Thursday, 22 Oct 2020
Minangkabaunews
headline
home berita Nasional

Gubernur Anies Baswedan Bawa Satpol PP ke Senayan, Ada Apa?

Rabu, 07 Oktober 2020 - 15:14:58 WIB - 66237
Gubernur Anies Baswedan Bawa Satpol PP ke Senayan, Ada Apa?
Gubernur dki anies baswedan


JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar gedung DPR RI ditutup setelah adanya 18 anggota dewan yang terpapar Corona. Anak buahnya pun bakal mendatangi lokasi untuk memeriksanya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Arifin mengatakan akan melakukan inspeksi.

Ia akan memastikan apakah DPR sudah menutup gedungnya.

Sebab, sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 88 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), gedung yang menjadi klaster corona di Jakarta harus segera ditutup selama tiga hari.

"Ya nanti kita cek hari ini," ujar Arifin saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2020).

Arifin menilai seharusnya aturan penutupan gedung itu sudah diketahui oleh pihak DPR RI. Karena itu ia akan memeriksanya terlebih dahulu mengenai penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 di gedung wakil rakyat itu.

"Saya rasa mereka juga sudah tahu itu harusnya tutup," jelasnya.

Selain itu ia mengaku belum tahu mengenai adanya laporan anggota DPR yang positif corona. Ia meminta hal ini dikonfirmasi lebih lanjut ke Dinas Kesehatan.

"Kalau itu tanya ke dinas kesehatan kalau mengenai covidnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut angkat suara setelah 18 anggota DPR RI positif corona setelah mengesahkan UU Cipta Kerja. Anies menyatakan seharusnya gedung itu ditutup selama tiga hari.

Ketentuan penutupan gedung klaster corona sendiri sudah tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 88 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bukan hanya satu lantai, tapi satu gedung yang menjadi lokasi temuan kasus harus dilockdown.

"Ketentuannya bahwa ketika ada kasus positif, maka di tempat itu kegiatan harus dihentikan selama tiga hari. Itu ketentuan yang harus dilaksanakan," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Kendati demikian, Anies menyebut penutupan yang dilakukan bukan diseluruh kompleks DPR. Hanya gedung yang ditemukan kasus corona ditutup dan sisanya boleh beroperasi.

"Makanya gedung tempat mereka bekerja itu yang harus ditutup. Bukan seluruh kompleknya," tutupnya. (Suara/RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Kang Rie)
Tag: metro,padang,pemprov,pemprov-sumbar,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Tidak Ingin Nyusul Daerah Lain Masuk Zona Merah, Pemdako Solok Giatkan Sosialisasi Covid-19

Tidak Ingin Nyusul Daerah Lain Masuk Zona Merah, Pemdako Solok Giatkan Sosialisasi Covid-19

KOTA SOLOK - Tidak ingin menyusul daerah lain masuk pada Zona Merah penyebaran wabah covid-19, Pemerintah Daerah Kota...

Hingga Hari ini 195 Orang Terinfeksi Covid-19 di Kota Solok

Hingga Hari ini 195 Orang Terinfeksi Covid-19 di Kota Solok

KOTA SOLOK - Hingga hari ini, Senin (12/10) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solok melaporkan...

Pembunuh Bocah Rangga di Aceh Mati dalam Tahanan, Begini Kata Polisi

Pembunuh Bocah Rangga di Aceh Mati dalam Tahanan, Begini Kata Polisi

NASIONAL - Tersangka kasus pembunuhan pada bocah bernama Rangga di Birem Bayeun, Aceh Timur, Aceh, Samsul Bahri (41...

Gila, Ternyata 17 Persen Warga Indonesia tak Percaya Covid-19, Kok Bisa?

Gila, Ternyata 17 Persen Warga Indonesia tak Percaya Covid-19, Kok Bisa?

NASIONAL - Penularan virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) yang terus terjadi membuat semakin banyak masyarakat di berbagai...

Hari Ini 23 Pelanggar di Padang Disanksi Bersihkan Selokan

Hari Ini 23 Pelanggar di Padang Disanksi Bersihkan Selokan

PADANG -- Tim gabungan Operasi Yustisi sasar Pasar Pagi Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat....


KOMENTAR ANDA



polling cagub sumbar