Saturday, 19 Sep 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Feature

Sekelumit Kisah Jubir Covid-19 Padang Pariaman Dr. Jasneli

Jumat, 07 Agustus 2020 - 21:33:23 WIB - 1764
Sekelumit Kisah Jubir Covid-19 Padang Pariaman Dr. Jasneli
Dr. Jasneli, Jubir Covid-19


PADANG PARIAMAN -- Covid-19 menjadi masalah besar diseluruh belahan dunia yang terjadi mulai dari akhir tahun kemarin.

Dalam mengatasi masalah ini, pemerintah tak bisa bekerja sendiri dan harus bekerja sama dengan berbagai kalangan masyarakat.

Petugas medis menjadi garda terdepan untuk menghadapi Covid-19 ini, semakin banyaknya kasus dan pasien yang terinfeksi Covid-19, semakin berat juga perjuangan para pahlawan medis ini.

Tanggal 26 Maret 2020 setelah menerima hasil kasus pasien Covid-19 pertama di Kabupaten Padang Pariaman, disinilah dimulainya perjuangan juru bicara Covid-19 Kabupaten Padang Pariaman yakninya dr. Jasneli, MARS bekerjasa dengan seluruh tim kesehatan langsung bertindak untuk penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman.

Kasus terkonfirmasi pertama di Kabupaten Padang Pariaman yaitu pada tanggal 26 Maret 2020, pada hari itu juga bersama dengan seluruh tim kami langsung menuju rumah pasien dan melakukan tracing dan langsung melakukan isolasi terhadap pasien serta melakukan tracing pada daerah sekitar rumah pasien,"terangnya ASN yang diangkat tahun 2006 ini.

Pada saat diwawancarai buk Je sapaan akrabnya mengatakan selama perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman Ia bersama tim kesehatan lainnya telah melakukan swab terhadap 3.650 masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman termasuk tracing atau pelacakan kasus.

Salah satu upaya untuk mengetahui berapa persentase perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman sesuai dengan arahan Kepala Labor Unand dr. Andani maka kita melakukan survei cepat,"Sambungnya.

Ia juga menyebutkan pada saat ditemukannya kasus, bermacam ragam penyelesaiannya karena harus dipastikan kesembuhan pasien dan benar-benar bebas dari infeksi Covid-19 yang dinamakan dengan konfersi dua kali negative, dan adapula pasien yang sembuh sebelum 14 hari dan yang paling lama enam puluh hari.

"Namanya pandemi kiat tidak mengetahui kanapan datangnya sehingga dalam penanganan Covid-18 di Kabupaten Padang Pariaman kami bersama tim kesehatan lainnya menemukan beberapa tantangan diantaranya ketidaksiapan Sumber Daya Manusia dan anggaran termasuk kesiapan untuk tempat karantina untungnya saja kita di Kabupaten Padang Pariaman diberikan dukukungan oleh Pemerintah Provinsi dalam penangana kasus Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman,"ulasnya.

Tidak hanya itu tantangan lain juga berasal dari masyarakat dimana sebagaian masyarakat tidak menerima hasil dari tes swab anaknya bahkan pernah dikatan bahwasanya kami memfintanah keluarganya terhadap hasil tes tersebut, untungnya setelah diberikan pengertian dan sosialisasi mereka paham terhadap kasus ini dan mau menyerahkan keluarganya untuk diisolasi tutur Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariman ini.

Ia juga mengatakan untuk mempermudah penangan kasus Covid-19 ini sangat diperlukan dukungan dan komitmen lintas sektor, karena dalam permasalahan ini tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, tidak hanya dari pemerintah saja komitmen masyarakat juga sangat penting serta kejujuran perjalanan juga diperlukan.

Sebagai garda terdepan dalam penangan Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman banyak hal yang dikorbankan oleh seorang Jasneli terutama pengorbanan waktu bersama keluarga.

Selama menjalani tugas sebagai juru bicara Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman keluarga sangat mendukung dan tidak pernah mengeluh atas kesibukan yang dmiliki saat ini,alhamdulillah keluarga di rumah tidak pernah menuntut dan selalu memberikan semangat dalam menjalankan pekerjaan ini, karena mereka juga mengerti dengan profesi saya."ujar ibu tiga orang anak ini.

Semenjak hasil kasus pertama di Kabupaten Padang Pariaman diterima hingga dua bulan setelah itu Ia selalu siap selama 24 jam dalam bertugas baik itu secara langsung maupun via telfon hingga suatu ketika ia merasa trauma dengan bunyi telfon takutnya ada penambahan kasus terpapar Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman.

"Untungnya saya memiliki tim yang solid dan tangguh serta selalu siap setiap dibutuhkan tanpa kenal waktu, sehingga dalam penanganan prosesnya dapat berjalan lancar sesuai yang diinginkan,"Sambungnya.

Hingga saat ini dr. Jasneli beserta tim masih tetap bekerja keras dalam untuk menyelesaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman.

Dr. Jasneli ASN Padang Pariaman sebagai garda terdepan yang terus berupaya menyelesaikan kasus Covid-19 Kabupaten Padang Pariaman tanpa kenal lelah dan waktu, meskipun harus mengorbankan keluarga namun ia tetap siap dan tetap bergerak demi kesembuhan masyarakat, demi keselamatan bersama serta tetap kuat dan tetap tegar untuk menjalanakan amanah yang telah diberikan.(Aji)

Editor/Sumber: Ronal Dodot
Tag: aspirasi,feature,padang-pariaman,pariaman,pemprov,pemprov-sumbar

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Bantu Siswa Belajar Daring, Diskominfo Padang Luncurkan Gerakan Gebunet

Bantu Siswa Belajar Daring, Diskominfo Padang Luncurkan Gerakan Gebunet

PADANG -- Pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan hidup manusia. Belajar mengajar yang sebelumnya di sekolah, kini...

Kunker Danrem 032 Wbr Ke Pasaman, Salurkan Paket Sembako pada Warga Kurang Mampu dan Warakawuri

Kunker Danrem 032 Wbr Ke Pasaman, Salurkan Paket Sembako pada Warga Kurang Mampu dan Warakawuri

PASAMAN -- Bupati Pasaman Yusuf Lubis menerima kunjungan kerja komandan Korem 032/Wbr Brigjen TNI Arief Gajah Mada, ke...

Pasca Hasil Tes Swab Negatif, RSUD Lubuk Sikaping Kembali Dibuka

Pasca Hasil Tes Swab Negatif, RSUD Lubuk Sikaping Kembali Dibuka

PASAMAN -- Setelah hampir satu pekan tutup layanan IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Sikaping kembali...

Tambah 10, Kasus Positif Corona di Sijunjung Jadi 39 Orang

Tambah 10, Kasus Positif Corona di Sijunjung Jadi 39 Orang

SIJUNJUNG --Pasien positif Corona di Sijunjung bertambah 10 orang sehingga totalnya menjadi 39 kasus. Ini penambahan...

Pendaftaran Paslon Wali Kota Bukittinggi DIadwalkan 4 Hingga 6 September Mendatang

Pendaftaran Paslon Wali Kota Bukittinggi DIadwalkan 4 Hingga 6 September Mendatang

BUKITTINGGI - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan digelar Desember mendatang, sebelum pesta demokrasi ini...


KOMENTAR ANDA