Saturday, 19 Sep 2020
Minangkabaunews
headline
Pemko Pariaman home berita Pariaman

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Berkurang di Kota Pariaman

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 19:09:51 WIB - 515
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Berkurang di Kota Pariaman
Dokumen foto pegawai DP3AKB Kota Pariaman


PARIAMAN -- Jumlah kasus kekerasan Perempuan dan Anak yang ditangani dan didampingi DP3AKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana) Kota Pariaman alami penurunan dalam kurun dua tahun terakhir.

Pada 2018 kasus kekerasan seksual terhdap anak ada sebanyak 11 kasus, Dewasa 0, kekerasan fisik anak 7, Dewasa 6, kekerasan psikis anak 1, Dewasa 0 dan penelantaran 0, sedangkan untuk ABH (Anak Berusrusan Hukum) 10 dengan total 35 kasus.

Di tahun 2019, kekerasan seksual anak 12, dewasa 0, kekerasan fisik anak 1, dewasa 1, kekerasan psikis anak 3, dewasa 0 dan penelantaran 0, dan ABH (Berurusan Hukum) 15 total 32 kasus.

Darmi Kabid. Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak DP3AKB Pariaman mengatakan menurunnya tingkat kekerasan sekssual terhadap anak dan perempuan dikarenakan semakin tingginya angka kesadaran masyarakat terhadap undang-undang yang mengatur perlindungan anak dan perempuan.

"Meskipun masih ada warga yang belum mengerti tentang undang-undang itu, namun dengan sosialisasi yang kita lakukan bersama P2TP2A, Kepolisian dan kementerian agama, alhamdulillah angka kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan bisa kita turunkan," ujarnya kemarin melalui sambungan telpon.

Darmi menambahkan, sosialisasi bersama tersebut dilakukan ke Desa dan Kelurahan yang rentan kekerasan dan karena keterbatasan anggaran baru dapat dilaksanakan di delapan Desa dan Kelurahan di empat kecamatan.

Kedepannya pihak DP3AKB juga akan melakukan roadshow ke sekolah untuk pelajar, termasuk kepada tokoh masyarakat dan perangkat desa. "Jadi target kita kedepan, kalau dapat tidak ada lagi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini. Tentunya sejalan juga dengan kesejahteraan ekonomi rumah tangga," ulas Darmi.

Jika keluarga sudah sejahtera tentu akan terciptanya harmonisasi kehidupan dan ketahanan dalam keluarga. "Karena faktor ekonomi yang lemah merupakan salah satu pemicu timbulnya kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam rumah tangga," pungkasnya. (war)

Editor/Sumber: Goel
Tag: daerah,indonesia,pariaman

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Kawal Kedatangan KM Sabuk Nusantara, Satu Warga Sikakap Rujukan RSUD Dibantu Polsek Sipora

Kawal Kedatangan KM Sabuk Nusantara, Satu Warga Sikakap Rujukan RSUD Dibantu Polsek Sipora

MENTAWAI - Kapolsek Sipora bersama anggota melaksanakan pengamanan Kapal Perintis KM. Sabuk Nusantara dari Sikakap di...

Satpol PP Padang Panjang Gelar Patroli Bersepeda Susuri Gang-gang Kecil

Satpol PP Padang Panjang Gelar Patroli Bersepeda Susuri Gang-gang Kecil

PADANG PANJANG -- Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang Panjang gelar patroli bersepeda menyusuri gang-gang...

Dinkes Padang Pariaman Bahagia, Empat Pasien Positif Covid Dinyatakan Negatif

Dinkes Padang Pariaman Bahagia, Empat Pasien Positif Covid Dinyatakan Negatif

PADANG PARIAMAN - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Padang Pariaman Drs H Yutiardy Rivai Apt menyatakan rasa...

Nagari Tanjung Gadang Salurkan BLT Dana Desa

Nagari Tanjung Gadang Salurkan BLT Dana Desa

SIJUNJUNG -- Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa Nagari Tanjung Gadang mulai dibagikan kepada masyarakat yang...

Cegah Penularan Corona, BPJS dan PWI Padang Panjang Bagi-Bagi Masker

Cegah Penularan Corona, BPJS dan PWI Padang Panjang Bagi-Bagi Masker

...


KOMENTAR ANDA