesia, Kodim 0319/Mentawai dan unsur pemerintah daerah menggelar kegiata tanam pohon...

Anda Dari Luar Daerah, Segera Lakukan Swab Test

Anda Dari Luar Daerah, Segera Lakukan Swab Test

KOTA SOLOK - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solok, Selasa (8/9) mengingatkan warga Kota Solok...

Ini Kata Rocky Gerung Soal Pernyataan Puan Sumbar Tidak Pancasilais

Ini Kata Rocky Gerung Soal Pernyataan Puan Sumbar Tidak Pancasilais

JAKARTA -- Pengamat Politik, Rocky Gerung tidak ketinggalan menyampaikan pandangannya saat penyerahan rekomendasi PDIP...


KOMENTAR ANDA