Wednesday, 23 Sep 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Terungkap, Berikut Kejanggalan Ledakan Dahsyat di Lebanon yang Masih jadi Pertanyaan Publik

Sabtu, 08 Agustus 2020 - 14:05:29 WIB - 743
Terungkap, Berikut Kejanggalan Ledakan Dahsyat di Lebanon yang Masih jadi Pertanyaan Publik
Sisa ledakan di ibukota Lebanon, Beirut. (Foto: Dok. Istimewa)


INTERNASIONAL - Penyelidikan ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, yang menewaskan lebih dari 100 orang masih terus berlanjut. Sejauh ini amonium nitrat yang tersimpan di pelabuhan masih menjadi faktor utama penyebab ledakan.




Kendati demikian banyak pertanyaan dan kejanggalan yang muncul mengenai ledakan mematikan ini. Berikut kejanggalan yang masih menjadi pertanyaan publik.

1. Mengapa Amonium Nitrat Disimpan Bertahun-tahun?

Kejanggalan pertama mengapa senyawa kimia yang mudah meledak itu bisa disimpan selama bertahun-tahun (sejak 2013) di pelabuhan di Lebanon. Padahal kapten kapal kargo yang membawa bahan kimia mudah meledak itu mengatakan sejak awal benda itu seharusnya tidak disimpan di Beirut. Adakah maksud lain dari penyimpanan senyawa kimia itu meningat Lebanon adalah negara yang kerap terlibat konflik bersenjata?

"Mereka menjadi serakah," kata Boris Prokoshev, kapten kapal Rhosus yang membawa amonium nitrat itu dari Georgia menuju Mozambik.

Lihat juga: Presiden Lebanon Blak-blakan Sebut Ledakan di Beirut Berasal dari Serangan

Prokoshev mengatakan pemilik kapal memintanya untuk singgah ke Lebanon untuk mengambil kargo tambahan. Berlabuhnya Rhosus di Beirut tidak pernah direncanakan sebelumnya.

Menurut Prokoshev, saat diminta singgah di Beirut melewati Mediterania kapal itu sudah memuat 2.750 ton amonium nitrat. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Afrika, awak kapal diminta memuat alat berat untuk konstruksi jalan dan membawanya ke Pelabuhan Aqaba, Yordania.

Namun kapal tidak pernah meninggalkan Beirut, karena gagal membawa kargo tambahan itu. Awak kapal justru harus terlibat urusan hukum yang berkepanjangan. "Itu tidak mungkin, itu dapat menghancurkan seluruh kapal dan saya katakan tidak," kata Prokoshev yang kini sudah pensiun dan tinggal di Sochi, Rusia.

2. Mengapa Kapal Ditinggalkan Begitu Saja di Beirut?

Persoalan lain yang menjadi pertanyaan mengapa kapal itu ditinggalan begitu saja di Beirut dan tak pernah diurus. Kapten dan pengacara yang mewakili sejumlah kreditor menuduh pemilik kapal meninggalkan kapalnya dan melarikan diri agar tidak ditangkap.

Berdasarkan laporan Maritime Bulletin pihak berwenang Lebanon awalnya tidak mengizinkan kapal itu meninggalkan pelabuhan karena cek untuk membayar tagihan berlabuh palsu.

Lihat juga: Ledakan di Beirut, Jokowi: Indonesia Berdiri Bersama Lebanon

Pemilik kapal yang bernama Igor Grechuskin dinyatakan bankrut dan meninggalkan kapal itu begitu saja. Tak hanya itu yang menjadi pertanyaan lain mengapa pembeli amonium nitrat dari Mozambik tidak meminta barang mereka?

Sementara itu Kapten kapal dan tiga orang awak menghabiskan 11 bulan di dalam kapal sambil mengikuti persoalan hukum di Lebanon. Mereka tidak digaji dan hanya diberi pasokan makanan yang terbatas. Ketika mereka pulang, amonium nitrat di Rhosus belum dikeluarkan.

3. Mengapa Amonium Nitrat Disimpan di Hanggar?

Atas alasan keamanan muatan kapal tersebut dikeluarkan dan disimpan di dalam hangar. Berdasarkan pernyataan Prokoshev, bila Rhosus berhasil memuat kargo tambahan. Kemungkinan besar amonium nitrat itu tidak berada di Beirut.

Lihat juga: Israel Tuding Ada Campur Tangan Iran dalam Peristiwa Ledakan Dahsyat di Lebanon

"Kargonya sangat mudah meledak, itulah mengapa kami mempertahankannya di kapal ketika kami di sana, amonium nitrat memiliki konsentrasi yang sangat tinggi," kata Prokoshev.

Prokoshev mengatakan ledakan berawal dari pemerintah Lebanon yang menahan Rhosus di pelabuhan. "Mereka mengetahui dengan baik betapa berbahayanya kargo itu, pendapat saya, mereka bahkan harusnya membayarnya (pemilik kapal) untuk segera membawa keluar kargo itu dari pelabuhan, benar-benar memusingkan kepala, tapi mereka justru menahan kapal," kata Prokoshev seperti dilansir dari Aljazirah.

Pemerintah Lebanon pun mengakui sudah ada peringatan bahwa senyawa kimia itu bisa meledak sewaktu-waktu. Namun hingga tragedi terjadi, peringatan itu hanya sebatas peringatan. (Rep)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Danramil 03 Sipora: Hadapi Pandemi Kuncinya Disiplin Protokol Kesehatan

Danramil 03 Sipora: Hadapi Pandemi Kuncinya Disiplin Protokol Kesehatan

MENTAWAI - Danramil 03 Pulau Sipora Kapten Inf J Sihaloho, menghadiri Acara Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda)...

Sah, Jadwal Lanjutan Liga 1 2020 Resmi Dirilis

Sah, Jadwal Lanjutan Liga 1 2020 Resmi Dirilis

BOLA - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ahmad Hadian Lukita, resmi memastikan kelanjutan gelaran Liga 1...

Gawat, Amerika Veto Resolusi Indonesia di Dewan Keamanan PBB

Gawat, Amerika Veto Resolusi Indonesia di Dewan Keamanan PBB

INTERNASIONAL - Amerika Serikat (AS) memveto resolusi Indonesia di Dewan Keamanan PBB yang bertujuan untuk...

Makin Garang, Taiwan Diam-diam Beli Drone Canggih dan Rudal dari Amerika, China tak Berkutik

Makin Garang, Taiwan Diam-diam Beli Drone Canggih dan Rudal dari Amerika, China tak Berkutik

INTERNASIONAL - Bukan Amerika Serikat (AS) namanya jika tidak mengganggu Republik Rakyat Tiongkok atau China. Iya,...

Mentawai Sandang Status Zona Kuning, Saat Beraktivitas Wajib Pakai Masker

Mentawai Sandang Status Zona Kuning, Saat Beraktivitas Wajib Pakai Masker

MENTAWAI -- Sejak diketahui satu warga Mentawai terkonfirmasi positif Covid-19, Kabupaten Kepulauan Mentawai kini...


KOMENTAR ANDA