Wednesday, 23 Sep 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Opini

Rakyat Sebagai Pion Dalam Sistem Kapitalisme

Minggu, 09 Agustus 2020 - 23:28:55 WIB - 742
Rakyat Sebagai Pion Dalam Sistem Kapitalisme
Djumriah Lina Johan


OPINI - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir enggan menjadi relawan untuk uji coba klinis vaksin Covid-19 tahap ketiga. Ia beralasan, sebagai pemimpin, tak etis bila dia memperoleh imunisasi vaksin pertama kali.

"Bukannya takut, tapi lebih baik relawan yang sesuai dengan prototipe yang dicari. Meski pingin disuntik, tapi rakyat dulu. Kami sebagai pemimpin belakangan,"kata Menteri BUMN itu dalam wawancara virtual dengan Kumparan, Jumat, 7 Agustus 2020.

Bakal vaksin virus corona kini tengah diuji coba oleh PT Bio Farma, perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang farmasi. Vaksin itu buatan Sinovac Biotech asal Cina. Hingga akhir Agustus, Bio Farma mencari 1.620 relawan yang bersedia disuntik dengan vaksin Sinovac. Jika berhasil, Bio Farma akan memproduksinya secara berkala. (CMBCIndonesia.com, Sabtu, 8/8/2020)

Statement dari Menteri BUMN mengonfirmasi bahwa rakyat hanya menjadi pion untuk melindungi penguasa sebagaimana dalam permainan catur. Padahal, seharusnya pemimpinlah menjadi pelindung rakyat bukan sebaliknya. Pemimpin pula yang berkorban demi keselamatan, kesehatan, dan keamanan rakyat bukan sebaliknya.

Hal ini jelas sangat bertentangan dengan Islam. Dalam Islam, kepemimpinan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Rasulullah saw bersabda, Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dia pimpin,"(HR.al-Bukhari)

Dalam Islam pemimpin harus benar-benar berupaya sekuat tenaga mencurahkan segala potensi yang ada. Tampilnya seorang memimpin dalam ikhtiar penyelesaian wabah merupakan bagian dari amanah Allah SWT yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

Negara Islam juga wajib menjaga nyawa manusia (hifzh an-nafs). Di antara maqashid asy-syariah (tujuan syariah) adalah hifzh an-nafs, yakni menjaga jiwa. Islam mengajarkan bahwa nyawa manusia harus dinomorsatukan.

Oleh karena itu, pembunuhan dianggap sebagai dosa besar dan pelakunya mendapat sanksi yang sangat berat, yaitu qishash. Bahkan terkait dengan nyawa, Rasulullah saw bersabda, Hancurnya dunia lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa haq, (HR.an-Nasai dan at-Tirmidzi)

Dengan demikian dalam pandangan Islam, nyawa manusia harus diutamakan, melebihi ekonomi, atau yang lainnya.

Selain itu, solusi penciptaan obat maupun vaksin pun harus berbasis syariat. Sebab, dalam Islam setiap perbuatan dapat bernilai ibadah selama memenuhi dua kriteria, yakni perbuatan tersebut dilaksanakan karena Allah SWT (untuk meraih rida Allah SWT) dan dilaksanakan sesuai dengan syariat.

Demikian pula dalam ikhtiar mengatasi wabah. Harus dengan mengikuti syariat, yakni mengikuti Rasulullah saw. Hal itu bukan hanya agar wabah tertangani, tetapi juga agar bernilai ibadah.

Kesadaran bahwa ikhtiar ini merupakan ibadah menyebabkan usaha dan ikhtiar menjadi sungggh-sungguh. Bahkan seorang pemimpin tidak takut mati, sebab jika mati, maka kematiannya berada di jalan Allah SWT. Hal ini jelas tidak ditemukan dalam sistem Kapitalis. Ini hanya ditemukan di dalam Islam.

Dengan demikian, hanya Islam yang mampu memanusiakan manusia. Bukan menjadikannya kelinci percobaan. Pion untuk dikorbankan demi keselamatan pemimpin, pejabat, maupun ekonomi negeri ini. Wallahu alam bish-shawab.

Oleh:Djumriah Lina Johan

(Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Sosial Ekonomi Islam)

Editor/Sumber: Ronal Dodot
Tag: aspirasi,indonesia,nasional,opini

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

BREAKING NEWS: Sumbar Hari Ini Positif Corona Tambah 66 Kasus

BREAKING NEWS: Sumbar Hari Ini Positif Corona Tambah 66 Kasus

PADANG -- Hari ini, Jumat (4/9/2020), bertambah 66 lagi kasus positif Covid-19 di Sumbar. Berdasarkan update data...

Empat Pasien Covid-19 Kota Solok Dinyatakan Sembuh

Empat Pasien Covid-19 Kota Solok Dinyatakan Sembuh

KOTA SOLOK - Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solok Syaiful, A, Jumat (18/9) di Posko...

Bank Nagari Salurkan CSR Pendidikan ke Pemkab Solok Selatan

Bank Nagari Salurkan CSR Pendidikan ke Pemkab Solok Selatan

SOLOK SELATAN -- Sebagai bentuk kepedulian dan tanggungjawab sosial, Bank Nagari di Solok Selatan menyerahkan bantuan...

Tahapan Pilkada di Dharmasraya Wajib Patuhi Protokol kesehatan

Tahapan Pilkada di Dharmasraya Wajib Patuhi Protokol kesehatan

...

Keluhkan Kesehatan dan Menurunya Indra Penciuman, Dua Warga Kabupaten Solok Ini Diduga Covid-19

Keluhkan Kesehatan dan Menurunya Indra Penciuman, Dua Warga Kabupaten Solok Ini Diduga Covid-19

KABUPATEN SOLOK -- Keluhkan masalah kesehatan dan menurunya indra penciumanya, dua orang ini diduga terkonfirmasi...


KOMENTAR ANDA