Wednesday, 23 Sep 2020
Minangkabaunews
headline
Pemko Pariaman home berita Pariaman

Museum Kereta Api Akan Hadir di Pantai Pauh Pariaman

Kamis, 13 Agustus 2020 - 19:00:35 WIB - 860
Museum Kereta Api Akan Hadir di Pantai Pauh Pariaman
Tim observasi di lokasi rencana pembangunan Museum Kereta Api Pariaman.


PARIAMAN - Rombongan PT. KAI Bandung dan Ka. Divre II Sumbar tinjau lokasi rencana pembangunan museum kereta api di Desa Pauh Barat Dusun Pasir Utara, Pariaman Tengah, Kamis (13/08)

"Saya mendampingi tim PT. KAI yang dari Bandung dalam rangka obseravsi lokasi rencana pembangunan museum kereta api yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Pariaman," ujar Ihsan Kesuma Ka. Divisi Regional II Sumbar PT. KAI mengawali pembicaraan dengan awak media.

Ia mengatakan, edukasi tentang perkereta apian melalui museum merupakan usulan yang baik. "Makanya direksi PT KAI membentuk tim untuk mengevaluasi kemungkinan pembangunan museum kereta api tersebut. Jika hasil observasi lokasinya baik, bisa jadi tim pembangunan museum akan segera meluncur," ujarnya.

Lebih lanjut Ihsan menyebutkan, dari hasil penglihatan di lokasi dan berdasarkan masukan juga dari tim Pemko. Pariaman kemungkinan museumnya akan dibangun.

"Karena sifatnya mengedukasi, maka bisa dikatakan aset PT. KAI untuk museum, bersifat juga pinjam pakai. Karena ini juga merupakan barang milik pemerintah," jelas Ihsan Kesuma.

Di museum nantinya ada tempat foto, pemutaran video, termasuk peralatan tua yang dulunya pernah digunakan oleh kereta api seperti gerbong dan lokomotifnya.

"Kita akan membentuk pola museum dengan pola desain dan warnanya sama. Karena jika kondisinya seperti yang sekarang tidak cocok, dan bagaimana bagusnyalah menurut Pemko. Pariaman," tutupnya.

Pada kesempatan yang sama Kadishub kota Pariaman Yandri Leza mengatakan, di museum heritage kereta api, tentunya akan menampilkan kereta api yang lama sekali, yang awalnya pernah digunakan di Pariaman.

"Gerbong kereta api yang pertama kali ke Pariaman dulunya adalah Dang Tuanku, itu yang kita minta. Kalau tidak salah pengadaannya tahun 1958, termasuk lokomotifnya juga," ujar Yandrileza.

Ia menyebutkan, itu merupakan kebutuhan pertama sekali untuk museum dari yang diminta 1 lokomotif 4 gerbong.

"Yang penggunaannya pertama sekali adalah untuk edukasi perkereta apian, tempat orang berkunjung dan pengetahuan sejarah kereta api di pariaman bagi anak sekolah," ulasnya.

"Dari 4 gerbong yang diminta tanpanya terealisasi hanya 1 gerbong dan 1 lokomotif yang akan ditempatkan di lokasi museum seluas 2 Ha," pungkasnya. (war)

Editor/Sumber: Ronal Dodot
Tag: padang-pariaman,pariaman,pemprov-sumbar,sumatra-barat,unik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Corona Melonjak Kembali ke Konsep Tazkiah

Corona Melonjak Kembali ke Konsep Tazkiah

...

Sempat Bersitegang, Kapolsek Sipora: Sidang Persoalan Tanah di Saureinu Pihak Sebelah Tak Hadir

Sempat Bersitegang, Kapolsek Sipora: Sidang Persoalan Tanah di Saureinu Pihak Sebelah Tak Hadir

MENTAWAI - Kapolsek Sipora Iptu Donny Putra bersama Bhabinkamtibmas menghadiri undangan terkait masalah perkara yang...

IPSI Solok Selatan Gelar Pelatihan Wasit Juri dan Pelatih

IPSI Solok Selatan Gelar Pelatihan Wasit Juri dan Pelatih

SOLOK SELATAN -- Guna peningkatan kualitas untuk meraih pretasi. Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Solok Selatan...

Tujuh Pegawai Bank Syariah di Payakumbuh Positif Covid-19

Tujuh Pegawai Bank Syariah di Payakumbuh Positif Covid-19

PAYAKUMBUH -- Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Payakumbuh merilis data terbaru Covid-19, Rabu,...

Genting, China Marah Jumlah Hulu Ledak Nuklir Negaranya Dibongkar Amerika

Genting, China Marah Jumlah Hulu Ledak Nuklir Negaranya Dibongkar Amerika

INTERNASIONAL - Pemerintah China memprotes laporan Pentagon yang menyebutnya berencana menggandakan persediaan hulu...


KOMENTAR ANDA