Saturday, 19 Sep 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Internasional

Ngeri, Rahasia Petinggi Pentagon Kenapa Amerika Ingin Terus Perang Akhirnya Terbongkar

Selasa, 08 September 2020 - 12:51:44 WIB - 32165
Ngeri, Rahasia Petinggi Pentagon Kenapa Amerika Ingin Terus Perang Akhirnya Terbongkar
Gedung Pentagon Amerika (Foto: Dok. Istimewa)


INTERNASIONAL - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh petinggi-petinggi Departemen Pertahanan ingin perang terus terjadi agar kontraktor-kontraktor pertahanan tetap "senang".

Trump masih tidak mengaku ia mengucapkan perkataan yang menyakitkan mengenai pasukan AS yang gugur di medan perang. Termasuk menyebut tentara AS yang gugur di Perang Dunia I dan dimakamkan di Prancis sebagai "pecundang" dan "payah".

Lihat juga: Bikin Malu, Sekarang Giliran Amerika Larang Warganya Berkunjung ke Indonesia

Majalah The Atlantic menjadi media yang pertama kali melaporkan ucapan Trump tersebut. Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump berulang kali mengatakan berita tersebut "hoaks".

"Saya tidak mengatakan militer mencintai saya, para prajurit yang mencintai saya," katanya, Selasa (8/9/2020).

Lalu ia menuduh petinggi Departemen Pertahanan AS tidak menyukainya karena mereka ingin agar kontraktor yang membuat senjata untuk militer AS tetap senang.

"Petinggi di Pentagon mungkin tidak (menyukai saya), karena tidak ada hal lain yang ingin mereka lakukan selain berperang sehingga perusahaan-perusahaan luar biasa yang membuat bom dan membuat pesawat dan segalanya tetap senang," kata Trump.

Lihat juga: Gawat, Kelemahan Utama Militer Raksasa China Akhirnya Terbongkar

Saat bertemu dengan anggota serikat buruh AS, American Federation of Labor and Congress of Industrial Organizations (AFL-CIO) kandidat presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden mengecam perkataan Trump. Ia mengatakan Trump tidak akan mengerti mengapa warga AS mengabdi untuk negaranya.

Biden menyebut pernyataan Trump mengenai prajurit yang gugur di medang perang sebagai "pecundang" dan "payah" sangat tidak Amerika. Ia mengatakan presiden tidak mengerti arti mengabdi.

"Dia tidak akan mengerti Anda, dia tidak akan mengerti kami, dia tidak akan mengerti polisi kami, pemadam kebakaran kami, karena ia tidak terbuat dari bahan yang sama," kata Biden. (Rep)

Editor/Sumber: Rahmat/Republika.co.id
Tag: internasional,metro,peristiwa,politik,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Gerak Cepat Jemput Aspirasi Masyarakat, DPRD Agam Kunjungi Nagari Tiku Selatan

Gerak Cepat Jemput Aspirasi Masyarakat, DPRD Agam Kunjungi Nagari Tiku Selatan

AGAM -- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam bergerak cepat sikapi aspirasi dan permohonan...

Padang Panjang Hari Ini Tambah 17 Kasus, Waspada Covid-19 Terus Mengancam

Padang Panjang Hari Ini Tambah 17 Kasus, Waspada Covid-19 Terus Mengancam

PADANG PANJANG -- Virus Corona tetap menyebar. Adaptasi Kebiasaan Baru Produktif Aman Covid, perlu jadi perhatian...

Inilah Perwako Solok Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19

Inilah Perwako Solok Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19

KOTA SOLOK - Tidak lama lagi penegakan disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 di Kota akan diterapkan. Penegakan disiplin...

Jika Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Gagal, Sumbar Akan Seperti DKI Jakarta

Jika Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Gagal, Sumbar Akan Seperti DKI Jakarta

KABUPATEN SOLOK - Melonjaknya kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Sumatera Barat akan berdampak pada terulangnya...

KPU Pasaman Gelar Sosialisasi Tahapan Pilkada di Mapat Tunggul Selatan

KPU Pasaman Gelar Sosialisasi Tahapan Pilkada di Mapat Tunggul Selatan

PASAMAN -- KPU Pasaman melaksanakan sosialisasi tahapan Pilkada dan pendidikan pemilih di Jorong V Partamuan Kecamatan...


KOMENTAR ANDA