Thursday, 22 Oct 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Pemerintah Usul Harga Swab Tes Covid-19 Rp 797 Ribu, di Sumbar Kok Gratis?

Senin, 28 September 2020 - 13:24:11 WIB - 716
Pemerintah Usul Harga Swab Tes Covid-19 Rp 797 Ribu, di Sumbar Kok Gratis?
Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)


NASIONAL - Pemerintah sampai saat ini masih menggodok besaran harga untuk tes swab virus corona (Covid-19). Pemerintah bahkan berulang kali mengatakan, harga akan diatur dengan tidak memberatkan masyarakat.

Dalam proses pembahasannya, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ternyata memberikan usulan agar harga tes swab virus corona dibuat bervariasi per spesimen.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengemukakan, otoritas pengawas keuangan itu mengusulkan agar harga tes kontraktual diberikan sebesar Rp 439 ribu per spesimen.

"Kami sampaikan bahwa BPKP telah memberikan estimasi harga yang sifatnya kontraktual, itu sebesar Rp 439 ribu per spesimen," kata Doni dalam konferensi pers usai rapat terbatas, Senin (28/9/2020).

Doni mengatakan, usulan tersebut tidak hanya bersifat kontraktual melainkan juga secara mandiri. Khusus mandiri, Doni mengatakan, BPKP mengusulkan agar harganya sebesar Rp 797 ribu.

"Usulan dari BPKP adalah Rp 797 ribu," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana tersebut.

Doni menjelaskan, usulan tersebut sampai saat ini belum disepakati oleh pemerintah. Usulan itu, kata dia, akan menjadi bagian evaluasi dari Kementerian Kesehatan sebelum menentukan besaran harga swab yang dianggap tidak memberatkan masyarakat.

"Angka ini masih akan dilakukan evaluasi lagi oleh tim Kementerian Kesehatan, sehingga angka itu nanti tidak memberatkan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan swab tes di Sumbar gratis untuk masyarakat.

"Tidak hanya bagi warga luar yang datang ke Sumbar. Semua warga dengan riwayat kontak langsung atau merasa memiliki gejala, silahkan ikuti tes swab secara gratis," kata Jasman, beberapa waktu lalu. (CNBC)

Editor/Sumber: Rahmat/cnbcindonesia.com
Tag: indonesia,kesehatan,metro,nasional,padang,peristiwa,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Polemik Habib Rizieq Belum Bisa Pulang ke Indonesia, Begini Respon Istana

Polemik Habib Rizieq Belum Bisa Pulang ke Indonesia, Begini Respon Istana

NASIONAL - Kabar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab atau HRS sudah tak dicekal Arab Saudi dan...

Keras! PAI Tidak Akan Pernah Tolerir Pelibatan Anak dalam Aksi Demo Sekecil Apapun

Keras! PAI Tidak Akan Pernah Tolerir Pelibatan Anak dalam Aksi Demo Sekecil Apapun

JAKARTA -- Tepatnya Selasa (20/10), KPAI turun melakukan pengawasan aksi. "Insya Allah, pengawasan hari ini...

Fadli Amran Lantik dan Kukuhkan pengurus Karang Taruna Kota Padang Panjang 2020-2025.

Fadli Amran Lantik dan Kukuhkan pengurus Karang Taruna Kota Padang Panjang 2020-2025.

PADANG PANJANG -- Wali Kota Padang Panjang Fadli Amran Lantik dan Kukuhkan pengurus Karang Taruna Kota Padang Panjang...

Ketua Baznas Kota Solok: Kami Tidak Biarkan Zakat Menumpuk di Rekening

Ketua Baznas Kota Solok: Kami Tidak Biarkan Zakat Menumpuk di Rekening

KOTA SOLOK - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Solok AKBP (Purn) Zaini, menegaskan setiap zakat yang masuk...

Ikatan Pemuda-Pemudi Kreatif Nagari Barulak Tergerak Hati Bantu Korban Kebakaran

Ikatan Pemuda-Pemudi Kreatif Nagari Barulak Tergerak Hati Bantu Korban Kebakaran

TANAH DATAR - Kebakaran yang meratakan rumah M. Rajif (28) di Nagari Barulak Kecamatan Tanjung Baru siang ini pukul...


KOMENTAR ANDA



polling cagub sumbar